Bookaholic Trivia 6

Rabu, 11 Jan '12 19:13

Yaya.. Judul tulisan ini sangatlah payah dan mirip dengan nama anak-anak ABG yang suka sekali menambahkan holic menjadi username merka. Namun yang mau saya bahas kali ini adalah pentingnya kamu mendokumentasikan atau mendata buku yang kamu miliki. Saya pernah mendata buku saya yang sealaihim banyaknya. Bikin di Microsoft Excel, dengan kolom2 yang terbagi dari: "Pengarang", "Judul", "Penerbit" "Tahun Terbit & Cetakan", "Jumlah Halaman". Oh ya, sembari mendata buku2, saya juga menamakan buku2 yang belum diberi nama, dan menyampulnya dengan sampul mika (he eh. Sampul yang bisa bikin rambut kamu berdiri2 seksi tanpa jeli dengan aliran listrik statisnya). Dan voila, saya menemukan fakta2 menarik maupun mendorong sebagai berikut.

  1. Saya ternyata sudah terjangkit yang namanya "Book-shopaholic". Mungkin dari keseluruhan jumlah buku saya, 30% belum terbaca dan 20% baru dibaca setengah. D'oh!
  2. Dari keseluruhan buku sastra Indonesia saya, rata2 merupakan cetakan pertama, meskipun sudah dibuat sejak tahun 90an. Ayo beli dan buku sastra Indonesia!
  3. Kebangkitan sastra Indonesia dimulai di akhir tahun 90an dan tahun 2000an dengan adanya Ayu Utami dengan Saman (buku yg saya punya di tahun 2001 merupakan cetakan ke-18 sejak tahun 1998), Dee dengan Supernova-nya, dan tentu saja Andrea Hirata dengan Laskar pelangi yang rasanya membuat semua orang jadi tahu di mana letak Belitong yang pake "O", bukan pake "U".
  4. Orang2 yang menerjemahkan buku, suka seenak jidat mengganti judul. Misalnya, buku Mitch Albom yang berjudul "The Five People You Meet In Heaven", judul Indonesianya menjadi "Meniti Bianglala" (?!!).
  5. Ternyata saya memang penggemar Remy Sylado dilihat dari deretan itu.
  6. Buku terjemahan tertebal yang saya punya adalah "Musashi" karangan Eiji Yoshikawa yang jumlah halamannya 1143. Sedangkan buku indonesia yang tertebal adalah "Kremil", sebuah buku sastra karangan Suparto Brata yang memiliki 782 jumlah halaman dan di-hard cover.
  7. Saya mulai berpikir untuk tidak beli lagi buku karangan penulis luar, sejak e-book-nya gampang didapat. Tapi akan selalu membeli buku karangan orang Indonesia, untuk membantu perekonomian Indonesia (halah, berat bener, tante!).
  8. Kok, buku2 LUPUS saya pada ilang? Huaaaa!!!! Kejarlah Daku Kau Kujitak.. Drakuli Kuper.. Sandal Jepit.. Makhluk Manis Dalam Bis.. Ke mana kamu??!
  9. Ternyata belom tentu buku yang terlihat tipis itu jumlah halamannya dikit.
  10. PT Gramedia Pustaka Utama, tolong bagi2 jatah untuk penerbit lain yaa..
  11. Ternyata buku2 anak keluaran Jerman itu keren2 ya..
  12. Mbak2 sama mas2 di penerbit Dian Rakyat dulu terbitin bukunya rajin, kok sekarang rada memble?

Kurang lebih begitu, Ki Sanak. Mungkin setelah mendata buku klaar, saya akan mendata E-book saya serta DVD. Namun jika saya sudah benar2 jobless, mungkin saya akan mendata pula ID3v Tag saya. Saya sarankan untuk hati2. Hal ini adalah candu! Candu! *teriak sambil nyampul buku*


Tag: buku, koleksi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

honeylizious 0 0
ngebaca ini juga canduuuuuuuuuu
honeylizious 0 0
eh pertamax aman : D
victoryrose 0 0
tipikal virgo nih mbaknya *dadah-dadah* : D
Bieb 0 0
Setuju sama no. 4
Aq merasakan kesusahan membaca "A diary of a mad bride"
Serasa baca buku yg diterjemahin pke google translate : (
Bikin males bacanya!!
Titiw 0 0
honeylizious: Haha.. Ciyee yang udah nulis buku, share suka dukanya dong di sini.. ; )
victoryrose: BUANGED. *toss virgo*
Bieb: Hooh.. Tapi kenapa novel2 dulu kok enak2 aja ya dibaca versi bahasa Indonesianya?
maharrani 0 0
Aku ngebayangin Titiw : di hari tua membuka perpustakaan keliling.

Eh kenapa harus nunggu tua Tiw, keren tuh! Menarik dan mendorong gimana gitu ; ))

Silahkan login untuk memberikan pendapat