Review THE EXPENDABLES 6
Jumat, 13 Agu '10 20:10
Barney Ross (Sylvester Stallone) adalah seorang tentara bayaran. Dalam misinya, ia kerap ditemani ahli pisau Lee Christmas (Jason Statham), jago silat Yin Yang (Jet Li), ahli peledak Toll Road (Randy Couture), ahli senjata berat Hale Caesar (Terry Crews) dan penembak jitu yang sinting Gunnar Jensen (Dolph Lundgren). Setiap misi biasanya didapatkan melalui Tool (Mickey Rourke), teman mereka yang sudah pensiun dan kini membuka toko tato tempat mereka berkumpul. Kali ini, Barney diminta kliennya, Mr. Church (Bruce Willis), untuk membunuh seorang diktator, Jenderal Garza (David Zayas), yang menguasai sebuah negara pulau di wilayah Amerika Selatan.
Di balik Jenderal Garza ternyata ada James Munroe (Eric Roberts), yang membiayai segala keperluan sang diktator demi kepentingannya sendiri. Bersama tangan kanannya, Paine (Steve Austin), dan seorang begundal tanpa nama beraksen Inggris (Gary Daniels), Munroe menekan Garza agar menuruti keinginannya.
Setelah misi pengintaian yang gagal, Barney dan Christmas terpaksa meninggalkan Sandra (Giselle Itie), kontak mereka di pulau tersebut. Tapi, setelah membicarakan masa lalu dengan Tool, Barney kembali berpikir ulang mengenai keputusannya untuk membatalkan misi tersebut. Setelah itu, yang akan terjadi selanjutnya adalah adegan aksi berdarah-darah dan penuh ledakan.
Stallone, sebagai sutradara dan juga penulis (bersama David Callaham), berusaha menghadirkan beberapa sentuhan drama, seperti dalam percakapan antara Tool dan Barney Ross. Fakta bahwa ini adalah film laga nyaris membuat fakta lain terlupakan, bahwa Stallone pernah masuk nominasi Oscar pada tahun 1976 untuk Rocky dalam kategori Naskah Terbaik. Stallone tidak menang, tapi Rocky menang dalam kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik (John G. Avildsen) dan Editing Film Terbaik.
Stallone juga nampaknya sudah menyadari bahwa dirinya tidak lagi muda. Akan ada beberapa dialog antar tokoh dan beberapa adegan pertarungan yang menunjukkan bahwa karakter Barney Ross tidak seperkasa John Rambo. Meskipun begitu, komposer Brian Tyler (Eagle Eye, Fast & Furious, Rambo) juga terkesan bersenang-senang dengan memasukkan beberapa unsur nada yang mirip dengan ilustrasi musik utama film Rambo.
Bagi para penikmat film aksi, mungkin akan ada beberapa bagian (terutama pertengahan) yang terkesan lamban, meskipun berbagai adegan aksi tetap muncul di sana-sini. Pemunculan sekian banyak bintang aksi, yang tua maupun yang muda, di film ini, bisa menimbulkan nostalgia dan juga memberikan harapan bahwa film ini bisa dibuatkan sekuelnya. Bagi yang sudah akrab dengan kekerasan yang dihadirkan Stallone di film Rambo, tentunya tidak akan kaget melihat unsur tersebut kembali dimunculkan di film ini.
Gambar diambil dari sini.
Tag: Film, review, movies, stallone, willis, jet li, jason statham
Terkait:
-
Real Steel: Drama Tinju Robot
Senin, 31 Okt '11 01:31 -
Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides
Jumat, 30 Sep '11 16:14 -
Rise of the Planet of the Apes: Ketika Kera Menemukan Kemanusiaan
Minggu, 25 Sep '11 11:33
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Titiw : jadi penasaran
-
Black.Rose: jadi penasaran
-
sofie: yoi banget
-
fairyteeth: jadi penasaran


Komentar:
Saya mau liat mas Statham soale..
saran saya, kalo Stallone mau bikin lagi film action ringan yang menghibur, serahkan urusan script pada Luc Besson
Silahkan login untuk memberikan pendapat