Review Catatan Harian si Boy 4

Jumat, 15 Jul '11 15:41

Apa:
Nuke sakit keras. Barang yang selalu ia dekap di dekat tubuhnya yang sakit hanya 1. Diary mantan pacarnya. Boy. Tasha (Carissa Putri) anak Nuke merasa harus mencari si Boy ini. Si Boy yang digambarkan sangat mencintai ibunya, Boy yang tampan, jagoan, tapi juga tetep bisa alim. Dalam pencarian itulah ia bertemu dengan Satrio (Ario Bayu) dan teman-teman seganknya. Dari Andi (Abimana) yang sok playboy, Nina (Poppy Sovia) bos bengkel tempat Satrio kerja, dan Heri (Albert Halim) yang beberapa bagian di tubuhnya agak "ngetril". Dalam proses itu, Tasha juga bertemu dengan potongan masa lalu ibunya dan Boy seperti Emon (Deddy Petet) dan adik Boy (Btari Karlina).

Namun, yang namanya niat baik itu emang pasti gak selalu mulus. Ada aja halangannya. Pacar yang cemburuan, perkelahian sana sini, hingga cinta yang tak berbalas. Jadi, bagaimana kisah persahabatan mereka? Di manakah Boy? Berhasilkan mereka menemukan Boy?

Opini Titiw:
"PUNGUT!" Sepertinya akan menjadi satu pick up line yang dipakai beberapa orang akhir-akhir ini. Secara adegan "pungut" itu memang lumayan tercerap dalam otak saya yang udah lamaaaaa bangeeet gak nonton film bagus. Jadi, sekalinya nonton film yang lumayan macem Catatan Harian si Boy ini saya jadi haru-haru gemana gitchuh. Ngomongin akting.. Semua yang berperan di sini cukup baik dalam memerankan karakternya masing-masing. Kecuali: Carissa Putri. Apakah dia masih jadi ambassador tempat pengurus badan itu sehingga sepertinya dia sangat sesak dan tidak nyaman dengan badannya sendiri? Saya gak mau main fisik, tapi suaranya dia emang rada annoying. Sebelas dua belas sama Shandy Aulia.

Untuk pemeran lain, si semi bule yang jadi pacarnya Tasha juga gak oke oke banget. Tapi karena ditulis di opening "Memperkenalkan: Paul Foster" Jadinya saya lumayan maklum deh. Sedangkan Ario Bayu.. What can i say? As delicious as he can be, lah. Dan Poppy Sovia.. Hooh to the max! Kalo dia agak "belok" dikit gw kecengin dah. Ahay. Bintang 4 dari 5 buat tim wardrobe. In the other hand, kudos untuk si film maker Putrama Tuta. Baru debut udah segini? Keep up the good work, man! Yang sedikit kurang dari film ini: Soundtrack yang kurang nendang kayak Catatan si Boy. Tapi.. To sum up, ini adalah film Indonesia yang layak tonton, kalo nggak ada pilihan lain selain "Ada Apa Dengan Pocong", "Kepergok Pocong ", ataupun "Tusuk Jailangkung" yang posternya kayak kalender bergambar cowok2 gay yang dijual di Mirota Jogja.

Cocok ditonton:
Kamu yang merasa bahwa film bagus hanya bisa dibuat oleh film maker yang udah tua, kamu yang udah lama gak ke bioskop karena keki abis sama film-film yang ada, kamu yang gak pengen keliatan ketinggalan sama orang-orang di timeline Twitter kalo belum nonton film yang dipuja puji sana sini, dan kamu yang pengen tahu apa kabarnya Onky Alexander. 


Tag: Film, review film, carissa putri, ario bayu, poppy sovia

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

adestark 0 0
umm...yg jadi Emon itu bukannya DIDI Petet ya? *uhuk

dan yes, saya setuju, semua main bagus kecuali Carissa Putri. *eh....maap loh buat mbaknya : D
to Ra nt 0 0
PUNGUT!!!!!! (//`з´ )¬
maharrani 0 0
adestark: menurutku sebenernya film ini bukan remake. Tapi lebih pada regenerasi. Bridging sebelum nantinya mungkin ada sekuelnya..

dan aku berharap Carissa Puteri diganti. Emang sih dia cocok jadi cewek menye-menye. Tapi cewek menye-menye yang nggak bisa acting : D

Titiw 0 0
adestark: MUAHAHAH! Iyaaah, aku typo. Syiiit.. meeen.. *mengendap2*
to Ra nt: Pungut, kapan lu lemparnyaaa?!
maharrani: Yes it is mam. Sama sekali bukan remake. Kesian amat udah menye2 tapi gak bisa akting.. : ))

Silahkan login untuk memberikan pendapat