Dewi Perssik dan Keperawanan Itu 6

Senin, 13 Jun '11 14:45

Apakah kriteria umum, normal, dapat dikenakan pada Dewi Perssik? Tentu tidak. Melihat kiprahnya selama ini, yang selalu bertautan dengan kontroversi, memicu dan memacu konflik, ukuran ''kenormalan'' tampaknya telah lama diogahi mantan istri Saipul Jamil itu. Dia bergerak bebas, tanpa ikatan ''kepantasan'' yang diakui dan diugemi khalayak, dan melesat dengan segala ''pemaknaan'' pribadi. Dewi, secara tanpa sadar, telah menciptakan ukuran nilai dan kepantasan sendiri, dan terkadang, membenturkannya dengan nilai yang dimiliki khalayak.

Tentu, kadang dia terjerembab. Tapi Dewi bangun, melontarkan argumentasi baru, dan mencueki penilaian-penilaian umum tadi. Dia tak pernah ambil pusing, bergerak terus, menyanyi, bekerja, dan tetap dengan skala prioritas, memicu kontroversi.

Jadi, ketika tiba-tiba dia mengumumkan akan kembali perawan dengan tindak operasi di Singapura, kabar ini tak lagi mengejutkan. Meski, dia membumbui keinginan itu hanya karena tantangan KK Dheraj, yang memproduserinya dalam film Pacar Hantu Perawan.

''Emang awalnya ditantang sama dia, KK Dheraj, 'dengan honor Rp 1 milyar kalau berani operasi keperawanan'. Rp 1 milyar bukan angka yang kecil, tapi belum tentu semua orang mau menerima tantangan ini kan," ucap Dewi Perssik, santai.

Cukup? Belum. Janda Aldy Taheer ini pun memberi bumbu baru. Dia berani untuk kembali perawan atas dorongan Vicky Vette, bintang porno Norwegia, yang menjadi rekannya di film tadi. Masih kurang gurih, dia ciptakan pesona, kalau yang mengembalikan keperawanannya bukan dokter lokalan semata.

''Dokternya dari Mesir. Begitupun operasinya, dilakukan di sana. Bukan nggak percaya dengan medis di sini, tapi mungkin peralatan di sana lebih canggih saja.''

Umpan Dewi untuk memicu pemberitaan berhasil memang. Tapi tidak seramai seperti ketika dia berfoto telanjang dada, atau cakar-jambak dengan Julia Perez.

''Keperawanan'' Depe ternyata hanya memancing komentar beberapa artis saja, semacam Vicky Nitinegoro, atau Lula Kamal. Lula yang juga seorang dokter, cukup hati-hati menanggapi keperawanan kembali Depe. ''Jika buat menyenangkan suami, operasi keperawanan tidak mengapa. Tapi jangan untuk menipu,'' katanya.

Intinya, karena itu polah Depe, maka tak ada yang menanggapi dengan serius. Karena, jika terlalu serius mengomentasi Depe, hasilnya bisa jadi akan seperti bola pingpong, perang argumentasi, yang seperti biasa, akan sangat dinikmati si goyang ngepeer asyik itu.

Uniknya, dalam situasi inilah, dr Boyke yang ahli seputar seks berkomentar cukup ''panas''. Dia menyayangkan, mengapa Depe sampai perlu melakukan hal itu. Menurutnya, Dewi tak memenuhi kriteria untuk melakukan operasi keperawanan, entah itu dengan metode hymenoplasty ataupun vaginoplasty. Dengan gamblang, dokter Boyle menjelaskan, kriteria free sex cocok untuk hymenoplasty, agar saat menikah dapat berdarah sebagai bukti perawan lagi. Sedangkan vaginoplasty lebih untuk ibu yang telah melahirkan, dan ingin merekonstruksi vaginanya agar kembali ke kondisi semula, seperti sebelum dilewati bayi.

Dewi tidak layak melakukan, karena tak memenuhi kedua syarat itu. Dia bukan pelaku seks bebas, dan belum juga melahirkan meski sudah berkali menjanda.

''Dua kriteria ini kan nggak ada yang masuk untuk Dewi Perssik. Komentar saya, kenapa melakukannya? Sayang, buang uang dan kenapa jauh-jauh melakukannya di luar? Di Indonesia pun banyak ya?" sesalnya.

Boyke juga meyakinkan, karena dua kriteria itu tidak ada pada Depe, maka hasil dari tindak operasi itu tidak akan memberi efek seperti yang dia inginkan.

Tapi, di sinilah letak masalahnya. Boyke mendudukkan Depe dalam ''kriteria'' pada umumnya, sehingga berlaku hukum pantas dan tidak, penting dan tidak, bermanfaat atau sia-sia. Padahal, untuk Dewi, tindak yang acap dia lakukan justru untuk menabrak ukuran kepantasan itu. Jika dia suka, akan dia lakukan, berguna atau tidak, pantas atau tidak, bahkan jika pun sia-sia, dia tak akan menyesalinya. Bagi Dewi, sepertinya, tak ada tindakannya yang jadi sia-sia, sepanjang media mau memberitakannya, dan merangkumnya dalam album kontroversi. Menjadi percakapan publik, dikomentari, itulah tujuan Dewi. Sama seperti sebagian orang yang mabuk media sosial, semacam Fesbuk atau Twitter, yang menuliskan hal-hal tak penting, semata-mata hanya untuk berharap dikomentari. Dewi, seperti juga mereka yang ''mabuk'' Fesbuk, adalah pengagum atas dirinya sendiri.

Itulah sebabnya, Dewi menikah dengan Saipul Jamil, dan lalu bercerai, seperti tanpa sisa luka. Lalu menikah siri dengan Aldy, dan berpisah begitu saja, dengan alasan-alasan yang kadang membuat tertawa. Maka ketika dia meramaikan media karena berpacaran dengan Nicky Tirta, semua pun tahu, Dewi hanya tengah merenda cara untuk kembali menguasai media. Kecintaan dan percintaan Depe yang utama adalah untuk dan demi dirinya. Dia telah membuat dirinya menjadi pusat edar dari segala hal, dan karena itu, dia yang menggerakkan semua, termasuk ''menciptakan'' norma, melanggar tabu dan susila, dan melenggang dengan semesta cerita kontroversial yang dia reka. Dewi akan abadi di dalamnya. Polahnya, tak perlu dicerca, tak perlu dicerna.

 


Tag: seks, dewi persik, depe, saipul jamil, perssik, goyang ngebor, perawan, moral, nilai, antarberantah

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Titiw 0 0
"Dewi hanya tengah merenda cara untuk kembali menguasai media". Ahh.. Kalimat yang manis om.. Lanjuut! : )
fadex 0 0
kira-kira, masa edar dewi yang satu ini berapa tahun lagi ya?
Bieb 0 0
setujuuuu..!!!
Dy memang cm cari kontroversi. Dy seneng klo diomongin. Walaupun ttg kejelekannya. Itu artinya dy masih diingat. dan..bener2 ga penting kan..?! cuiihh...
ibhe 0 0
Dedi Corbuzier pernah bilang: Ketika orang-orang membenci anda, berarti anda sudah sukses

are they? : )
langit bara lazuardi 0 0
Titiw : lanjut ke mana? : D

fadex: ya masih lama, kan bisa operasi berkali-kali lagi, : ))

ibhe: setuju!! sukses dibenci kan, maksudnya? : p
Sundea 0 0
"Polahnya, tak perlu dicerca, tak perlu dicerna."

Love the quote =)

Cuma ada bagian dari diri DP yg kayaknya naif. Somehow Dea ngerasa dia orangnya sebenernya tulus, meskipun output-nya agak rimba ...

Silahkan login untuk memberikan pendapat