Narnia Yang Makin Hmmm... 5
Kamis, 9 Des '10 19:25
THE CHRONICLES OF NARNIA: THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER adalah film ketiga dari serial Narnia. Sekarang, 20th Century Fox menjadi distributor, setelah franchise ini dilepas oleh Walt Disney Pictures, sedangkan produser tetap Walden Media.
Edmund (Skandar Keynes) dan Lucy Pevensie (Georgie Henley) beserta sepupu mereka Eustace Scrubb (Will Poulter) terpanggil kembali ke dunia Narnia. Bersama Pangeran Caspian (Ben Barnes), si tikus pemberani Reepicheep (Simon Pegg) dan awak kapal Dawn Treader, melakukan perjalanan untuk memanggil singa sakti Aslan (Liam Neeson), guna menghadapi ancaman kabut hijau.
Film pertama, musuh besarnya adalah The White Witch yang dimainkan dengan sangat bagus oleh Tilda Swinton. Penjahat yang benar-benar jahat, sakti, menakutkan dan memiliki pasukan makhluk-makhluk ajaib yang tidak kalah menyeramkan. Tidak heran dia dimunculkan lagi di film ketiga, meskipun hanya sebagai bayangan.
Film kedua, musuhnya adalah bangsa lain yang merebut tahta Pangeran Caspian. Karena musuhnya sesama manusia, tingkat bahaya yang saya rasakan tidak sebesar ketika menonton film pertama. Peperangan kolosal di akhir film juga tidak seheboh film pertama.
Film ketiga, musuhnya adalah kabut hijau yang "memangsa" manusia, tapi tidak jelas apa tujuannya. Tingkat bahaya yang saya rasakan nyaris tidak ada. Kebosanan menyergap sejak awal-awal film. Bahkan beberapa adegan seru juga nyaris tidak bisa membuat saya terjaga (maklum, nontonnya midnight :P). Adegan pertarungan naga melawan ular laut rasanya juga hanya disajikan sekejap.
Terlalu banyak alur yang ingin disajikan, seperti alur cerita Edmund yang selalu tertekan karena menjadi nomor dua dalam segala hal, dan juga alur cerita Eustace yang awalnya membenci saudara-saudara sepupunya, belum lagi konflik batin Lucy yang ingin menjadi cantik seperti kakaknya, Susan (Anna Popplewell). Mungkin ini berakibat besar terhadap ketegangan cerita yang hendak dibangun sutradara veteran Michael Apted (THE WORLD IS NOT ENOUGH, ENOUGH).
Yang menyegarkan, Pangeran Caspian yang di film kedua berbicara dengan logat Italia atau Spanyol yang dipaksa-paksakan, di film ketiga berbicara dengan aksen British kental, asli sesuai pemerannya, Ben Barnes (DORIAN GRAY), yang asli Inggris. Memang aneh karena berarti ada ketidaksinambungan logat pada karakter Caspian, tapi aksen asli Inggris memang lebih enak didengar.
Sayangnya, franchise Narnia butuh film yang lebih bagus dibanding film ini, karena makin lama kualitasnya terasa menurun. Tidak tahu bagaimana nasib film ini di box office mancanegara. Mudah-mudahan film berikutnya, kalau ada, tidak membuat saya ber-hmmmm...
Gambar diambil dari sini.
Tag: Film, movie, review, narnia, aslan
Terkait:
-
Real Steel: Drama Tinju Robot
Senin, 31 Okt '11 01:31 -
TRON: Legacy Movie Review
Sabtu, 18 Des '10 16:48 -
Mari ber-Social Network!!
Jumat, 29 Okt '10 20:32
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
AndriaGutama: jadi penasaran
-
Titiw : jadi penasaran
-
Panda^^: jadi penasaran
-
sofie: nggak ada matinya
-
fairyteeth: kocak


Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat