duka untuk bang ipul 7
Rabu, 7 Sep '11 18:02
''Kecelakaan itu murni karena Allah. Kehendak Allah.''
''Siapalah yang ingin kehilangan orang yang paling dicintai. Tapi kalau Allah sudah berkehendak, saya hanya ikhlas...''
''Demi Allah, waktu itu ada angin kencang yang datang begitu saja ke arah mobil kami...'' (di awal-awal peristiwa, kesaksiannya adalah bus yang hampir menyerempet, sehingga membuat dia kaget. kesaksian yang dikuatkan kakaknya si ipul. lalu mengapa masuk ''angin kencang''?)
--------
berduka untuk ipul, yang memamerkan dukanya ke mana-mana sembari pamer ''takwa'', dan ''menyalahkan kuasa tuhan'' atas kedukaan itu. pul, pul, ''takdir'' tidak bekerja dalam ruang hampa lho..
Tag: duka cinta


Komentar:
Ipul Oh Ipul..
Sebenarnya sedih gak sih tuh orang? ntar dibikin sinetronnya deh
*turut berduka buat yang meninggal, semoga amalnya diterima Tuhan YME
fadex: kata seorang teman, kalau benar dia sesedih itu, pasti sudah ga bisa bangun, terkulai di pusara, bukan bernyanyi di panggung teve. tapi bukan soal itu intinya sih, namun ''lepas tangan'' dan semata-mata ''membebankan kepada takdir''.
semoga amal ibadah almh diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan bisa ikhlas dan tabah.. amiin
Kalian pasti pernah deh ketemu sama orang yang menurut kalian dan orang lain nyebelin, tapi ya emang dia orangnya begitu. Tanpa dia bermaksud untuk jadi nyebelin..
Nah orang-orang kaya gini ada beberapa jenis.
Misalnya: orang yang terlalu terus terang saat bicara. In a way dia nggak bermaksud bikin lawan bicaranya sakit hati. Tapi ya memang dia begitu dari sananya...
Nah, Ipul ini termasuk jenis yang super extrovert.
Dia memang seneng berbagi cerita dan perasaan.
Buat dia, semua itu sama seperti bernafas..
Jadi tergantung lihatnya aja dari kacamata Ipul atau dari kacamata kita..
cuma opini aja
Silahkan login untuk memberikan pendapat