Review GROWN UPS 1
Selasa, 7 Sep '10 18:46
Lima sahabat dan mantan anggota tim basket berkumpul kembali setelah mendapat kabar bahwa pelatih mereka meninggal dunia. Tidak ada drama atau konflik bikin pusing kepala, yang ada hanyalah kelucuan-kelucuan ketika masing-masing teman membawa keluarga mereka untuk berakhir pekan beramai-ramai di sebuah vila.
Gue suka banget sama Adam Sandler, dan sejak diracuni adik gue untuk nonton WEDDING SINGER, gue nyaris gak pernah ngelewatin satupun filmnya. Ketika dia mulai main film serius macam PUNCH DRUNK LOVE dan SPANGLISH (ini serius bukan ya?), serta menghasilkan film CLICK, kelihatannya masa-masa emas WATERBOY, BIG DADDY, MR. DEEDS dan THE LONGEST YARD mulai terlupakan.
Tidak ada hal istimewa dari film ini, hanya sebuah komedi tentang reuni beberapa sahabat lama dan keluarga mereka. Pelajaran moral? Mungkin ada, mungkin juga tidak. Tapi, kalau soal selera humor penonton, bisa saja berbeda-beda. Kalau tidak ada yang tertawa melihat Adam Sandler, Chris Rock, Kevin James, David Spade dan Rob Schneider bermain rolet panah (modifikasi rolet Rusia, tapi pakai panah, yang tidak kabur yang menang), mungkin film ini nggak cocok buat elo.
Buat gue, film ini lucu banget. Nyaris gue nggak berhenti ketawa, melihat keanehan-keanehan khas produksi Happy Madison (rumah produksi milik Adam Sandler), meskipun komedian-komedian kelas berat yang ada di film ini kurang dieksplorasi oleh naskahnya (kalau dieksploitasi sih sudah). Mungkin cuma itu keluhan gue. Lain dari itu, this is a feel good movie for all the Adam Sandler fans out there, and he's brought some friends along for the ride.
Gambar poster diambil dari sini.
Tag: Film, movie, review, komedi, comedy, ulasan, adam sandler, kevin james, chris rock, rob schneider, david spade, komedian
Terkait:
-
Real Steel: Drama Tinju Robot
Senin, 31 Okt '11 01:31 -
Review SANG PENCERAH
Minggu, 5 Sep '10 05:50 -
Review DARAH GARUDA
Jumat, 3 Sep '10 04:15
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sofie: nggak ada matinya
-
Titiw : jadi penasaran
-
fairyteeth: nggak ada matinya
-
maharrani: nggak ada matinya


Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat