Belajar Sejarah Seni dari Film LITTLE ASHES 1

Minggu, 4 Sep '11 23:52

If I'm going to be anything more than average, if anyone's going to remember me, then I need to go further in everything: in art, in life, in everything they think is real: morality, immorality, good, bad, I, we, have to smash that to pieces, we have to go beyond that, we have to be brave. no limit. 

Itulah kata-kata pelukis Salvador Dali kepada penulis/dramawan Federico Garcia Lorca. Mereka berdua, dengan cara masing-masing, memang melampaui 'batas'. Tapi menurut saya film ini tidak terfokus pada soal moralitas, melainkan lebih pada hubungan emosional tokoh-tokohnya. Kemudian baru pada pandangan atau ideologi artistik mereka. Hal yang paling menarik saya untuk menonton film ini adalah keterkaitan cerita dan tokoh dengan orang-orang di ranah seni budaya di dunia nyata.

Film yang disutradarai oleh Paul Morrison ini berkisah tentang hubungan Dali dan Lorca. Ada juga sineas Luis Bunuel, dan disinggung juga pelukis Picasso. Cerita bermula dengan Dali, ketika itu masih mahasiswa, yang bertemu dengan Lorca di Madrid tahun 1922. Hubungan mereka menjadi sangat dekat dan cenderung romantis. Bunuel pun terdengar cemburu ketika mengangkat topik hubungan homoseksual dalam hubungannya dengan penulis Inggris Oscar Wilde. Mereka sempat berpisah karena Dali bertolak ke Paris demi karir. Lorca berkembang menjadi dramawan revolusioner dan dibunuh pasukan anti-komunis era perang saudara Spanyol.

Adegan romantis saat mereka berdua berenang di desa Cadaques, daerah asal Dali, dipotret dengan sangat puitis. Juga kesakitan akibat rumitnya hubungan kedua tokoh legendaris Spanyol ini, yaitu ketika Dali harus menyaksikan persetubuhan Lorca dengan Margarita dan Lorca, dengan besutan Katolik Spanyol, yang didera rasa bersalah. Yang terakhir tentu endingnya, silakan tonton sendiri agar tidak menyebut saya spoiler :P

Menonton film ini tidak saja memberi saya bayangan tentang latar masyarakat pada waktu itu, tapi juga fakta kecil tentang dunia kesenian. Ternyata film bisu pendek kontroversial tahun 1929 Un Chien Andalou (anjing andalusia) yang dibuat Dali bersama Bunuel, menurut Lorca, adalah ejekan yang ditujukan ke dirinya.

Dan karena batas film dan sejarah semakin kabur, saya tak kuasa untuk tidak menghubungkan Lorca dengan film lain tentang dia, semisal The Disappearance of Garcia Lorca yang dibintangi Andy Garcia, atau bahkan untuk tidak menonton film lain yang juga terikat semisal Picasso-nya Anthony Hopkins (atau film Mondigliani yang juga dibintangi oleh Andy Garcia, atau film tentang sejarah Spanyol hehehe).

Memang pengetahuan bisa kita dapat dari film. Film ini secara tidak langsung membandingkan seni untuk perubahan sosial dan seni untuk seni. Dali terkenal dengan karya-karya surrealisnya, tentu anda masih ingat dengan jam saku meleleh serta wajah dengan organ-organ salah letak. Dalam percakapan antara kedua tokoh kita, pelukis dengan kumis eksentrik ini menyebut nama Andre Breton, penulis dan penyair Prancis pencetus Surrealisme.  Sepertinya inilah mengapa Lorca, dengan drama-drama sarat kritik terhadap pemerintah, di akhir film ini merasa tidak lagi mengenali Dali. Gerakan kultural surealis, walau juga berangkat dari kritik terhadap nilai-nilai moralitas, dirasa kurang efektif untuk membawa perubahan sosial. Tak lupa elemen dan teknik surealis ini direalisasikan di salah satu adegan, satu lagi nilai tambah film berkasting keren ini.


Tag: Paris, lorca, dali, seniman spanyol, surealisme

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Titiw 0 0
Sumpah demi apa film ini tentang Dali? Cool! Wajib tonton! : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat