Saya juga mengajak Fahd adik saya untuk ikutan nonton. Gara-gara membawa adik saya, saya disangka sebagai tamu undangan dan boleh duduk di bangku VIP paling depan. Nyiahahahaha… tidak akan saya sia-siakan kesempatan ini.

Ceritanya tentang seorang laki-laki yang bernama Abu yang terlalu banyak angan-angan dalam kehidupannya. Dia berharap bisa menjadi seorang pangeran tampan dan bahagia karena bisa memiliki cermin ajaib yang disebut dengan Cermin Tipu Daya.


Berawal mencekam. Tegang dan berakhir dengan tragis. Tapi saya puas dan bisa mengatakan ini teater yang keren. Mereka berani menampilkan teater yag berbeda dari yang biasanya. Jarang-jarang ada adegan seorang putri duduk di bulan dan melayang ke atas.


Musiknya juga keren. Dibawakan secara langsung dan membuat semua adegan terasa sangat hidup. Tak sabar ingin menonton pementasan berikutnya.



Tag: teater, pontianak, kapai-kapai, kalimantan barat, taman budaya

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Titiw 0 0
wah, kenapa halaman ini jadi item,,? Heheeh.. wah, coba tulisan riviu pertunjukannya diperbanyak.. foto-fotonya agak burem.. Karena gelap ya..? : D
honeylizious 0 0
Titiw : eh iya ya jadi gelap, nggak ngerti nih gimana bisa berubah gitu, iya fotonya burem karena gelap....

: )
Rangamaru 0 0
Wah, menarik sekali. Akhirnya ada lagi review pertunjukan teater di CP, dari Kalimantan pula. Naskahnya saya tahu naskah lama dari almarhum Arifin C. Noer (Teater Kecil), tapi siapa atau kelompok apa yang mementaskan? Sutradaranya? Wah, seru lah pokoknya : )
cakyoh 0 0
fotonya bagus cuman karena gelap dan kemampuan kamera menangkap cahaya kurang mumpuni jadi rada buram dan bintik2..ndak apa2! lebih alami karena tidak semua foto harus bagus dan pake SLR tapi kalo foto itu mampu merekan peristiwa dan ada keterangan cerita sudah kerennn... saya sudah merasa seperti di depan panggung he2..

Silahkan login untuk memberikan pendapat