Sekelumit Kisah Dari Konser Kua Etnika 8

Kamis, 26 Agu '10 02:06

Hari Rabu malam, tapi parkiran Salihara penuh. Rupanya malam itu ada pagelaran musik "Nusa Swara" dari band Kua Etnika yang dipimpin Djaduk Ferianto. Peminat pertunjukan ini membludak, sehingga kapasitas Salihara yang hanya 210 penonton dengan cepat terisi penuh. Untuk memudahkan aliran masuk penonton, maka pemilik tiket kursi dipersilakan masuk lebih dulu. Baru sesudah itu para pembeli tiket lesehan dipanggil satu per satu ke loket penjualan tiket.

Dengan memakai mikrofon, para penjaga loket memanggil mereka yang namanya tertulis di daftar pembeli tiket lesehan. Yang memanggil nama terlihat sedikit lebih senior, sementara seorang juniornya sibuk melayani para pengambil tiket. Si senior mulai memanggil sebuah nama. Suaranya terdengar membahana ke seputar Teater Salihara melalui pengeras suara.

"Saudara Ayom.. Saudara Ayom N. Bolalagi..." terdengar suara tawa dari beberapa pengunjung yang tidak kebagian tiket dan masih bersantai-santai di dekat loket. Si senior nampak tertegun sesaat, lalu mengucapkan nama tersebut sekali lagi, "Ayom.. N.. ayo.. men.. bola.. lagi? Ayo maen bola lagi?! Ya ampun, Tita! Kok bisa-bisanya sih kamu dikerjain orang kayak begini?" si senior mendelik ke arah juniornya. Si junior hanya bisa mengangguk takut dan malu.

"Ya udah. Lain kali hati-hati, ya?" si senior mendengus kesal, tapi melanjutkan memanggil nama berikutnya di daftar tersebut, "Saudari Pipit... Saudari Pipit Mbem..." kembali terdengar suara tawa, si senior tersadar, "Saudari Pipi.. Tembem?! Oh my God, Tita, masa' kamu bisa dua kali dikerjain orang?!"

Tanpa sadar luapan emosi itu terdengar oleh beberapa pengunjung yang kembali tertawa. Si senior mendelik ke arah suara tawa tersebut, napasnya memburu sampai bahunya naik turun, menahan amarah.

"Saudara-saudara, tolong.. Pemesanan tiket ini bukan untuk main-main. Tolong dewasa sedikit. Banyak orang yang ingin menonton pertunjukan ini, jadi harap jangan dijadikan ajang mengerjai orang." kata-kata itu yang akhirnya keluar dari mulut si senior. Matanya kembali meneliti daftar pembeli tiket lesehan. Tiba-tiba dia menemukan sesuatu yang menurutnya tidak beres.

"Tuh! Tuh! Ada lagi nih... Nicholas Saputra?! Tita, please dong, mana mungkin dia mendaftar pakai nama asli kayak gini?" setelah mengucap begitu si senior kembali meraih mikrofon, "Tolong ya? Untuk yang main-main dengan nama di daftar ini, harap jangan bawa-bawa nama Nicholas Saputra. Nggak mungkin lah Nicholas Saputra beli tiket lesehan. Secara Nicholas Saputra gitu loh!"

"Ehem.." sebuah suara terdengar dari balik kaca loket, si pemilik suara itu lalu menyeruak dari antara kerumunan pengantre tiket kemudian maju ke loket. "Mbak, saya mau ambil tiket saya."

Si senior nampak kaget sementara si junior berusaha menahan tawa sembari memberikan satu lembar tiket kepada Nicholas Saputra. Paling tidak, malam hari itu menyajikan sedikit penghiburan setelah berlelah-lelah dari siang tadi. Si junior tersenyum puas, mengawasi Nicholas Saputra berjalan santai menuju pintu masuk Teater Salihara.

Diilhami kisah nyata meskipun yang nyata hanyalah keberadaan Nicholas Saputra sebagai pembeli tiket lesehan. Bahkan seorang Lea Simanjuntak, dari duo musikal Banda Neira, ikutan duduk menonton di luar karena telat sehingga kehabisan tiket.

Gambar diambil dari sini.


Tag: nicholas saputra, musik, konser, Djaduk Ferianto, Lea Simanjuntak, Trie Utami

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

hni 0 0
well, ternyata buat Nicholas Saputra dan Lea Simanjuntak tak ada kata gengsi untuk menyaksikan pertunjukkan bermutu. Lagian, mereka juga manusia toh.. ; )
Matt Zammy 0 0
gini nihi profesional. meski elu dewa, kalo gak kebagian tiket ya nonton dari luar! : D
sandi 0 0
LOL...!!!! kocak...!!!!

errrrr..... ulasan konsernya manah...?? : D
Rangamaru 0 0
sandi: Oh iya... nanti ya Mas? Ntar kutulis di topik hiburan : p Soalnya aku juga kebagian nonton via layar proyektor di luar, di mana akhirnya ketemu adik kelasku waktu SMP (ya si Lea Simanjuntak itu).
Titiw 0 0
Eh.. ternyata udah ditaro di sini.. hihi.. kirain ditaro di notes FB doang.. : )) Oh Lea tuh adik kelas kamu reng.. wah.. kamu.. tua.. ya.. *ngumpet belakang proyektor*
Rangamaru 0 0
Titiw : Oh iya... Karangan ini memang harus berterima kasih kepada THE SIMPSONS, terutama Bart dan Moe... "Seymour Butt" (itu prank Bart yang paling gue inget sampe sekarang.
maharrani 0 0
: )) kocak kocak!

Matt Zammy: iya ya bener..profesional nggak main nyruntul hehe!

Titiw : Rangamaru: Lea Simanjuntak itu aku suka suaranya. Pertama kali denger waktu dia nyanyi setiap Jumat di Upstairs, Plaza Senayan. Tempat yang cozy..sayang tutup hehe : D
fairyteeth 0 0
kua etnika ini yg ada trie utami nya itu bukan ya? : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat