Dewi dan Sang Korban 17

Rabu, 10 Nov '10 18:56

Dewi Persik barangkali cemburu dengan Aida Saskia. Maklum, sebulan lebih, penyanyi dangdut itu merajai tayangan infotainmen, lengkap dengan gelak tawa dan airmata, hujatan, umpatan, juga harapan, agar Zainuddin MZ, mau mengakui semua ''dosa'' yang pernah mereka lakukan. Aida --penyanyi dangdut yang hanya melintas dari satu panggung pilkada ke panggung kampung lainnya-- tiba-tiba menjadi incaran kamera, dan laris diundang ke berbagai acara. Konflik yang kian tajam, pihak Zainuddin yang lebih banyak diam, memberi peluang pada Aida untuk berada pada posisi ''korban''. Dan kita tahu, untuk mendapatkan simpati penonton, infotainmen selalu berada di sisi ''sang korban''. Seakan membela. Padahal demi keuntungan tayangan itu semata. Hasilnya?

Aida mengakui kalau kariernya telah menemui titik terang. Pelantun ''Ayam Jago'' itu kini pun sudah mendapat beberapa tawaran tampil di televisi dan akan tampil di film layar lebar.

"Alhamdullilah, bisa balik lagi karena dulu ada masalah tapi sekarang sudah ada titik terang," ucapnya.

''Kiat'' atau jalan yang ditempuh Aida --berbicara ke media bahkan setelah sekian tahun dari peristiwa-- memang bukan hal yang baru. Kontroversi, terutama menyangkut asmara, apalagi melibatkan orang ternama dan memiliki ribuan massa, akan melemparkan sosok ''korban'' ke pentas yang lebih luas. Penempatan diri sebagai ''korban'' itulah yang utama. Perlu dikemas, meski kadang, tampil dengan bentuk yang paling kasar, seperti yang Aida lakukan.

Barangkali, di titik inilah Dewi Persik merasa tersaingi.

Dewi yang lebih cantik, sintal, dan populer dari Aida, juga tayang di media dari satu kotroversi ke kontroversi lainnya. Dari satu skandal asmara, ke asmara lainnya. Dan biasanya, berbulan-bulan, wajahnya akan tayang terus di teve, diikuti infotainmen, yang memang menyukai ''ceplas-ceplosnya''. Dewi tahu ''magnit'' dirinya, dan dia manfaatkan hal itu, sebagai senjata, untuk mendongkrak popularitas.

Ia menikah dengan Syaiful Jamil, dan mengelola pernikahan itu sebagai teka-teki. Dia ciptakan sensasi ''erotis suami istri'' berbalut dengan kemungkinan rumah tangga yang tanpa pondasi. Dewi bermain dua arah, menceritakan secara lugas perkawinan yang bahagia dan penuh birahi di satu sisi, tapi di sisi lain, melalui orang-orang terdekatnya, yang berhasil ''disadap'' infotainmen, tersimpul keraguan bahwa kemesraan mereka adalah kamuflase semata.

Dan kemudian teruji.

Dewi-Syaiful bercerai, di usia perkawinan yang muda.

Semua adegan mesra, cumbu-rayu di muka publik, sirna, seperti hijau bumi disiram abu merapi.

Tapi ''kiat'' itu mumpuni, dan Dewi menempuh terus cara yang sama. Dia mengolah asmaranya menjadi teka-teki yang luar biasa pelik, dan penuh intrik. Dia menabuh asmara bahkan dalam waktu yang bersamaan dengan lebih dari dua pria. Pernikahan sirri-nya, sampai kini pun sulit dihitung, benarkah hanya dua, atau sudah empat kali, seperti yang ramai dipercakapkan media. Asmaranya dengan Aldi Taher, dia kelola juga sama seperti suami lama, Syaiful. Bercium mesra di kamera, bergoyang erotis di panggung, tapi juga mempertontonkan ''kegamangan asmara''. Dewi secara cerdas menuntun pemirsa untuk sabar menunggu, dengan memberi tanda bahwa kisah dia bak telenovela, dapat ditebak pangkal-akhirnya.

Dan dia bercerai. Lengkap dengan tangis derita.

Dewi merasa dia menjadi ''korban'' dari hasrat Aldi yang hanya ingin populer.

Betapa pedih dan mengerikan.

Pernikahan mereka, yang erotis dan membara itu, ditopang oleh kepentingan bisnis semata. Dan lucunya, Aldi mengakui hal itu semua.

Ajaib. Aneh. Nyata.

Meski menggelengkan kepala, mungkin, pemirsa menabur simpati untuk Dewi, yang ''dimanfaatkan'' Aldi.

Nah, episode itu, menempatkan Dewi sebagai sosok pedangdut nomor satu. Kemampuan suaranya, tarian erotisnya, dan kenekatannya untuk tampil sensual bahkan di acara resmi, lengkap dengan bumbu asmara yang ''liar'' dan ''aneh'', menjadi ramuan yang paling pas untuk mendongkrak ''identitasnya''. Tak heran, film yang dia bintangi --maaf, jangan tanyakan kualitas aktingnya-- selalu menembus angka 700 ribu penonton. Tanpa promosi berlebihan, tanpa biaya besar. Cukup dengan celotehan Dewi, yang menyiratkan dia tampil berani di dalam beberapa adegan.

Dewi jelas menjadi magnit, dengan segala kontroversinya.

Dia berseteru dengan Andi Soraya. Waktu itu, dan kasusnya hilang begitu saja, setelah syuting kelar, dan film tayang. Semua kemudian meyakini, perseteruan itulah cara berdagang produser mereka, selain membocorkan beberapa adegan erotis, tentunya.

Dewi lalu masuk RCM, pimpinan Ahmad Dhani. Dan semua menunggu, konflik apa yang akan tercipta.

Dan terjadilah. Dewi ''menyerang'' Mulan, anak emas Dhani, dan dengan berani, berlaku mesra dengan lelaki yang digosipkan telah menikahi Mulan itu. Media pun ramai berspekulasi, dan seperti biasa, Dewi menambah bumbu. Namun, berhitung bulan, konflik menajam. Dewi terancam ''didiamkan'' Dhani, karena ''berjalan sendirian'' meskipun tengah berada dalam manajemennya.

Dan untuk kali ini, kita melihat Dewi yang lain. Yang takut, pucat, dan meminta maaf. Dia mengaku salah. Dia merasa telah mempermalukan Dhani, dan berjanji berubah.

Berubah dan ''berubah'' ternyata berbeda. Dengan Dhani dia patuh --barangkali menyadari lelaki itu tak akan mungkin dia lawan-- tapi tidak dengan yang lainnya. Ikon seksi, yang nyaris sebangun dengan dia, Julia Perez, dia masukkan dalam pusaran konflik yang biasa dia ciptakan. Dan perang terbuka pun terjadi, dengan satu sentilan khas Dewi, dia dimanfaatkan untuk menaikkan pamor film yang akan mereka bintangi. Namanya dijual.

Dan konflik itu, ternyata meruncing dalam pertikaian ''berdarah'', bercakaran ketika syuting. Pemolisian pun ditempuh, dengan memar dan luka sebagi bukti ampuh.

Dewi, sekali lagi, memosisikan diri sebagai ''sang korban''.

Barangkali benar, dia cemburu pada kamera yang belakangan ini ''berpihak'' pada Aida Saskia.

 


Tag: Korban, dewi persik

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

empty 0 0
Welcome back mas Langit : )

err..nganu..bisa ndak request? tolong bahas dong aktor fav kesukaan sayah Christian Bale : D

*komen OOT

habisnya sayah ndak suka DP seh : p
sofie 0 0
aduh, aida ini siapanya zainudin ya?
assikkkk om langit balik lagi dengan tulisan cihuynya! : D
atemalem 0 0
ai om... Lagi.... Lagiii..... Lagiiiii.....
iPuts Luv 0 0
hore gossipan...
tapi sayang gw nggak ngikutin berita begitu eiy..

tapi (maaf) saya tak suka dewi perssik
Matt Zammy 0 0
[..] Namun, berhitung bulan, konflik menajam. Dewi terancam ''didiamkan'' Dhani, karena ''berjalan sendirian'' meskipun tengah berada dalam manajemennya. [..]

apakah ini berarti RCM pimpinan Dhani ini juga memenejemeni isu konflik? : p
aji aditya junior 0 0
Matt Zammy: bukanya RCM dari dulu ngejadikin gosip dan konflik sebagai pengkatrol popularitas artisnya ya?
iPuts Luv 0 0
aji aditya junior: saya setuju dengan statement ini kak : )
sandi 0 0
"The Unauthorized Biography of a Sinister Singer"

Apik sekali artikelnya : )

fadex 0 0
wah artikelnya kereeen.... tapi soal dewi persik emang gak ada matinye. : D
bekel ijo 0 0
welcome mas Lang : D

gooosssiiippp mulu : D *geleng2
deepblue 0 0
oke...saya mampir register disini, cuma karena mas langit bara lazuardi mosting disini dan tidak di rumah sebelah [ -( [ -(

mau baca postingan di rumpi lagi : ((
empty 0 0
bekel ijo: demiiiii demiii : )) : ))



deepblue: sudahlah..relakan saja beliau...nanti akan ada saya yg akan menggantikan posisinya disanah
*sisiran pke kulit duren
langit bara lazuardi 0 0
@all: thanks komentarnya : D

bekel ijo: soalnya, mau gosipin kamu takut : p

deepblue: lebay ah, kan ga perlu register lagi, hahaha

empty: beliau?? hahaha... asyiikk, ada yang gantiin!
fairyteeth 0 0
dewi persik asli nya cantik loh... ya cuman kelaukan nya yg suka aneh bikin gak cantik : ))
deepblue 0 0
langit bara lazuardi: : D pokoknya saya nungguin postingan drumpi om ; ))
honeylizious 0 0
langit bara lazuardi: untung g punya tivi... nggak terganggu dg infotainment
Sundea 0 0
Asiiik ... Mas Langit nulis lagi =)

Dea udah lama banget nggak nonton infotainment, jadi baru tau kalo ada kehebohan ini sama Dewi Persik.

Dia emang kompleks. Kadang naif, kadang lemah, kadang powerful, kadang bikin simpati, kadang bikin ngerasa malu ngeliatnya ...

Yang pasti somehow Dea ngerasa orang ini hatinya nggak jahat ....

Silahkan login untuk memberikan pendapat