In October Drinkin' Horchata 7
Selasa, 2 Nov '10 08:44
Weekend hari Minggu di tanggal 24 Oktober 2010 menjadi hari yang sangat ditunggu fans Vampire Weekend, termasuk saya. Konser mereka di Jakarta yang dipromotori oleh Trilogy Live ini diadakan di Bengkel Night Park, SCBD. Sampai di lokasi jam 7 malam teng, masih nampak lengang. Tidak begitu ramai dibandingkan konser Phoenix di tempat yang sama bulan Agustus 2009, yang antriannya mengular sampai ke pinggir jalan.
Dalam venue sudah ada beberapa stand. Yang menarik perhatian ada stand kaos official. Okey, ini memang produksi lokal tapi yang penting bahannya enak, desain keren, dan harganya terjangkau. Stand kedua yang menarik perhatian adalah stand horchata. Ini nama semacam minuman dingin berwarna putih yang terbuat dari campuran beras, gula, almond, dan kelapa, dengan rasa manis bertekstur grainy. Lho, apa hubungannya minuman ini dengan konser Vampire Weekend? Tenang aja, ini karena mereka punya lagu "Horchata" di album "Contra".
Monkey to Millionaire didapuk sebagai pembuka show. Mereka naik ke stage pukul 20:00. Dengan penuh semangat grup yang digawangi Wisnu (vokal+gitar), Agan (bass+vokal), dan Emir (drums) ini, melahap tak kurang dari 8 lagu. Warna Nirvana, Weezer, Placebo ala musik alternative '90-an dengan sound gitar yang kasar sangat terasa.
Semakin malam penonton mulai terlihat memenuhi venue. Tidak penuh sesak. Masih sangat nyaman untuk nonton konser. Saya dan teman-teman memilih posisi di deretan belakang yang masih lega untuk 'bernapas'.
Vampire Weekend naik stage jam 21:15. Tanpa basa-basi langsung dibuka oleh "Holiday" yang disambung "White Sky". Aroma ceria menyenangkan sontak menyeruak dalam venue. Penonton otomatis menyerukan koor massal. Begitu terdengar intro "Cape Cod Kwassa Kwassa" lewat petikan Ezra Koenig (vokal+gitar), semua penonton menjerit histeris. Lagu-lagu selanjutnya mengalir deras lewat kerongkongan Ezra yang suaranya, oh my God.... keren sekali!! Stabil layaknya di CD. Ia pun lumayan komunikatif dengan berkali-kali menyapa penonton. Sempat juga mengajak penonton untuk menirukan kalimat yang diteriakkannya dan disambut antusias oleh semua yang hadir di dalam venue.
Rostam Batmanglij (gitar+kibor vokal latar) tampil dengan rambut mohawk-nya. Rostam tak kalah ramah dengan Ezra dengan jalan mendekati bibir stage untuk menyapa penonton deretan depan. Chris Baio (bass+vokal latar) juga ga mau kalah. Bassist ini ga pernah diam sedetikpun. Badannya terus bergoyang seiring cabikan bass.
Namun saya paling terkesan dengan Chris Tomson (drums). Gebukannya benar-benar luar biasa dan sound yang keluar dari set drum-nya sungguh nendang!! Tenaganya juga berlimpah. Dari awal sampai akhir konser sama sekali ga ada matinya.
Di pertengahan konser penonton sudah membentuk beberapa sekte kecil yang memperagakan tari-tarian yang konyol . Saya juga tak ketinggalan. Loncat-loncatan. Badan berputar maju mundur. Kepala mengangguk-angguk. Peluh membanjir. Kaki dan tangan tersihir. Menari sesuka hati. Ikut bernyanyi di semua lagu. Sampai suara parau. Lagipula musik mereka yang berupa campuran lezat antara punk, reggae, rock, dan African music, terlalu mubazir bila didengarkan sambil berdiri mematung. Percaya deh, ini lebih membakar kalori daripada exercise di gym atau jogging 5 km hehehehe...
Setelah "Campus" yang disambung tanpa jeda dengan "Oxford Comma", Vampire Weekend beringsut menuju belakang stage. Tentu saja ini taktik standar, lagipula saya sudah pegang contekan setlist mereka di konser sebelumnya.
Mereka kembali dari balik stage untuk bawain "Horchata". Whoooaaaaa.....!!! Venue rasanya mo pecaaaahhhhh..!! semua penonton sing along!! Disambung "Mansard Roof" yang ditutup dengan "Walcott", mereka berhasil membawa penonton ke penghujung konser dengan sempurna.
Ketika akhirnya anak-anak New York ini benar-benar pamit, perasaan penonton dihinggapi satu kata, P.U.A.S!! So far, this is the best concert of 2010!!
Okelah, Vampire Weekend sedikit 'mengorbankan' setlist dengan tidak membawakan lagu-lagu yang enak namun cenderung slow, yaitu "Taxi Cab" dan "I Think Ur Contra". Tapi saya ga komplain. Semuanya sangat sebanding. Asiknya, Vampire Weekend ini memang baru punya 2 album penuh.
Menonton Vampire Weekend malam itu berarti mendengarkan (hampir) semua lagu yang ada di album mereka yang memang semuanya mantap. Malam itu total dibawakan 19 lagu dalam durasi konser 1,5 jam. Dan itu adalah satu setengah jam terbaik dalam hidup saya.
Terima kasih Ezra, Rostam, dan duo Chris!! Moga kita ketemu lagi!! :)
Note:
"Boston" tercantum di setlist namun tidak dibawakan.
Tag: jakarta, reggae, rock, punk, Vampire Weekend, ezra koenig, rostam batmanglij, chris baio, chris tomson
Terkait:
-
Dear Billy
Rabu, 13 Okt '10 00:09 -
Java Rockinland 2010 hari#1 dalam gambar
Senin, 11 Okt '10 22:57 -
6 Hours In Jakarta with My Leica
Kamis, 19 Apr '12 18:20
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
andibachtiar: yoi banget
-
sofie: nggak ada matinya
-
maharrani: keren
-
Titiw : keren
-
Black.Rose: keren

Komentar:
sofie: hoh mbakyu... persamaannya vampire weekend sama true blood: mereka semua menggigit... *halah*
Silahkan login untuk memberikan pendapat