SAYA MERASA DIHARGAI 9

Senin, 22 Nov '10 09:49

Judul Film: Metamorfoblus
Sutradara :Dosy Omar

Sinopsis : Sebuah film dokumenter tentang tiga slanker di tiga kota Indonesia, dengan status sebagai polisi, mantan pecandu narkoba, dan "wiraswasta", sekaligus tentang bagaimana sebuah ikon rock n roll bernama slank sangat berpengaruh dalam hidup mereka.

Review: Well, di awal tulisan, nampaknya saya musti mengaku dulu. I AM THE REAL SLANKERS. Serius. Menyaksikan film ini saya merasa sangat dihargai, sebagai penonton maupun sebagai Slankers.

Film ini seolah memberikan saya cermin tentang sebesar apa kadar kefanatikan seorang penggemar terhadap Slank. Sesuatu yang saya yakin juga dirasakan oleh  10 persen penduduk Indonesia yang merupakan penggemar grup tersebut. Tiba-tiba alasan untuk menjadi SLanker itu diusik. Merasa menemukan rumah, menemukan teman seide, dan tiba-tiba terasa sangat dihargai tanpa perlu memandang status sebagai megabintang ataupun penggemar.


Menjadi Slanker bukan terbatas hanya meminta tanda tangan, dan foto bareng, namun berarti bersiap untuk berdiskusi tentang penyebaran lagu dan lirik tentang nilai-nilai yang benar dalam tataran ideal, yang harus tetap terbangun, tumbuh, dan berkembang. Filosofi PEace Love Unity and Respect mungkin dapat disejajarkan dengan "Bhineka Tunggal IKa" yang dahulu didengungkan para pendahulu.

Dalam film ini, Terucap kata dari mulut Bimbim, tentang kebahagiaannya memiliki band sebagai penyebar nilai yang baik kepada sesamanya. Dia mengatakan penggemar dan artis sebagai sosok yang saling membutuhkan. Baginya, penggemar memiliki fungsi yang tidak kecil dalam penyebaran pesan positif itu. "Gua seneng karena ketika gua memaparkan sesuatu yang baik, terus fans menerima, dan menyebarkan nilai-nilai itu,".

Slank sadar, bahwa penggemar bukan hanya berfungsi sebagai "tukang beli merchandise band" atau "Sesuatu yang harus dikeruk uangnya demi kantong artis", namun dapat  menjadi alat untuk menyebarkan kebaikan, menyebarkan pesan positif dalam tataran yang ideal, untuk INDONESIA YANG LEBIH BAIK.

Kesadaran itu mendorong mereka untuk terus membuat lagu yang menginspirasi, mengusik rasa kecintaan terhadap negeri, dan setia dengan pasangan. Pesan positif dalam lagu itu meresap di sanubari fans mereka. Layaknya P4, pesan tersebut dimengerti, dihayati, dan diamalkan.

Lilatlah bagaimana omongan Joker, SLanker Batam dengan profesi sebagai polisi, yang kehidupannya dipinjam untuk kepentingan film ini.“Kalau semua bisa dibicarakan tentunya senjata yang aku pegang tidak perlu mengeluarkan pelurunya,”.

Atau bagaimana Andi Virus, Slanker Yogya, nan bertekad untuk lepas dari ketergantungan Drugs karena terinsipirasi Lagu-lagu Slank era album 10 ke atas yang mengajak fansnya lepas dari ketergantungan barang laknat tersebut.

Hubungan Slank dan penggemar adalah sebuah kesejajaran. Metamorfoblus menggambarkan kesejajaran itu secara telak. Di satu scene, Slank terlihat bagaikan "nabi" bagi penggemarnya, namun di sisi lain, Slank tetap tergambar sebagai manusia biasa yang terpaksa nangis saat diwawancara tentang seberapa penting sosok ibu bagi mereka.

Film ini seolah memberi "All Acces Pass" ke dalam ruangan pribadi SLANK atas dasar kesejajaran tersebut. Tanpa kecuali. Termasuk adegan saat BIMBIM dimarahi Bunda Iffet karena masih karokean pas jam 3 malam itu. Adegan Terbaik. Klasik, Polos, dan apa adanya.

Kesejajaran tidak hanya terhenti di lips service artis. Ketidakjaiman Slank dalam segala hal yang menyangkut hidup mereka itulah yang dituangkan secara baik. Semuanya tergambar, tanpa perlu terjebak pada kesan jaga image. Karena kepolosan yang selama ini mereka tampilkan, membuat penggemar mereka merasa dekat secara emosi, yang berefek pada kemudahan penyaluran pesan positif tadi.

Itulah sebabnya, adegan Kaka giting di kamar mandi pada era  album lagi sedih itu tetap tersaji.

Itulah mengapa, sebagai penggemar dan penonton dalam film ini, Saya merasa sangat dihargai.


Tag: Film, slank, dokumenter

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Sundea 0 0
Dea rasa ini yang bikin Slank bisa jadi salah satu band Indonesia yang paling lama bertahan, konsisten berkarya, dan terus disukain orang. Dia terus jadi cermin sepanjang jaman ...

Go Slank!
gigides 0 0
ypi banget tulisannya.
PLUR : D
Titiw 0 0
Ah.. aji aditya junior.. Kau harus sering2 menulis tulisan seperti ini nak.. Aku aja yang hanya tau beberapa buah lagu slank jadi super penasaran dengan film ini. : D
aji aditya junior 0 0
Sundea: Go Dea!! Slank memang sangat sadar mereka besar karena penggemar.
gigides: Maap Gan YPI itu apa ya? *beneran gak tau
ah, tante Titiw : selalu saja dapat merangsang orang lain untuk lebih giat lagi menulis, itulah yang membuat anda menjadi salah satu inspirasi saya *cari muka kok gini amat sih,Ji?*
sari indah 0 0
aji aditya junior: SLANK adalah salah satu grup musik yang--katanya--idealis sekaligus komersial. Jual lagu lewat HP, bermain dalam film tentang diri mereka sendiri.
aji aditya junior 0 0
tante sari indah: antara idealis dan populis alangkah baiknya apabila dijalankan seimbang. Karena idealis =miskin apabila tidak disertakan dengan langkah kreatif yang kalau boleh dibilang populis. Pun untuk SLank
Penciptaan HP dan maen di iklan detergen itu contohnya. Karena berdasarkan inpo yang aku denger, hal itu dilakukan untuk membuat album terbaru mereka yang "kembali" akan digarap di Amerika, dimana semua ongkos produksinya dibuat dengan DOllar.
Tapi, semua yang aku tulis di sini, murni dirasakan ketika nonton film dokumeneter tersebut, tanpa mengait dengan fakta luaran tentang grup ini.
Jadi, lebih kepada content film, bukan SLank dalam kehidupan Nyata.
*Slanker pasang badan
gigides 0 0
aji aditya junior: maap saya typo...
maunya sih yoi bukan ypi...

* melipir ke pojokan karena malu *
Sabai 0 0
Filmnya bisa ditonton dimana?
DVD? atau apa?
aji aditya junior 0 0
Aku nontonnya di kineforum, by

Silahkan login untuk memberikan pendapat