Syahrini dan Kulit Kacang 13

Kamis, 24 Mar '11 13:01

Yang mulia dari dirimu bukanlah di mana posisimu saat ini melainkan bagaimana caramu meraih posisi itu.

Syahrini, barangkali, tengah menegaskan hal itu ketika berkata, ''Kesuksesan aku bukan karena bantuan manusia. Ini pemberian Tuhan.'' Dia seperti memberi makna bahwa sebagai ''pemberian Tuhan'', anugerah, tentu sukses itu dia dapat dengan jalan yang benar dan halal. Ada proses yang tidak melanggar dari rambu yang dipatok agama. Tak heran juga, seusai kematian ayahnya, Syahrini pun selalu berkata dengan mata yang menerawang, ''Papa selalu mengingatkan aku agar ingat salat, dan menutup aurat.''

Tapi tentu kita juga tahu, Tuhan bekerja bukan dengan cara yang bisa selalu diurutkan dalam logika. Dia memberi, terkadang, lebih sebagai misteri, bukan ''upah'' atas kepatuhan kita. Dan karena itu, ''pemberian Tuhan'' tidak selalu berbanding lurus dengan ''kesetiaan di jalan-Nya''. Kausalitas, sebab-akibat, pilih kasih, pamrih, adalah pikiran manusia. Dia bekerja dengan cara-Nya sendiri.

Karena itu, bisa jadi ucapan Syahrini, ''Kesuksesan aku bukan karena bantuan manusia. Ini pemberian Tuhan'' bukan semata memuliakan Yang di Atas, melainkan dan terutama, untuk mengeliminasi kata sebelumnya, ''bantuan manusia''. Dan kita tahu, kalimat ''bersayap'' itu mengarah kepada Anang. Apalagi, dia memberi jelas dengan kalimat sebelumnya, ''Seorang perempuan juga bisa punya semangat juang tanpa suport dari orang lain.''

Tanpa suport orang lain? Syahrini jelas ''lebay''. Tapi kita dapatlah memaafkan hal itu. Dia tengah berada di posisi puncak, kerap disorot media, dan itu dengan semacam ingatan, ''Kesuksesanmu karena Anang''.

Dulu, sebelum ''bercerai'' dari Anang, tak ada bantahan darinya. Sembari bergayut manja, atau melempar senyum, kadang lirikan ''gimana gitu'', dia akan berkata, ''Mas Anang mengubah hidup saya...'' atau kalimat pujian dan pengakuan sejenisnya. Tapi kini, ketika ''talak'' telah terjadi, Syahrini bergegas menghapus jejak Anang dalam dirinya. Penghapusan itu bahkan tidak cukup dengan dua kalimat negasi di atas, tapi juga dalam bentuk lagu, ''Kau yang Memilih Aku''.

Lagu yang ''menyerang'' tentu, meski dengan nada-nada sendu. Dengar liriknya, ''Kau yang telah memilih aku/ kau juga yang sakiti aku/ Kau putar cerita/ sehingga aku yang salah// Kau selalu mempermainkan wanita/ Kau ciptakan lagu cinta/ hingga semua tahu/ kau makhluk sempurna//".

"Ini kisah nyata, di mana aku lakonnya. Aku yang merasakan feel lagu ini. Aku memang mau curhat lewat lirik yang indah. Lirik yang frontal sebenarnya. Pengalaman hidup secara personal," kata Syahrini, usai menjadi bintang tamu acara ''Dahsyat'' di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (21/3).
''Menghapus'' masa lalu, atau rekam jejak seseorang di dalam karier, bukan hal tabu dalam dunia industri. Penghambaan dan kekaguman pada diri sendiri terkadang menjadi titik didih yang tak terkendali. Proses, yang menisbatkan keterlibatan orang lain, kadang disembunyikan, atau tak diakui. Jika pun terucap, lebih sering terasa sebagai basa-basi. ''Aku bisa karena perjuanganku sendiri'' dijadikan mantra justru ketika tengah berada di puncak.

Syahrini, dengan ''Seorang perempuan juga bisa punya semangat juang tanpa suport dari orang lain'' berada dalam euforia itu. Dia dalam situasi tertekan, ketika publik ragu, akankah tanpa Anang popularitas yang sama dapat dia genggam? Karena, bertahun sebelumnya, Syahrini bukanlah siapa-siapa. Dia adalah sosok yang dipilih Anang untuk ''memerisai'' diri dari luka Krisdayanti. Dia dipilih Anang untuk menambal separuh jiwanya yang telah pergi. Syahrini ''hadir'' di saat yang tepat ketika Anang juga ingin menghapus jejak Krisdayanti yang ''tak mampu setia''. Dan kini, Syahrini membalik posisi itu, dia hapus bekas Anang di dalam dirinya karena ''Kau selalu mempermainkan wanita''.

Ya, berbalas pantun, saling sindir, biasa dalam industri musik kita. Ada lagu ''Jandamu'' berbalas ''Dudamu''. Seperti juga ''Pengkhianat Cinta'' Maia Estianti yang berbalas ''Kau Tusuk Aku dari Belakang'' Dhani. Jadi, jika Anang membuat ''Jangan Memilih Aku'', bukan hal aneh muncul ''Kau yang Memilih Aku''. Masalahnya, jika Maia, seburuk apa pun hubungannya dengan Dhani, tak pernah menghapus jejak ''sang guru'', Syahrini justru berbeda. Dia ''nekad'' menghilangkan jejak Anang, meski, tanpa sadar justru mengakui hal itu secara lebih benderang.

Frasa ''bukan karena bantuan manusia'' dan ''tanpa support orang lain'', justru dia bantah dengan ''Kau yang telah memilih aku''. Sebagai yang ''dipilih'', Syahrini bukanlah subjek, melainkan objek. Dan kita tahu, objek selalu melekati subjek baru bisa berfungsi. Dengan kata lain, jika objek sukses, maka kesuksesan itu tentulah sekadar nimbrung, nunut, terikut oleh kerja subjek. Dan objek tak akan mungkin bisa mengklaim ''kerja'' atas nama dirinya sendiri.

''Kau yang memilih aku'' menjelaskan tentang diri yang tak memiliki hak untuk mengelak, hanya menjalani, menerima. Dan jika Syahrini mengakui bahwa dirinya hanyalah sosok yang dipilih maka secara tegas dia pun ''mengatakan'' kesuksesan itu bukanlah kerjanya, meski dapat menjadi bagian dari haknya.

Sayang, dalam euforia untuk menunjukkan diri dapat berarti tanpa orang lain dan akar kesilaman, Syahrini lupa kontradiksi itu. Dia membawa nama Tuhan untuk ''mengemplang kuasa'' Anang, karena hanya itu cara terindah yang bisa dia lakukan. Tapi, dalam euforia, terkadang hal kecil dapat memupus ''skenario'' indah itu. ''Kau yang memilih aku..'' adalah pernyataan bahwa aku tak akan berarti tanpa dirimu. Aku tak pernah meminta, tapi kau pilih, kau beri... sebuah situasi yang pedih, kesadaran non-eksis.

Tapi, yang mulia dari dirimu bukanlah di mana posisimu saat ini melainkan bagaimana caramu meraih posisi itu. Syahrini mencoba menghapus ''cara'' dia mendapatkan posisi sekarang. Dan itu benar, karena sebelumnya, sebagai sosok yang ''dipilih'', dia tak tahu cara dan metode itu. Kini ketika dia harus bergerak sendiri, tanpa Anang, wajarlah jika dia hanya dapat pasrah kepada Tuhan.

Kacang bisa mengabaikan kulit tapi kulit tak dapat melupakan kacang. Untuk Syahrini dan Anang, keduanya memilih jadi kacang...

 


Tag: bintang, anang, entahlah, syahrini, karier, mulia, dendam, syarat, dan lainnya

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

fadex 0 0
fotonya menggemaskan : D
Titiw 0 0
Kalimat ini: POL! "Kacang bisa mengabaikan kulit tapi kulit tak dapat melupakan kacang. Untuk Syahrini dan Anang, keduanya memilih jadi kacang..."

Mungkin aku kurang update ya.. tapi sebenernya mereka udah gak bareng lagi itu keinginan kedua belah pihak atau dari Anangnya sih..? Mohon pencerahan kak..
iPuts Luv 0 0
Titiw : kayanya emg belom ada statement yg jelas siapa yg ngajak pisah..

tp kalo berdasarkan kesaksian anang, ini murni bisnis dan soal dunia musik belaka..jadi kenapa anang pilih cewek lain, yah karena emang perlu buat sesuatu yg baru, dia ngerti mengekspos sesuatu terus-terusan bisa bikin basi..

yah gitu kali ya kira-kira, gatau juga sih : D
sofie 0 0
kemaren baru denger lagu baru syahrini, yang kayaknya bakal ngehits beberapa hari ke depan di acara gosip, akibat liriknya yaaaaang sudah pasti akan disangkutpautkan dengan 'mantan pasangannya' *muka datar*
langit bara lazuardi 0 0
Titiw : gosipnya, anang yang ''melepas'' karena ada ''sesuatu'' yang menurut dia seharusnya ''tak pantas'' dilakukan syahrini... gosipnya lho : ))

sofie: lagunya ga asyiikk kok.. hanya akan jadi ''hiasan'' infotainmen aja.. enakan lagu dangdut anang-ashanty, hahaha
to Ra nt 0 0
Kontrak 200 yuta itu sudah lewat masanya yah? : ))
maharrani 0 0
Syahrini sama Anang itu padahal cocok banget menurutku
Chemistrynya dapet
Beda sama pasangan duetnya yang sekarang..
Kelihatan palsu gitu...
Bieb 0 0
setuju sama maharrani Syahrini sama Anang emang terlihat lebih cucok
Titiw : denger2 sih...si Syahrini yg melepaskan diri, krn konon kabarnya tidak ada transparansi masalah pembayaran Syahrini. gituh...
langit bara lazuardi 0 0
Bieb: manager mereka berdua itu adik syahrini kok, jadi pasti tidak menyangkut keuangan, hehehe... tapi soal hati, karena ashanty pun dipilih anang untuk menghapus jejak syahrini...

maharrani: setuju! meski lebih klap-klip, syahrini memang cucok kok sama anang... tapi ashanty --yang berdarah campuran-- lbh cocok untuk menandingi raul gaonzales : )) : ))

*jadi ngegosip ga jelas : D*
sofie 0 0
langit bara lazuardi: apakah sesuatu yang'tidak pantas' dilakukan oleh syahrini itu? *gaya mbakpenirose*
langit bara lazuardi 0 0
sofie: ya kelanjutan dari ''foto2'' versi bali with bule itu, hahaha...
sofie 0 0
langit bara lazuardi: ealaaaaahh, ternyata si mantan pasangan syahrini tu cemburuan gelaaaaa : ))
Matt Zammy 0 0
Kacang bisa mengabaikan kulit tapi kulit tak dapat melupakan kacang. Untuk Syahrini dan Anang, keduanya memilih jadi kacang...

Kacang.. kakean cangkem? : p

Silahkan login untuk memberikan pendapat