Mari Memahami Inception 26
Selasa, 20 Jul '10 15:56
Postingan ini dibuat untuk mereka yang sudah nonton "Inception". Jadi postingan ini memuat banyak spoiler.
Setelah nonton "Inception", saya mencuri dengar pembicaraan menarik di toilet perempuan. "Eh gue nggak ngerti deh tadi itu di mimpinya siapa sih yang adegan di tempat bersalju?" ada juga yang bilang "Filmnya ribet banget sih!" Bagaimana keadaan di toilet pria?
Menurut saya, film yang ditulis, diproduseri dan disutradari oleh Christopher Nolan ini gokil! Jadi gini bukan sih...?
- Saito meng-hire Cobb dkk untuk menanamkan sebuah ide di kepala Fischer, putra mahkota saingan bisnisnya. Dalam sebuah pesawat dari Sydney ke Los Angeles lah aksi inception terjadi.
- Mimpi Level 1 : Mimpi Fischer. Fischer diculik oleh Leonardo dkk tapi mereka diserang oleh pasukan pengaman alam bawah sadar Fischer. Saito cidera tapi masih hidup. Eames pura-pura jadi Peter Browning, orang kepercayaan ayah Fischer. Ceritanya Peter diculik juga untuk mengekstrak informasi dari Fischer. Yusuf si ahli drugs, mendorong tim ke mimpi level dua dengan menerjunkan van ke dalam sungai.
- Mimpi Level 2 : Mimpi Fischer. Di Hotel. Fischer percaya mimpinya diserang. Dan bahwa penculikan di mimpi level 1 adalah rencana jahat Peter. Cobb meyakinkan Fischer harus cari tahu kenapa sikap Browning berubah menentangnya.
- Mimpi Level 3: Sebuah benteng di daerah bersalju. Fischer harus masuk ke sebuah brankas untuk menemukan ide besar yang berusaha ditanamkan oleh Cobb dkk. Di sini, Fischer ditembak mati oleh proyeksi Cobb tentang Mal, almarhumah istrinya. Fischer masuk ke dalam Limbo, sementara ide itu belum tertanam di pikirannya.
- Mimpi Level 4: Terpaksa, Cobb dan Ariadne masuk untuk menyelamatkan Fischer dan menyelesaikan misi. Waktu mereka hampir habis. Anggota tim tertinggal di setiap tingkat. Yusuf mengendarai van, Arthur di hotel, Eames & Saito di benteng bersalju. Mereka berjuang melawan tentara bayaran dalam proyeksi Fischer.
Dalam Limbo, Cobb & Ariadne bertemu Mal. Akhirnya terungkap bagaimana Cobb tahu proses inception bisa dilakukan. Rupanya, saat terjebak dalam dunia limbo bersama Mal, Cobb menanamkan ide di kepala Mal bahwa dunia Limbo itu tidak nyata. Mal meninggalkan dunia Limbo, tapi membawanya dalam kehidupan nyata. Hingga akhirnya Mal bunuh diri.
Mal mencoba meyakinkan Cobb untuk tinggal dalam Limbo, lalu menyerangnya. Ariadne menembak Mal sampai mati di lengan Cobb. Akhirnya Fischer dan Ariadne bisa kembali ke level 3. Fischer masuk perangkap ide yang dipasang Cobb dkk.
Di saat yang sama, Saito tewas dan masuk ke dalam Limbo. Cobb mencarinya. Ini ada di adegan pertama. Saito sudah tua. Cobb mengajaknya kembali ke dunia nyata.
Cobb lalu bangun dari tidur dan menemukan semua orang di pesawat dalam keadaan hidup. Rencana mereka berhasil. Cobb bisa pulang dan menemui kedua anaknya. Ia memutar totem, tapi tidak diperlihatkan apakah totem-nya berputar atau berhenti. Jadi Cobb mimpi atau tidak ya?
Ada yang mau bantu? Atau ada yang kebingungan dan ingin mencari jawaban. Mari mari mari...
Tag: inception, leonardo dicaprio, christopher nolan
Terkait:
-
Tampil Maksimal di Karpet Merah
Selasa, 1 Mar '11 13:23 -
Jawara Oscar 2011
Senin, 28 Feb '11 12:17 -
The Prestige (2006)
Selasa, 5 Okt '10 16:47
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sofie: nggak ada matinya
-
nyun: jadi penasaran
-
warm:
-
hni: keren
-
Yujitea: keren
-
Bieb: jadi penasaran
-
Titiw : nggak ada matinya
-
neofreko: keren
-
aila: keren
-
Rangamaru: keren
-
hotchocolate: jadi penasaran
-
fairyteeth: yoi banget
-
Jus Melon: nggak ada matinya
-
AndriaGutama: keren


Komentar:
banyak yang menginterpretasikan saito tua adalah level 5,
#2
cuma Cobb yang punya pengalaman keluar dari limbo hidup-hidup
#3
waktu menjadi bereksponen di tiap level, 5 menit di dunia nyata, menjadi 1 jam di level 1, ketika Saito mati beberapa menit di level 3, ia sudah menjadi tua di level 5
#5
"kamu pikir duniamu nyata? dunia di mana kamu menjadi buronan internasional?"
jika percaya mal pada level 4 maka sebenarnya seluruh film ini adalah mimpi cobb dan bukan dunia nyata, setidaknya tiap level ditambah satu lagi
jadi baca sekilas ajaa
yg totem terus berputar, kayaknya emang masih mimpinya Cobb deh.. jadi, jangan2 semuanya mimpi alias ga ada real worldnya
sofie: Nggak doong..kan nggak dilihatin akhirnya berhenti atau muter terus..jeng jeng...
kakilangit: iya juga yaa...wah gokil bener deh ni Mr Nolan...
fadex: nonton dulu dooong hehehehe
hni: kl ini aku kurang setuju, karena endingnya itu justru bikin kita neba-nebak..makanya layar nge-blank hitam di akhir film tanpa kita tahu totem-nya itu muter atau nggak
ih ada lagi kelihatan totemnya muter di meja, pas wajah anaknya udah kelihatan. tuh hni aja juga lihat . beneran dilihatin itu totemnya muter
Tapi kan baru akan ketahuan Cobb ada di dunia realita atau mimpi setelah totem berhenti atau terus berputar..
Bisa aja sih kalau kamu berasumsi itu terus berputar.
Tapi kan layarnya terus hitam..siapa tahu abis itu berhenti
Aku gak terlalu berpikir gemana2nya film ini, karena lebih fokus dengan proses pembuatan film dan karakter2nya yang kuat. Tak dinyana, joseph gordon levitt yang menjadi pemuda culun di 10 things i hate bout you bisa menjadi cowok super cool di adegan lift.
Apalagi Ellen Page. Tambah cintaaaaaa..
Dibandingin ma Matrix gimana? Matrix kan kesannya mbulet gitu.
sebelum baca penjelasannya maharrani: aku pikir aku ngerti. hahahaha..
tapi setelah baca lebih lanjut, kyknya perlu beli DVD nya buat di tonton ulang-di rewind- dan di pause biar kasih waktu untuk mikir. wkakakkkak
sepanjang film sibuk terpana ama bang leonardo, dan ter WOW ama visual FX nya. mantaps lah.
filmnya mayan panjang ya durasinya, tp berasa kurang deh...
AWAS SPOILER!!
Mimpi level 1: mimpi Yusuf. Adegan pertama si Yusuf kehujanan dan ada yg komentar ini gara2 Yusuf kebanyakan minum sampanye gratisan di pesawat.
Van diterjunkan ke sungai bukan mendorong tim ke mimpi level 2, tapi untuk membangunkan seluruh tim dari mimpi secara bersamaan (synchronized kick).
Mimpi level 2: mimpi Arthur. dDa yang sibuk menghabisi semua projection Fischer. Dia juga yang memasang bahan peledak di lift untuk bangun dari mimpi level 2.
Mimpi level 3: mimpi Eames. Kuncinya sama dgn mimpi2 level sebelumnya. Dia yang nge-set detonator untuk meledakkan markas salju buat kick seluruh anggota tim. Yang lucu, Fischer sempat ngeluh kenapa sih ga mimpi aja tentang pantai yang indah...
Dan 3 level mimpi di atas didesain oleh Ariadne. Dia yang menjelaskan layout mimpi kepada setiap pemimpi (Yusuf, Arthur, Eames). Cobb apalagi Fischer ga pernah tau layout semua mimpi ini.
Ini pemahaman saya secara sederhana. Silakan dikoreksi. Kalau dapet wangsit lagi saya post di sini
Gue nonton sendirian, (oh gua cewek) langsung ngerti kok *bangga dikit boleh yaa, hahaha..
I missed the part bahwa level 1 itu mimpi sapa, level 2 mimpi sapa dst, thx buat sandi: yang udah menjelaskan
Sedikit menuang tambahan bahan pikiran: Di mimpi2 kenangan si Cobb selama ini, dia gak bisa liat muka anak2nya, di ending film bisa.. Apakah artinya ini?
Bisa jadi ini semua adalah mimpi Cobb, atau limbo nya, dimana di level 0, totemnya bisa jatuh. Di level lain gak bisa. Dan di luar semua level ini, dia punya totem lain lagi. *nah lho..
Udah ah, khayalannya overdosis nanti.
Selamat makan siang!
Rangamaru: smp akhir nggak ada apa2 kok.. Tapi kl Nolan begitu yaaaa.. ya udah deh mimpi teruuuus
sandi: Koreksi Level 1, diterima
Natalixia: yeah! *tos*
Sama sepertimuu aku masih pengen ngebahas lagi nih..
Jangan-jangan..yang di dalam mimpi itu Cobb..
Yang di dunia nyata itu Mal..
Dan anak-anak itu nggak pernah ada
Semua hanya ada di dalam mimpi Cobb..
Terus, kenapa waktu Cobb jemput Saito, cuma Saito aja yang jadi tua ya? Dudududu....
jadi beneran atau tetap mimpi hanya sang sutradara yg tahu,....
Yg saya bingung, adalah ketika mereka semua bangun dan berada di pesawat, pesawat itu adalah pesawat dgn tujuan ke US, terbukti si petugas imigrasi mengucapkan "welcome home" kepada Cobb. Padahal seingat saya mereka itu sdg naik pesawat dari AS dgn tujuan Sidney bukan? #bingung1
Waktu awal film, pada saat si Cobb terdampar di pantai dan ditemukan oleh pasukan Saito, totem milik Cobb dikasih oleh petugasnya ke Saito dan totem tersebut sama sekali tidak bisa berputar.. Jadi?
#bingung2
Nyahahahahahahahaha... Tambah pusing deh..
maharrani: Saito jadi tua karena dia dah duluan masuk limbo (dia mati di rumah sakit di gunung salju, mimpi level 3), sedangkan Cobb mati karena tenggelam di van (mimpi level 1). Dengan relativitas waktu antar level di dunia mimpi, Saito jadi lebih tua daripada Cobb.
Saya termasuk yang tidak yakin kalau Mal itu di dunia nyata. Karena konsekuensinya, seluruh film ini mimpi Cobb. Kalau seluruh film ini mimpi Cobb, seharusnya Mal akan selalu muncul di mana pun (termasuk saat Cobb merencanakan proyek Inception dengan rekan-rekannya).
Chic: seingat saya, pesawatnya dari Sidney, tujuan Los Angeles.
Silahkan login untuk memberikan pendapat