Absurditas di 6

Kamis, 10 Feb '11 18:09

Kebanyakan sinetron adalah pembodohan? I second that.

Anda tentu tahu bahan-bahan utama untuk sinetron Indonesia, yaitu: kecantikan/ketampanan, percintaan yang mustahil, perebutan harta dan sakit/kecelakaan. Campurkan bahan-bahan utama tersebut dengan pertukaran bayi dan alur cerita yang maju mundur, maka didapat sinetron Putri yang Ditukar.

Selamat datang di dunia Putri yang Ditukar. Sebuah dunia di mana kota hanya selebar daun kelor. Tokoh-tokohnya selalu ketemu secara "kebetulan" di cafe yang sama, sudut taman yang sama dan rumah sakit yang sama. Inilah dunia di mana setiap masalah diselesaikan dengan amarah dan mengulang-ulang pertanyaan yang itu-itu saja. Tokoh-tokohnya tidak pernah tampak bersekolah dan bekerja, mohon jangan bertanya mereka dapat uang dari mana. Saya juga nggak tahu.

Secara umum tidak banyak yang berbeda antara sinetron ini dengan sinetron lainnya. Satu hal yang istimewa adalah frekuensi dan durasi tayang yang luar biasa. Sejak minggu lalu, sinetron ini muncul di RCTI setiap hari selama 3-4 jam. Padahal ceritanya cuma pengulangan masalah yang itu-itu saja. Bila ada hal yang saya kagumi dari sinetron ini, itu adalah "kreativitas" penulis skenarionya memunculkan tokoh dan konflik baru demi mencegahnya selesai lebih cepat. :mrgreen:

Rasanya lucu kalau ada orang kaya (jadi bos perusahaan mestinya pinter dong ya?) yang dengan mudahnya percaya pada kata-kata musuhnya begitu saja. Di jaman Tes DNA sudah ada, kok ya masih menyandarkan kebenaran pada cap kaki bayi? Cetakan kaki lho, bok.. Setelah segitu seringnya dijahati oleh si ibu tiri, kok nggak terpikir untuk lapor polisi? Kadang tokohnya terlalu asyik bicara sendiri setelah dibohongi, sampai lupa ada HP yang bisa dipakai untuk konfirmasi.

Dengan sekian hal absurd yang tersaji, kenapa masih ada yang menonton sinetron ini? Belum tentu karena jalan ceritanya yang istimewa, atau akting pemainnya yang luar biasa. Ya karena memang tidak ada di sana. Setelah cerita yang ngalor ngidul ngulon ngetan, alur dan karakter yang di luar nalar, penonton penasaran bagaimana masalah mahapenting satu itu akan terjawab: membuktikan bahwa Amira dan Zahira MEMANG ditukar.

Melihat perkembangan yang terjadi, tampaknya Putri yang Ditukar belum akan selesai minggu ini. Sedangkan beberapa orang sudah prihatin dan kasihan pada para artis yang "terpaksa" syuting kejar tayang demi durasi 3 jam setiap hari. Tegakah anda melihat mereka mengulang adegan tangis dan ketakutan karena ancaman pembunuhan yang terus datang dari tokoh-tokoh barunya? Bila tidak, coba simak Gerakan Koin untuk Artis Putri yang Ditukar.

Tapi.. pilihan ‘kan ada di tangan kita, remote control pun bisa ditekan kapanpun juga. Kalau tak suka ya pindah saluran saja, why so serious?

Well, ini adalah pendapat pribadi saya. Sekarang sinetron Indonesia memang baru bisa segitu aja, tapi saya percaya potensi pekerja sinetron Indonesia belum keluar semuanya. Kita hanya perlu percaya dan tak berhenti mendukung mereka. Tonton karyanya dan kritik. Tonton karyanya dan kritik. Tonton karyanya dan jalan lupa untuk memuji. :)

Sumber gambar: fan page Gerakan Koin untuk Artis Putri yang Ditukar
Baca juga:

1. Antara Mamah, Diriku dan Putri yang Ditukar
2. Itikkecil dan Sinetron

Ditulis juga di blog nonadita.com


Tag: sinetron, nikita willy, Putri yang Ditukar, Glenn Alinskie, Yasmine Wildblood, Koin yang Ditukar

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

deadeye doll 0 0
#pertamax #oot Seorang teman pernah menyarankan agar judulnya diganti di season berikutnya, menjadi "putri yang tertular". Ceritanya tentu soal wabah dan zombie. Dari list penCuripandang,saya bisa mendapatkan 3 nama calon penonton untuk tema di atas : D
capturedlilac 0 0
cuba tukar judul jadi istri yang tertukar... biar si pemeran pria lebih asoy hihi.. sinetron indonesa semacam vetsin yak.. bikin bego : p
ibhe 0 0
deadeye doll: I second that!
fairyteeth 0 0
makanya saya selalu menyebutnya Shitnetron... untung nyokap gak tergila2 menonton shitnetron sebagimana ibu2 lainnya, dan untung saya tidak terkena wabah demam putri yang ditukar karena lebih suka menonton film2 terbaru di bioskop... amiiin #eh
Bieb 0 0
hahahahaha...
Ini sinetron bagaikan krisis identitas... : ))
Bersyukur ada side job di malam hari jdnya ga perlu nonton sinetron : D
I wrote SYN not Tragedies 0 0
lama lama saya malah mikir
sinetron itu ada
untuk saya caci maki : ))
makin kesini makin edan!!!

bayangin, serial di amrik sana
itu juga sinetron kan ya?

tapi kok bisa bagus gituh
bisa ber season2

euh tersanjung juga berseason2 sih

tapi...


ah sudah lah...

: ))

Silahkan login untuk memberikan pendapat