Menjawab Kerinduan 4

Jumat, 9 Des '11 09:01

Judul film: Arisan! 2
Sutradara :Nia Dinata
Pemain   : Cut Mini, Aida Nurmala


Sinopsis: Menceritakan tentang hubungan persahabatan Sakti, Nino, Lita, Andien, dan Memey, serta tahapan selanjutnya dari kehidupan mereka


Review  : A feels Good Movie, Seperti bertemu kawan lama. Saya suka sekali kehangatan dan keakraban yang ditawarkan film ini terhadap penontonnya. Akting para castnya yang sangat natural dengan mulusnya mengajak para penonton untuk bereuni dengan kehidupan mereka. Kita diajak bukan hanya mengamati, tapi juga ikut merasakan kehangatan itu di sini. Sehingga saya bisa ikut tertawa, menangis, sekaligus merenung, sebagaimana yang para tokoh rasakan.


Tidak ada yang istimewa dari arisan! 2, kalau ingin dibandingkan dengan film pertamanya. Sekuel ini lebih simple, apabila tidak ingin disebut menyederhanakan persoalan. Namun formula yang menjadi kekuatan film pertama tetap dihadirkan sebagaimana kekuatan arisan! yang selama ini kita kenal. Sebuah Komedi satir cerdas, meski terkadang terlihat terlalu cerewet dalam beberapa scene. Sinematografinya sayang tidak terlalu istimewa.

Gagal memanfaatkan momen. Eksotisme pulau tempat Memey melewatkan masa istirahat itu tidak tereksploitasi keindahannya. Juga untuk scene Waisak di Candi Borobudur. Tidak terasa eksotis. Jika harus membandingkan, "Eat Pray Love" adalah film yang lebih berhasil mengeksploitasi eksotisme alam, makanan, dan religiusitas. Sesuatu yang juga coba dieksploitasi Nia Dinata (menurut saya) di film ini. Saya tidak mengerti teknis pemilihan kamera dan editing sebuah film. Tapi menurut saya, sang DOP dan Editor gagal mengeksploitasi keindahan tersebut.


Meski demikian, saya ingin ucapkan selamat pada Nia Dinata yang sekali lagi telah memberi saya hiburan di atas rata-rata. Selamat juga karena telah berhasil mengungkapkan kegelisahan menjelang usia paruh baya nya yang tertuang hampir di sepanjang film (religiusitas, menikmati hidup, takut terlihat tua, eksistensi, permaslahan khas Jakarta seperti gorengan plastik) dan mampu dirasakan oleh penonton awam sekalipun. Dan terakhir, selamat juga telah menghancurkan imajinasi saya yang telah terbangun tentang sosok Rio Dewanto.


Tag: Film, Nia Dinata, arisan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

fani octora 0 0
Momen WAISAK di Borobudur justru merupakan momen indah dan menyentuh bagi saya : )

Setuju banget dengan akting para pemain yang luar biasa natural dan apa adanya!
Titiw 0 0
Yak, setuju dengan fani octora. Momen waisak malah lebih menyentuh dibancing indahnya pantai di Lombok itu. Permasalahan kurang dibahas secara dalam, tapi endingnya yg satir itu dapet sih menurutku. Oh ya, pemeran terbaik di film ini ala Titiw: RIO DEWANTO. He's very natural! Or.. Is he..? : ))
Rangamaru 0 0
Haahaha... Baru ngeliat trailer-nya kemaren pas nonton SANG PENARI, tapi kaget ngeliat Rio yang diem-diem di TANDA TANYA ternyata bisa lebai ancur gitu di ARISAN 2... Kapan ya musti nonton film ini?
Bieb 0 0
Dan sepertinya semua orang setuju klo aktor terbaiknya adl RIO DEWANTO : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat