Musikal Wicked 3
Jumat, 27 Jan '12 12:48
Awal tahun 1900-an sebuah topan besar di Kansas menerbangkan rumah si gadis cilik Dorothy Gale. Rumah ini mendarat di Oz, tepatnya di atas sang Wicked Witch of the East—Nenek Sihir dari Timur—dan menewaskannya. Kemudian datanglah Glinda—Sang Peri dari Utara—yang membimbing Dorothy menemui The Wizard of Oz supaya bisa kembali ke rumah.
Dibantu oleh Scarerow, Tin Woodsman, and Cowardly Lion, Dorothy akhirnya mengalahkan The Wicked Witch of the West—Nenek Sihir Dari Barat. Dan berkat kemampuan sihir sepatu merah rubi milik Nenek Sihir dari Timur, akhirnya Dorothy kembali ke rumahnya di Kansas.
Itulah kisah The Wizard of Oz yang juga difilmkan tahun 1939.
Musikal "Wicked" menceritakan kejadian sebelum Dorothy datang dari Kansas dan kejadian di baliknya. Elphaba, yang dilahirkan berkulit hijau, selalu menjadi bahan ejek-ejekan di Shiz University, termasuk oleh Glinda yang paling populer di kelas. Namun suatu hari, karena suatu kesalahpahaman, Elphaba dan Glinda menjadi sahabat dekat.
Kelak Elphaba akan menjadi The Wicked Witch of the West.
Karena kemampuan sihir Elphaba, ia dan Glinda diundang ke Emerald City oleh Wizard of Oz. Namun di sana, Elphaba menyadari kalau Wizard of Oz tidak memiliki kemampuan sihir. Sang Wizard hanya ingin memperalat kemampuan sihir Glinda. Sambil menyanyikan "Defying Gravity", Glinda terbang meninggalkan Emerald City dan kedua sahabat itu berpisah.
Bagi penggemar Glee mungkin ingat pada season 1 Rachel dan Kurt pernah berduet menyanyikan Defying Gravity.
Setting pertunjukkan ini mengulang-ulang penggunaan motif jam, karena kisah Wicked memang merupakan flashback sejak matinya Elphaba oleh Dorothy. Jika dibandingkan dengan Phantom dan Lion King, set dan lighting Wicked memang terasa biasa. Demikian juga dengan kostumnya, masih terasa biasa dan repetitif.
Kekuatan Wicked memang pada dialog yang ngepop untuk melihat kisah Wizard of Oz dari sudut pandang tokoh antagonisnya. Elphaba bukan lagi villain yang satu dimensi, melainkan sosok yang terbuang oleh masyarakat. Demikian juga Glinda yang selama ini digambarkan baik hati, ternyata semula adalah gadis ambisius tapi agak dangkal.
Musikal ini tidak terlalu berat untuk dinikmati. Sang penggubah lagu, Stephen Schwartz memilih aransemen pop untuk Wicked. Sayangnya musik yang seharusnya menjadi kekuatan sebuah musikal, justru terasa kurang mengugah pada saat pertama didengarkan. Mungkin karena Jemma Rix yang memerankan Elphaba nampaknya kurang dalam menyelami karakter yang keras kepala dan penuh konflik diri. Seperti ketika membawakan Defying Gravity, titik tertinggi musikal ini masih terasa nanggung. Untungnya Suzie Mathers lebih terampil membawakan tokoh Glinda yang selalu positif, hingga kadang terlalu positif.
Sejumlah elemen musik lain cukup asyik dinikmati, seperti ketika David Harris yang memerankan Fiyero membawakan Dancing Through Life. Lagu ini juga menbawa kita ke awal mulai persahabatan Elphaba dan Glinda. Persahabatan ini kemudian diuji pada lagu I'm Not That Girl dan kemudian ditutup pada lagu For Good. Dengan segala kekurangannya, Jemma dan Suzie bisa membawakan harmonisasi yang cantik untuk lagi penutup itu.
Pertunjukan Wicked akan main di Marina Bay Sands, Singapura hingga Maret 2012. Nontonlah jika sempat. Musiknya akan semakin asyik setelah beberapa kali didengarkan, tapi hiburan utamanya adalah bagaimana kisah klasik The Wizard of Oz diputarbalikkan oleh Wicked.
Juga diposting di blog Herman Saksono: Musikal Wicked.
Tag: review, musikal, marina bay sands, singapura, wicked musical, wizard of oz, elphaba, glinda
Terkait:
-
Musikal The Lion King, Singapura
Senin, 4 Apr '11 13:41 -
Review Novel Now and Then
Jumat, 27 Apr '12 16:08 -
BATTLESHIP: Manusia Versus Alien Di Laut
Kamis, 12 Apr '12 00:51





Komentar:
Thanks for sharing, Herman Saksono:
Silahkan login untuk memberikan pendapat