"Lucky, Dapet Salam Dari Centong Nasi!" 12

Jumat, 8 Okt '10 17:48

SINOPSIS: Sebuah negeri antah berantah berada di ambang bahaya karena terancam dikuasai oleh gerakan yang mengedepankan kekerasan dengan dalih penegakan moral. Seorang pahlawan lahir dari kaum minoritas, membasmi golongan hipokrit berwajah manis dan penggadai kehormatan

REVIEW AJI: Sesaat setelah menonton film ini, saya langsung berkata pada diri saya sendiri bahwa Lucky Kuswandi, sang Sutradara "Madame X", sedang membuat sebuah pernyataan dan pesan yang sangat-sangat "berbahaya". Sangat berbahaya karena dapat menimbulkan tedensius dan sikap permusuhan baru apabila ditonton dengan hati yang tidak bersih.

Ya, Dibutuhkan sebuah keterbukaan pikiran dan ketulusan hati dalam menyaksikan film ini. Sangat tidak dianjurkan bagi mereka yang berpikiran tertutup, pendek, dan antikeragaman.Karena sesungguhnya, film ini hanya memberikan kita cermin untuk mawas diri, tanpa bermaksud menunjuk hidung siapapun.

Lucky menyampaikan pesan yang sangat serius, dengan frontal, dan elegan. Siapapun yang berpikiran plural akan sependapat bahwa "Madame X" bukan hanya sekedar film konyol tentang superhero banci yang diperankan oleh "waria" terbaik di Indonesia, Amink. Sindiran yang dilontarkan sangat tegas dan tepat sasaran. Simbol-simbol yang digunakan sebagai elemen yang memperkuat pesan film sangat terasa dekat dan mewakili maksud terselubung yang ingin disampaikan sutradara.Bahkan, satu dialog paling cheesypun ("Saya tag di Facebook"), terasa sebagai sebuah tamparan keras tentang bagaimana situs jejaring sosial terbesar di dunia itu bisa menghancurkan karir seseorang dalam waktu singkat.Bukti bahwa proses penyampaian pesan di film ini efektif.

Akting seluruh pemain, Totally Awesome. Kredit tertinggi harus saya berikan pada "banci kenes" Aline (Joko Anwar). Dia sangat "Mencuri layar", dan memberikan saya kesimpulan bahwa Joko adalah calon "Legenda" perfilman nasional selanjutnya. Pujian lain layak diberikan kepada Amink, yang dari mikro ekspresinya saja sudah terlihat sangat memahami bagaimana seorang waria harus diperankan. Seandainya masih berkenan untuk mengikuti FFI, dengan juri selevel Christine Hakim dan Didi Petet (ah, saya bermimpi), Mereka berdua akan mendapatkan piala citra sebagai aktor (atau aktris?)dan pemeran pembantu pria(atau wanita?) terbaik.

Dengan mengambil premis superhero yang from zero, madame X dapat menjadi salah satu penambah ragam film superhero dunia. Sejajar dengan Batman, Spiderman, Hulk, bahkan yang terbaru, Kick Ass.Garis dan gaya yang dipilih untuk khas dan tidak mengekor film apapun terasa tegas. "madame X" mampu berdiri sendiri, dengan genre superhero yang belum terciptakan (setidaknya oleh perusahaan film mayor) di dunia, yaitu superhero abu-abu. Dia bukan geek seperti Peter Parker, bukan orang kaya seperti Bruce Wayne, bukan ilmuwan salah riset seperti David Banner, dia cuma banci salon yang ditakdirkan membela kaumnya untuk maju di garis terdepan melawan ketidakadilan dan kemunafikan.

Meski demikian, di luar itu semua, satu kredit plus yang membuat saya memuji Lucky Kuswandi di review ini.

Kredit itu adalah, Lucky hanya menggunakan plot dan premis tersebut untuk membungkus "pesan seius" yang ingin dia sampaikan. Dan sejauh ini, hal itu berhasil. Film "pesan serius" ini bisa diputar di seluruh bioskop di Indonesia Tanpa perlu dibabat oleh Lembaga Sensor Film.

NB: Saya termasuk beruntung menyaksikan film ini
saat Gala Premiere, dimana banyak banci sosialita bertebaran di sana. Setelah nonton, seorang "banci" yang sepanjang acara gala bersikap norak demi menghibur hadirin, berdiri di samping saya dengan wajah kelelahan.
Berbeda dengan pandangan saya terhadap sosok ini sebelumnya. Kali ini, saya iba, lalu menyuruh dia duduk di samping, tanpa pretensi apapun.

Thank U, Lucky Kuswandi....


Tag: Film, indonesia, komedi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sari indah 0 0
"sangat tidak dianjurkan bagi mereka yang berpikiran tertutup dan anti keberagaman"
kalimat yang sangat menohok dan tapat sasaran. : )
sari indah 0 0
Eh, tikat dan oleh2nya mana?
titin 0 0
dari sekian resensi tentang madame X yg sudah saya baca .. cuma resensi ini yg bikin saya tergerak hati menontonnya .. mudah2an masih tayang cukup lama ...
Titiw 0 0
EH, aji lagi di jakarta?! *lost focus* Anyway review ini super keren.. gak cuma dari sisi entertainment aja, tapi dari sisi humanis.. : )
aji aditya junior 0 0
sari indah:tiket aman,nonton gih sana.film bagus ni
titin:maasih bu,aku tersanjung..
Titiw :kemaren pas acara madame doang, btw nunggu edisi selebs selanjutnya.buruan postingin.hihhi*out of topic
honeylizious 0 0
aji aditya junior: saya akan menontonnya walaupun nggak premiere setelah membaca review ini... : D
Sabai 0 0
Titiw : lho emangnya aji aditya junior biasanya di kota mana? London? Roma? Paris? Milan? : D
aji aditya junior 0 0
Sabai: saya tidak tinggal di Jakarta Tante, melainkan di Bangkok hihihi *amin ya oloh
lagipula kok nuduhnya saya tinggal di luar negeri sih ? kan ga enak ama tetangga sebelah. hihihi
honeylizious: ah, si neng bikin saya tersipu-sipu aja..hihihi
Black.Rose 0 0
aaaah.. saya belum nonton filem ini.. : (( : ((
asli penasaran banget..
masih harus tunggu gajian dulu..
takut keburu abis filmnya.. : (( : ((
Sundea 0 0
Dari pertama liat reviewnya Dea udah penasaran nonton film ini.

Sudut pandang review-nya asik. Endingnya ngegong: bersikap tulus anpa pretensi apapun =)

Happy go Lucky !
Bieb 0 0
tau ga sih ji...ternyata film ini kurang diminati di Blitz. Sampe2 saya (terpaksa) nonton cm b2 sama si abang dalam studio Blitz. Berasa studio milik sendiri tapi... ; ))
aji aditya junior 0 0
Bieb: di Lampung sudah memasuki minggu ke dua....laku2. Cuma be2 di bioskop? dirimu ga ngapa2in kan? hihihihi. justru enak be 2 doang, berasa ending janji joni. KALAU CINTA SUDAH TERASA, BIOSKOP SERASA MILIK BEDUA...hehhehehhe

Silahkan login untuk memberikan pendapat