(Bukan Beranak) Dalam Kubur 10
Selasa, 21 Des '10 21:29
Gelap. Sempit. Pengap. Panik. Paul Conroy (Ryan Reynolds) siuman dari pingsan. Dia mendapati dirinya terbaring dalam sebuah peti mati kayu. 'Masih untung', ia dibekali sebuah zippo dan cell phone. Paul harus berpikir cepat karena ia tahu punya waktu terbatas. Batere cell phone-nya. Gas di zippo. Dan persediaan oksigen yang akan menipis.
Pertanyaan penonton pasti "Siapa yang akan menghubungi atau dihubungi oleh Paul melalui cell phone-nya?", "Bagaimana usaha-usaha Paul agar bisa lolos dari peti mati?", "Kenapa ia dikubur dalam peti mati?", dan yang paling esensial, "Bisakah ia keluar dengan selamat?"
Semua tabir akan terkuak seiring bergulirnya kisah film ini.
Plot selanjutnya ga bisa ditulis karena akan men-spoiler keseluruhan cerita.Sebenarnya adegan opening-nya yang brilian sudah mampu menggambarkan isi film sekaligus menggedor rasa penasaran. Paling ga saya kasih bocoran kalo setting Buried 100% ada di dalam peti mati! Buat yang menderita claustrophobic (takut pada ruang sempit) jangan coba-coba nonton Buried. Seriously.
Bocoran kedua, semua yang dialami Paul bukanlah mimpi. Jadi penonton ga usah kuatir kecewa kalo membayangkan ending-nya Paul bangun dari mimpi buruknya (menurut saya ending semacam ini cemen banget, terlalu gampangan).
Salut buat pihak rumah produksi yang berani membuat film sepanjang 90 menit dengan setting di dalam 1 kotak sempit berukuran 2x1m. Jarang ada film yang seperti ini. Tantangannya tentu saja bagaimana cara membuat penonton tetap terpaku selama durasi film.
Mereka harus mengandalkan 2 hal. Naskah dan aktor. Dan dua-duanya berhasil. Naskah bisa menuntun penonton menuju akhir yang mengejutkan. Ryan Reynolds bisa dibilang tampil solo di film ini. Dia tampil meyakinkan sebagai korban penculikan yang tidak berdaya namun tidak mau menyerah begitu saja.
Wajib tongton untuk penggemar film thriller (dan fans Ryan Reynolds tentunya).
Tag: Film, ryan reynolds, review, thriller
Terkait:
-
Kisah Cinta Terlarang Vampir Cilik
Jumat, 7 Jan '11 18:53 -
Splice: When Human Play God
Senin, 12 Jul '10 19:36 -
BATTLESHIP: Manusia Versus Alien Di Laut
Kamis, 12 Apr '12 00:51
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
fairyteeth: jadi penasaran
-
Sundea: keren
-
Titiw : jadi penasaran


Komentar:
Film ini motret bagian kecil yg dramatis dari realitas besar. Tadinya Dea kira ini jenis film "American Dream", ternyata dia nggak ngebela siapa-siapa, adil, dan mencoba memahami posisi setiap orang.
Hmmm ... iya, kalo dibahas semua di sini, entar nggak seru lagi buat yg mau nonton.... hehehe ....
Sundea: Betul, film ini bisa memotret realitas yang sebelumnya tidak kita ketahui.
Semua orang punya alasan tersendiri dalam melakukan suatu hal.
eh, emangnya fairyteeth gitu juga?
ngeliat trailernya aja udah bikin megap-megap, gimana nonton keseluruhan filmnya.. tiba2 harus digotong ambulans karena asma kan gak asik banget..
masalah klaustro, eerrr...
atemalem: Kalo butuh yang berdarah-darah, monggo cari Dream Home. Darahnya bergalon-galon.
Ini sekilas ulasannya: http://melancholi…m-home-2010/
sofie: kalo mau tau endingnya, japri sajalah... *takut dikeplak juga*
Black.Rose: Kalau punya klaustrophobia, hindari Buried. Asli nyesek banget...
Silahkan login untuk memberikan pendapat