TANGLED.. Eh.. RAPUNZEL Movie Review 11
Selasa, 30 Nov '10 19:56
Beberapa bulan lalu, trailer film animasi komputer keluaran Disney dengan judul asli TANGLED (bahkan judulnya di subtitel Indonesia masih TERJERAT) ini sudah cukup menarik perhatian. Tapi kenapa ya judulnya pas masuk ke sini diganti jadi RAPUNZEL? Tapi, seperti kata Bondan Prakoso, "Ya sudah lah..."
Kesan saya, menonton film ini adalah sebuah kejutan yang menyenangkan. Setelah THE FROG AND THE PRINCESS yang bertipe musikal tapi hand-drawn (digambar tangan), muncul sebuah animasi komputer Disney yang kembali ke jaman kejayaan animasi musikal mereka, seperti THE LITTLE MERMAID, BEAUTY AND THE BEAST dan ALADDIN. Hal ini ditandai dengan terlibatnya komposer veteran Disney yaitu Alan Menken, yang terlibat dalam tiga produksi tersebut ditambah juga ENCHANTED.
Rapunzel (Mandy Moore) yang dikurung ibunya, Mother Gothel (Donna Murphy), di sebuah menara tinggi, dan memimpikan ingin melihat dunia luar, mendapat tamu tak terduga bernama Flynn Rider (Zachary Levi). Ditemani Pascal, bunglon piaraan Rapunzel, dan Maximus, kuda kocak yang tidak jelas, mereka berdua akan menjalani sebuah petualangan yang mengubah hidup kedua tokoh utama.
Bertaburan unsur-unsur komedi romantis, nomor-nomor musikal ceria dan adegan-adegan yang menyentuh, film ini benar-benar sangat menghibur buat saya. Media animasi komputer juga benar-benar dimanfaatkan untuk menghasilkan visual yang indah dan menakjubkan. Ditonton dalam format 3D benar-benar saya rekomendasikan.
Dari sisi komedi, kalau tidak terpingkal-pingkal menonton tingkah si kuda Maximus yang pecicilan, berarti urat humor Anda mungkin sudah putus. Tepuk tangan patut diberikan pada para animatornya karena kuda ini selalu mampu mencuri adegan. Maximus menjadi tokoh favorit saya di film ini, melanjutkan tradisi hewan-hewan pendamping yang tidak bisa bicara tapi kocaknya minta ampun. Selain itu, masih ada Pascal si bunglon imut yang sering terlihat sok tahu.
Meskipun lirik lagu gubahan Glenn Slater tidak terlalu istimewa, tapi komposisi musik yang menawan dari Alan Menken mampu menutupi kelemahan tersebut. Memakai Mandy Moore untuk menyuarakan Rapunzel juga langkah tepat. Yang mengagetkan adalah Zachary Levi (Chuck dalam serial televisi CHUCK) ternyata ikut bernyanyi dalam film ini. Kekonyolannya mampu dia manfaatkan untuk tokoh Flynn Rider meski hanya di beberapa adegan.
Beberapa adegan tanpa kata juga menghadirkan momen-momen menyentuh. Kadang-kadang ada beberapa karakter yang tidak bicara, tapi ekspresi muka mereka benar-benar menjelaskan apa yang sedang terjadi. Contoh gaya penceritaan yang efektif dan pertanda kemajuan teknologi animasi komputer (atau penguasaan media yang makin mumpuni oleh para kreator).
Singkat kata, film ini highly recommended. Tapi, tidak seperti film MEGAMIND, kenapa adegan ciumannya tidak disensor ya? Saya tidak keberatan, tapi jadi bingung dengan standar LSF dan bertanya-tanya, adegan ciuman di MEGAMIND separah apa?
Tag: animasi, Film, disney, kartun, komedi, musikal
Terkait:
-
Lakon Pada Suatu Ketika
Selasa, 13 Des '11 12:51 -
No Strings Attached
Selasa, 8 Feb '11 22:24 -
Belkibolang
Minggu, 23 Jan '11 01:04
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
AndriaGutama: jadi penasaran
-
maharrani: nggak ada matinya
-
sofie: jadi penasaran
-
Coker:
-
fairyteeth: yoi banget
-
Titiw : jadi penasaran
-
izna: jadi penasaran


Komentar:
Daaan jadi penasaran sama adegan ciuman Megamind. Belum nonton..cari DVDnya aja ah!
(agak trauma dengan film-film 3D belakangan ini. Efek 3D-nya cuma tempelan)
muahal!
*akan nonton minggu ini*
Sekarang Disney banyak saingan, jadi dia harus adjust sama jaman tanpa keilangan karakternya. Di The Frog and The Princess Disney mulai eksperimen. Terus belakangan puteri-puteri Disney lebih tangguh ketimbang jaman Cinderella atau Snow White. Like it =D
Semoga Disney bisa survive. Yang klasik tetep dicari sepanjang jaman, kok ... =)
Tangled Tale. Nice.
Silahkan login untuk memberikan pendapat