Review Film Tanda Tanya "?" 18

Jumat, 15 Apr '11 17:27

Apa: Di suatu daerah kecil di kota Semarang, tinggallah berbagai macam manusia dengan latar belakang yang berbeda-beda. Menuk yang beragama islam dan memakai jilbab, bekerja di restoran Cina engkoh yang menjual makanan halal & non halal. Rika yang dijauhi orang-orang karena menjadi janda dan pindah agama menjadi Katolik, sedangkan anaknya Abi tetap menganut Islam. Persoalan demi persoalan bergulir, persamaan dan perbedaan dipertanyakan. Namun, dari apa yang dipertanyakan, apakah bisa hal tersebut melebur menjadi cinta dan kedamaian?

Opini Titiw: Setelah menyutradarai Sang Pencerah yang berbau islami dan surprisingly sangat bagus, kembali ia menyuguhkan sebuah film satire yang cukup baik. Untuk kalian yang biasa menonton film rumit & SANGAT-BAGUS-SEKALI-ALA-HOLIWUT, mungkin film ini terlalu cheesy, atau biasa banget. Namun menurut saya, film ini adalah satu gebrakan baru di Indonesia. Film ini mengajarkan bahwa berbeda tidak harus bersatu, namun tetap bisa tersenyum dan bergandengan tangan bersama.

Cast yang dipilih pas, dan akting mereka pun tidak berlebihan, meskipun pastilah ada beberapa adegan yang dinilai lebay oleh para pengkritik film yang kebanyakan menonton DVD-DVD bajakan berstempelkan 4 bintang dari Roepert & Ebert. Film ini Islam, sekaligus Kristen, sekaligus Cina, sekaligus Jawa, sekaligus miskin, sekaligus kaya. Sekali lagi, saya harus angkat topi untuk Hanung Bramantyo.

Cocok ditonton: FPI, MUI, mereka yang menganggap jalan menuju surga adalah dengan cara kekerasan dan pemaksaan, anak-anak yang jiwanya masih bersih tanpa ada bisikan dari kanan kiri, siapapun, dimanapun, tanpa ada tendensi apapun. Lakum Dinukum Waliyadin.


Tag: Film, Hanung Bramantyo, review

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

honeylizious 0 0
no komeng no komeng


*kok masih komeng*

Kenapa harus meributkan film ini haram sedangkan kuntilanak kesurupan? eh.. bener gak ya judul pelem terbaru sekarang yang itu?
honeylizious 0 0
ya ampun kepencet padahal belum selesai

maksudnya begini lo ya...

kenapa film ini diharamkan sedangkan film hantu2 yang bergentayangan di bioskop itu dihalalkan?

apakah tidak ada adegan hot dipelem ini ya? makanya jadi diharamkan?
maharrani 0 0
Seperti kata Titiw : film ini cocok ditonton sama mereka yang dengan begitu mudahnya diprovokasi. Dikelitikin pakai isu perbedaan langsung merusak..cih..

Ingin rasanya bikin kelompok konspirasi. Menculik mereka lalu membrainwash mereka dengan film ini.

Layak tonton!
Rangamaru 0 0
Wah... Mumpung masih maen di Gandaria City, nomat 15 ribu : p

Hmmm.. Mungkin ini CRASH-nya Paul Haggis versi Indonesia yang lebih tentang agama daripada ras ya? Jadi inget kasus pemuda-pemudi ormas Islam entah di daerah mana (Cirebon kalo gak salah?) yang memrotes poster film CRASH karena (kata mereka) ada Sandra Bullock berpelukan dengan lelaki, haram.

Padahal itu bukan Sandra Bullock tapi Thandie Newton (aktris kulit hitam) yang di dalam adegannya baru diselamatkan Matt Dillon dari dalam mobil yang terbakar (berdecak kagum pada ke-sotoy-an orang-orang itu).

Profisiat buat Mas Hanung!
to Ra nt 0 0
Gw masih berantem masalah film ini di rumah sebelah (BF) dan juuru aja, gw setuju banget sama Titiw di sini: [ meskipun pastilah ada beberapa adegan yang dinilai lebay oleh para pengkritik film yang kebanyakan menonton DVD-DVD bajakan berstempelkan 4 bintang dari Roepert & Ebert. ]

Seriously, is it that hard to enjoy an effort that goes a bit better than most of people attempt to do? Meh.

I really enjoy this movie. Not the best thing ever, but it is good.

And gw sangat-sangat suka sama Surya : )).
deadeye doll 0 0
to Ra nt: yes i follow the feud next door : D
langit bara lazuardi 0 0
sayang, film ''yang memuat semua agama'' ini diindikasikan plagiasi dari novel karya lan fang, dan tak pernah ada konfirmasi mengenai hal itu. di milis dan di fesbuk lan fang tengah ramai dan banyak yang bersepakat bahwa film ini penulis skenario dan sutradara tidak berlaku jujur di dalam karyanya..

dan akan kita lihat apa tindakan lan fang berikutnya...
to Ra nt 0 0
deadeye doll: males nerusin. Beneran.
deadeye doll 0 0
to Ra nt: di sini mah aman Kang, ga pada nonton depidi cap bintang empat.. (soalnya pada hobi donlod)

karena blom liat, apakah ada yang mau janjian nonton pelem ini sama saya? Nanti tiketnya diganti abis gajian ya
*lanjut ngelap pajangan*
nyun 0 0
best part from the whole movie : Ping Hen buka baju.. *mimisan* : ))
Titiw 0 0
mas Bara Lazuardi: oh, aku malah baru denger tuh perihal jiplak menjiplak. Apa karena ketutup sama haram mengharam yah..?

Tora: Iyah aku udah baca di lapak sebelah.. Riot banget yak.. Agak kamse gitu jadinya si oknum yg buanyak banget nonton "film kelas atas" ituh. Mungkin dia iri krn hanung gak menyasar penonton2 seperti dia.. Haks..
Titiw 0 0
mas Bara Lazuardi: oh, aku malah baru denger tuh perihal jiplak menjiplak. Apa karena ketutup sama haram mengharam yah..?

Tora: Iyah aku udah baca di lapak sebelah.. Riot banget yak.. Agak kamse gitu jadinya si oknum yg buanyak banget nonton "film kelas atas" ituh. Mungkin dia iri krn hanung gak menyasar penonton2 seperti dia.. Haks..
sofie 0 0
woooo, serius nih asalnya dari tulisan lan fang?
hmmmm, karena aku bukan fpi dan mui jadi aku gak perlu nonton ini kan ya? hakhakhak : p
maharrani 0 0
sofie: kamu memang bukan FPI dan MUI tapi Titiw : lupa menuliskan bahwa film ini juga wajib ditonton oleh penyuka Rio Dewanto *uhuk*
Titiw 0 0
maharrani: Muahahahahha.. touhe, nak! : ))
Titiw 0 0
Ok. typo. TOUCHE. *ngilang*
warm 0 0
belom nonton : ((
sofie 0 0
maharrani: nggggg, tapi aku gak tau siapa itu rio dewanto : )) . sapa sih? cakep yak?

Silahkan login untuk memberikan pendapat