Musikal Laskar Pelangi yang Super Menghibur! 8
Senin, 11 Jul '11 14:37
MENGHIBUR. Itu satu kata yang dapat menggambarkan keseluruhan lakon yang berdurasi kurang lebih tiga jam di gedung teater yang saking dinginnya ruangan menjadikan saya lupa kalau masih tinggal di Jakarta. Lakon apa yang saya maksud? LASKAR PELANGI. Tepatnya, Musikal Laskar Pelangi (MLP) dimana Ikal, Lintang, Mahar, Bu Muslimah, Belitong, dan kawan-kawan merupakan serpihan-serpihan kecil yang menjadikannya sebuah cerita yang besar.
Heh? Bukankah pertunjukan ini sudah diadakan akhir tahun 2010 lalu? Betul. Dan karena banyak pihak yang meminta agar MLP diadakan lagi, maka di bulan Juli 2011 ini dari tanggal 1-11 Musikal Laskar Pelangi kembali bermain di Teater Jakarta yang masih satu kompleks dengan Taman Ismail Marzuki. Daripada bertele-teletabis, mungkin lebih baik saya mereview acara ini point per point:
- Pertunjukan yang seharusnya dimulai pukul 2 siang baru dimulai sekitar pukul 2.20. Hal ini yang masih harus dicontoh dari pertunjukan senior macam Teater Koma yang selalu tepat waktu.
- Penonton tidak boleh membawa kamera (apapun) untuk mengabadikan gambar. Aneh, karena biasanya di pertunjukan lain membolehkan penggunaan kamera selama tidak memakai blitz. Lagipula, bukankah hal ini malah mengakibatkan sedikitnya publikasi gambar bagi masyarakat, padahal seharusnya berita dan cerita mengenai MLP tersebar luas? Anyway dengan anehnya kamera saya lolos, tapi sempet kena tegor pas foto di dalem. Hoho.
- Jangan ngarep ada sinyal. At least saya pake Telkomsh*t sih busuk banget. Apakah ada jammer sinyal di sini? Bagus sih biar orang-orang nggak pada sibuk main HP. Tapi kalo ada keadaan darurat dan kita nggak bisa dihubungi gemana? Pihak gedung harus mempertimbangkan lagi hal tersebut.
- Font Laskar Pelangi pada layar pembuka mengingatkan akan font Star Wars. Muehehe.
- Siluet anak dengan sepedanya di waktu fajar cukup nendang untuk membuka pertunjukan yang banyak dihadiri oleh anak kecil piyik piyik. Saya aja yang udah nggak piyik nuraninya jadi bergetar melihat scene tersebut. *matiin vibra nurani*
- Mata saya termanjakan dengan visual apik yang disuguhkan, secara nonton di row VIP, getooh! Thanks banget buat Sari Husada dan #AkuAnakSGM atas tiket gratisnya! Kalo nggak, kapan lagi saya bisa nonton event keren gini di barisan vi ay pi?! *girank* Oya, kuping ini juga tidak iritasi dengan sound yang kurang ciamik. Jernih semuanya. Visual & sound: JEMPOL DUA BIJI. Jangan seneng dulu, ada yang dapet jempol 3 biji dari saya, yaitu: Penataan Lampu yang ada dan tiada pada saat yang tepat!
- Suara semua pemain OYEAH. Apalagi suara Ikal yang diperankan oleh Kelvin Joshua. Beli pita suara macem gitu di mana, boi?
- Frankly speaking, Dira Sugandi (Bu Muslimah) lebih sedap dipandang mata ketika ia memakai baju-baju tertutup daripada pake baju terbuka seperti biasanya dia manggung. Sebenernya banyak komen saya sehubungan dengan doi, tapi gak tega.
- Music arranger juga gak kalah ciamik di sini. Dengan sentuhan melayu yang kental bercampur suara akordeon yang khas, lagu bahagia membuat kita tersenyum, lagu sedih membuat tersentuh, dan lagu pembuka serta penutup yang dinyanyikan kuli-kuli PN Timah itu betul-betul tercerap di ingatan sampe malem! "Hoy hoy hoy hoy hoy hoy!" x)
- Bicara tentang artistik dan properti panggung.. Nggak tau lagi deh. Sederhana, namun detail, dan semuanya memiliki fungsinya masing-masing. Seperti pagar pembatas antara sekolah PN Timah dan anak-anak Laskar Pelangi yang menyimbolkan adanya jarak antara mereka? Kaleng-kaleng yang jatuh ketika Ikal merasa patah hati kepada Aling? Semuanya super!
- Masih bicara tentang properti dan saudara-saudaranya, mereka sangat jenius dengan membuat tanjakan berumput, percikan api di lampu jalan, hingga angka perhitungan Lintang saat cerdas cermat yang bikin merinding disko!
- Kudos juga saya tujukan kepada yang mengurus kostum. Sangat berkarakter, tidak kurang, tidak lebih. Bahkan kostum anak-anak itu ketika karnaval bisa saya bilang lebih bagus dibandingkan yang di film.
Semua jempol yang ada di tubuh saya, ditujukan kepada sutradara, produser, dan semua bagian dari musikal yang sangat menghibur dan bisa ditonton oleh siapapun ini. Dari semua pertunjukan teater yang pernah saya tonton, Musikal Laskar Pelangi-lah yang paling MENGHIBUR. Anak-anak yang masih libur, wajib tonton pertunjukan ini! Dan seperti kata Pak Harfan sang kepala sekolah bahwa kita harus menjadi orang yang lebih banyak memberi daripada meminta, maka dengan ini saya memberikan nilai 9 dari 10 bagi pertunjukan yang disuguhkan anak-anak dengan mimpi besar dari Kampung Belitong.
Terkait:
-
Laporan Menonton SANGKALA 9/10 (Part 2)
Kamis, 12 Mei '11 14:13 -
Laporan Menonton SANGKALA 9/10 (Part 1)
Jumat, 6 Mei '11 14:03 -
Menunggu ONROP! Musikal
Senin, 10 Mei '10 11:35
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Bieb: jadi penasaran
-
maharrani: yoi banget
-
Ekky Fajar Gemilang: jadi penasaran
-
AndriaGutama: jadi penasaran
-
ayupramudita: nggak ada matinya
-
bimasena: jadi penasaran
-
I wrote SYN not Tragedies: keren

Komentar:
Tapi somehow..tetep aja nggak kepengen nonton
*disambit Pelangi sama laskar*
maharrani: Haha.. Somehow aku ngerti kok kenapa kamu gak kepengen nonton..
dan sampe sekarang masih teringat betapa sempurnanya pertunjukan ini...
recomended buat di tonton!!!
ah ya...
satu yang membuat saya kagum selain artistik dan properti panggung...
SEMUA PEMAIN KAYANYA BISA NYANYI YE?
bukan bisa ding...
SUARANYA BAGUSS!!!!!!
sumpah!!!
bimasena: WAJIIIB NONTOOON!
I wrote SYN not Tragedies: BISA NYANYI BANGEEEET!
Silahkan login untuk memberikan pendapat