Ngalor Ngidul di Java Rockingland 2011 6
Selasa, 2 Agu '11 23:36
Gagal mengejar Sheila on 7, Float, dan L'Alphalpha karena macet Jumat sore yang begitu menggila. Ga gitu mudeng dengan Loudness. Cuma nangkep Minoru Niihara berteriak berkali-kali, "Thank you Jekaraddaaaa...!!" . Rasa penasaran terhadap performa Blood Red Shoes terjawab malam itu. Duo Laura-Mary Carter (vokal+gitar) dan Steven Ansell (vokal+drum) beraksi maksimal dengan musik yang ramah dicerna kuping penonton. Jadi inget sama The Ting Tings.
Thirty Seconds To Mars berhasil jadi headliner JRL11 hari pertama. Jared Leto sejatinya sosok vokalis yang komunikatif sehingga mampu menyihir lautan penonton dan membuat pantai karnaval bergetar (literary..!!). Jared berkali-kali memuji penonton JRL. Ditambah gimmick bola-bola merah dan hujan "salju" di tengah penonton. Mungkin ada yang menganggap ini berlebihan.
Hari kedua. Saya jadi saksi legenda hidup bernama God Bless. Akhirnya kesampaian juga melihat aksi opa-opa yang masih energik ini. Jam terbang yang sudah sangat panjang, terlihat kentara dari gaya panggung mereka. Saya membayangkan ketika mereka masih getol membawakan lagu-lagu berbahasa inggris di tahun 70-an. Karisma Iyek terpancar jelas walau dari jarak 150 meter. Suaranya pun masih oke. Merinding rasanya ketika "Menjilat Matahari" dan "Rumah Kita" dibawakan.
Selanjutnya meloncat ke J.U.M.P. Stage. Ada Kelelawar Malam sedang berkelebatan. Untuk mengentalkan suasana malam mencekam, mereka mengusung ke atas panggung 2 orang (atau biji) pocong dan sesosok kuntilanak. Strategi ini berhasil membuat penonton tersungging dan beberapa penonton perempuan bergidik ketakutan.Themilo jadi destinasi selanjutnya. Tahun ini mereka merilis album penuh "Photograph" sebagai teman bergalau ria.
Cokelat di Dome Stage jadi santapan selanjutnya. Tapi saya cuma bertahan 1 lagu saja. Mungkin saya termasuk Kikaniyah. Jadi Cokelat saya lepeh dan bergegas menuju Segarra Stage. Sudah ada G-Pluck di sana. Ternyata suasananya full house alias penuh sesak. Menyesal tidak datang lebih awal. Sepanjang konser diwarnai koor penonton (yaiyalah... The Beatles gitu lowwh...). Gong malam itu pastinya The Cranberries. Saya ga bisa nulis banyak tentang mereka. Yang pasti "Analyze" masih berputar di kepala sampai hari ini. Cukup untuk menjelaskan kedahsyatan mereka. Suka banget sama lagu baru mereka, "Tomorrow". Terima kasih Fergal, Mike, Noel, dan Dolores yang telah sudi bersua untuk kali kedua di Jakarta.
Hari terakhir. Buat saya /rif ga pernah mengecewakan. Live mereka terdengar lebih keras daripada versi rekaman. Terutama dari sayatan gitar Jikun. Belum kelar /rif, saya bergegas ke Radical Stage untuk comeback-nya Stepforward!! Anj*****g...!!! Jill masih sanggup growling secara baik dan benar. Puas rasanya menikmati hardcore metal seperti ini. Si "Bajingan Ibukota", Luky Annash adalah penampil berikutnya. Tampil dengan sayap kelelawar merah yang katanya untuk mengenang Amy Winehouse yang berpulang sehari sebelumnya. Jujur, sebelum ini saya sama sekali belum pernah mendengar musiknya. Tapi malam itu saya jatuh cinta dengan cara Luky mempresentasikan musik ciptaannya. Terasa emosional dan personal. Jadi teringat Ben Folds, Fiona Apple, dan Tori Amos. Great job, bro...!! Saya nantikan gig selanjutnya. Oya, Luky sempat meng-cover "Smell Like Teen Spirit" lho...
Good Charlotte. Hmmm.. saya bukan penikmat musik mereka. Yang harus diakui mereka tahu bagaimana memperlakukan fans mereka. Joel Madden malam itu mengobral pujian untuk fans GC di Indonesia. Kalo dia jadi agen asuransi atau ikut MLM pasti levelnya udah diamond. Ada lagi kejutan dari Benji Madden, sang gitaris yang menyanyikan refrain "Cinta Cenat Cenut" yang mengundang decak tawa penonton. "Nice strategy, Ben!!". Frente! jadi sesi cooling down di JRL11. Suara Angie Hart memang halus. Apalagi ketika ia tertawa terkikik. Menggemaskan! Tensi dinaikkan kembali oleh Helloween. Aneh, saya lebih menikmati penampilan mereka dibanding Iron Maiden di tempat yang sama beberapa bulan yang lalu. Aura speed metal-nya lebih merasuk. Termasuk ketika solo drum Daniel Loble yang super dahsyat. Untuk headliner paling bontot, Happy Mondays ga sempet liat karena kudu buru-buru pulang. Kalo ga nanti bisa jadi sad monday kalo bangun kesiangan.
Makasih banyak buat curipandang.com yang ngasi kepercayaan buat ngeliput. Sampe ketemu tahun depan. Ciao...!!!
Tag: musik, jakarta, java rockingland, konser cranberries, thirty seconds to mars
Terkait:
-
Vakansi Tiga Deakade untuk Selamanya
Minggu, 14 Nov '10 13:58 -
6 Hours In Jakarta with My Leica
Kamis, 19 Apr '12 18:20 -
Gaya Gaga
Rabu, 4 Apr '12 19:23
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
deadeye doll: nggak ada matinya
-
maharrani: nggak ada matinya
-
Titiw : nggak ada matinya
-
topan: nggak ada matinya

Komentar:
Eh kok aku agak menyesal nggak nonton 30STM ya..
Perlukah aku merasa menyesal?
aye, saya juga nonton frente, cuman nggak kebagian tempat, di belakang, seneng juga no time dimainin di lagu kedua..hehehe..
Dan emang bener, si Luky ini main pianonya gokil abess!!
topan: pas Helloween berdirinya di belakang banget. Kalo saya sih oke2 aja sama setlistnya. Lagu2nya sebagian besar udah familiar, jadi bisa koor bareng
Silahkan login untuk memberikan pendapat