Bye Dewa 19 7
Selasa, 11 Okt '11 09:57
Dewa 19 membubarkan diri.
Entah kenapa, saya tidak terkejut membaca berita ini. Sudah bertahun-tahun rasanya saya tidak bisa menikmati lagu dewa. Kata orang, “mereka kan harus mengikuti zaman, tidak bisa stuck pada penggemar lamanya,”. Realistis alasan itu. Hanya saja saya memang rasanya tidak menemukan ‘click’ lagi saat mendengar lagu-lagu Dewa.
Tapi Dewa mempunyai warna tersendiri dalam kehidupan saya. Saya tumbuh dengan mendengar lagu Dewa. Saya mencoba memahami hidup ditemani lagu Dewa. Berlebihan memang, tapi memang itulah.
Melalui Dewa saya kenal Khalil Gibran, karena Dewa saya semakin cinta dengan Queen, berkat Dewa saya tahu obat-obatan ngak keren banget, gara-gara Dewa saya sempat tergila-gila dengan cowok gondrong dengan sedikit janggut.
Dewa sangat saya idolakan, tapi dulu.
Saya hafal lagu Dewa, tapi yang lama.
Saya punya poster personel Dewa, tapi sudah entah kemana.
Kaset Dewa saya juga sudah tidak ketahuan rimbanya.
Jika diibaratkan buku, Dewa sudah saya masukan ke dalam laci meja. Di dalam laci itu, ada sobekan karcis nonton pertama saya, ada foto narsis teman-teman SMP dan SMA, ada surat cinta yang tak terkirim, ada obat jerawat, ada surat penerimaan masuk perguruan tinggi. Biarkan buku beserta isinya terkunci di laci. Mungkin besok atau lusa, saya akan membuka dan membacanya kembali. Hanya sekedar mengingat cerita masa lalu yang tidak mungkin terulang.
Memang itu semua cerita masa lalu. Jadi kalau kemudian, Ahmad Dhani menyatakan Dewa akan menjadi band nostalgia, ya memang seperti itu kondisinya. Dewa adalah band yang besar pada zamannya. Sama seperti SLANK. Saya tidak lagi mendapatkan ‘click’ saat mendengarkan lagu-lagu Slank. Tapi mendoakan mereka ikut membubarkan diri juga tidak baik.
Dan balik lagi ke Dewa, terima kasih sudah menemani sebagian dari perjalanan hidup saya.
Lagu Dewa yang paling saya suka
gambar dari sinih
Terkait:
-
Once keluar dari Dewa 19?
Sabtu, 4 Sep '10 21:03 -
Cinta Kan Membawa Mas Dhani Kembali
Jumat, 12 Mar '10 22:54
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
pherdita: yoi banget
-
Titiw : yoi banget
-
maharrani: yoi banget
-
I wrote SYN not Tragedies: nggak ada matinya


Komentar:
Entah kenapa lagu-lagu DEWA 19 yang dulu itu lebih menyentuh jiwa, ibaratnya sebuah karya seni yang menyentuh kalbu penikmatnya, mendengarkan lagu DEWA 19 itu bisa bikin terharu dan terenyuh saking indahnya.
wah sama dong kalau lebih suka dengan lagu Dewa 19 yang lama.
Abis itu..hyaaaa..jeleknya pol!
Sedih sih...tapi aku benci Ahmad Dhani *lost focus*
maharrani: iya tuh..Dewa begitu mungkin krn ke-egoisan Ahmad Dhani
Bieb: Saya juga nonton pas di Musiklopedia, sayang ketika lagu "Permataku" Dani Spirit sepertinya sudah kehilangan 'spiritnya'. Faktor U mungkin
setelah si botak berjanggut berpolah aneh aneh
dewa hanya saya nikmati lewat nada aja
malas menyimak sepak terjangnya di media
dewa yang terbaik adalah mereka yang ada di album terbaik terbaik... bahkan bumipun merestui mereka lewat restu bumi...*halah*
setelah ari lasso keluar
dan lambang dewa berganti jadi lope2 merah bersayap
saya cuma menyimak dari kejauhan aja
gak terlalu tertarik lagi...
well farewell dewa...
*terbaik, terbaik... kupersembahkan untukmu yang terbaik...*
Silahkan login untuk memberikan pendapat