Kritikus Film dan Penonton Film 18
Rabu, 14 Jul '10 13:34
Ah kenapa sih di dunia ini harus ada kritikus film? Film kan dibuat untuk dinikmati. Mungkin kalau saya seorang filmmaker saya akan lebih sayang sama penonton biasa yang matanya berbinar-binar menonton adegan action yang saya buat dengan susah payah.
Kritikus film itu harusnya masuk kelompok para pembenci. Mungkin mereka tidak pernah mandi dan mencintai dirinya sendiri jadi tidak pernah menikmati sebuah film. Tapi aneh juga, kadang-kadang kritikus itu suka sok beda. Kalau filmnya disukai khalayak ramai, mereka tidak suka bilangnya akting si A blablabla, terus si B kenapa mirip kera? dsb.
Tapi giliran film yang tidak disukai khalayak ramai baru deh mereka bilang; keren, cool, harus ditonton, dua jempol, empat biji, 10 bintang... wiih. Emang aneh.
Coba lihat deh, ada aja yang dicela sama kritikus.
The A Team
Penonton Film: Kemarin saya nonton The A Team, seru banget ya terus si Murdock lucu banget, masa dia bisa nerbangin helikopter sampe kebalik-balik gitu. Akhirnya si B.A. jadi males terbang lagi gara-gara si Murdock. Bagian favorit saya pas yang ada ledakan-ledakannya itu, seru banget ya.
Kritikus Film: The A Team adalah film action re-make yang mencoba menarik minat penonton tahun 80-an sekaligus penonton masa kini. Walaupun plotnya amat sederhana, performa Liam Neeson sebagai Kolonel Hannibal cukup meyakinkan. Suaranya yang serak dan dalam mampu membawa The A Team sebagai film action yang layak ditonton dan membawa serta penontonnya ke dalam nostalgia 80-an.
Twilight: New Moon
Penonton Film: Ih, keren banget ya film ini, guwe jadi bingung mau milih sapa? Jacob apa Edward ya? Yang satu badannya keren, ga pernah pake baju lagi... terus yang satu lagi cool banget. Guwe suka pas adegan Bella lagi mau nolongin Edward yang pas mau bunuh diri itu.. co cweet...
Kritikus Film: New Moon memang bisa dibilang sukses, tapi akting Kristin Stewart tidak juga membaik. Walaupun beberapa scene digarap lebih rapi dibanding film sebelumnya namun bla bla bla, unsur-unsur intrinsiknya tidak juga bla bla bla sehingga membuat New Moon menjadi film yang bla bla bla. Tapi Mungkin Robert Pattinsonlah yang membuat film ini menjadi bla bla bla.
Prince of Persia
Penonton Film: Gila ni film GOKIL abieess.. mirip banget sama gamenya. Apalagi pas Daggernya itu dipencet, dah kayak gamenya abis. Terus kalo lo main gamenya, rasanya jadi lebih pas nontonnya, soalnya akrobat-akrobatnya mirip banget. Adegan yang paling gw suka pas Dastan lagi mau numpahin minyak terus dinyalain pake obor untuk nyegat pasukan Alamut.
Kritikus Film: Jerry Bruckheimer berhasil membawa franchise game ternama ini menjadi salah satu box office laris. Pemilihan Jake Gyllenhal sebagai Dastan patut diacungi jempol. Namun jalan cerita yang terlalu sederhana membuat cerita mudah ditebak alurnya, ditambah lagi walaupun film ini bersetting di Timur Tengah, bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Inggris aksen British.
Terkait:
-
Film apa yg tepat buat anak anda?
Senin, 14 Jun '10 01:21 -
Percy Jackson Dan Pencuri Tongkat Petir
Kamis, 11 Feb '10 17:12 -
Avatar, Campuran LOTR dan Pocahontas
Jumat, 18 Des '09 02:50
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
ibhe: yoi banget
-
to Ra nt: biasa
-
maharrani: nggak ada matinya
-
sofie: nggak ada matinya
-
Titiw : nggak ada matinya
-
AndriaGutama: nggak ada matinya
-
fairyteeth: yoi banget


Komentar:
Kritikus itu suka pake bahasa-bahasa yang ajaib. Mereka pikir semua orang ngerti. Tapi nggak bisa disalahin juga sih. Itu kan ekspresi diri.
Sebagai penonton sih, saya selalu punya opini sendiri. Soal opini kritikus yang beda, ya silakan aja..
Kaya "Sex and the City 2". Mau dibilang jelek, nggak ada substansinya..apa kek..tetep aja saya suka dan menikmati waktu nonton
Iya, itu Roepert-Ebert sok ngaruh banget ya? Sampe DVD "gak jelas"pun memasang komentar-komentarnya Roepert-Ebert, nggak lupa dibubuhi bintang 4 sampai lima supaya afdhol
obtw, abang-abang dvd bajakan deket komplek gw aja tau Roepert-Ebert loh! dia bilang kalo ada nama mereka udah jaminan bagus punya
PS: kurang panjang ah tulisannya. jadi nanggung klimaksnya
[ Jerry Bruckheimer berhasil membawa franchise game ternama ini menjadi salah satu box office laris. Pemilihan Jake Gyllenhal sebagai Dastan patut diacungi jempol. ]
Well, it is. Castingnya emang pas kan?
[ Namun jalan cerita yang terlalu sederhana membuat cerita mudah ditebak alurnya, ]
Again, memang itu faktanya. Jadi orang-orang yang berharap dapat cerita yang rumit dengan plot twist ajaib sebaiknya jauh-jauh. Kalo emang nggak ada masalah, ya silahkan nonton.
[ ditambah lagi walaupun film ini bersetting di Timur Tengah, bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Inggris aksen British. ]
Again, it IS. Ini menunjukkan kalau sutradaranya tidak mengarahkan akting. Banyak orang yang terganggu dengan ini, karena ini menunjukkan kurangnya effort dalam produksi sekaligus mengurangi detil film.
Apalagi kritik soal The-A Team. Itu pujian semua isinya. Mana bagian yang "kelompok para pembenci. "?
Kritikus film memang ada untuk orang-orang yang membutuhkan informasi mengenai filmnya. Kayak ketika gw baca kritikus yang menyebut Soul Plane sebagai "Just another comedy movie for people who's into toilet joke and black-culture", I watched that. Karena memang itu yang gw cari, meskipun dikritik sebagai film jelek. Atau Commando yang disebut sebagai "An hour and a half of Arnold flexing his muscle and acting badass."
I mean, they ARE bad. But the kind of bad I like.
Just like Twilight.
Movie-wise, that movie suck. Bad make-up, bad CG, bad scriptwriting, over-the-top storyline. I'm not gonna say bad acting since Bella is a wishy-washy teenage drama queen and Edward is a walking glittery mannequin in the book. Kristen and Robert did their job well.
But that isn't something you'd look from a movie, right? You're a fan, you only look for hawt stud and oh-so-sweet moment. Then movie critics is useless for you. Because they're supposed to judge the movie from the gray area, not the fan nor hater area. So the people who have less to no knowledge of the movie can think whether they want to watch it or not.
Fast and Furious series is also another good example. The critics said that movie-wise, that movie sucks. And honestly, I have to agree with that. But do I enjoyed it? Yes, because I watched it for the girls, the race and the cars.
Atau Avatar. Apakah itu film secara sinematografi bagus? BANGET. Apakah ceritanya kayak deja-vu Pocahontas, Ferngully, dan banyak lagi? Iya. Terkadang bukan masalah kritikus film yang membenci banyak hal, terkadang masalah fans filmnya yang nggak bisa bedain kritik dan ejekan.
And yes, Ebert is the greatest critics of all time. I mean, read this: [ http://rogerebert…0629998/1001 ] and tell me it isn't fair.
kerjaannya ya emang ngritik sesuai wawasan dia
otak orang memang beda2 ya
*keplak keplak*
warm: iya yah..
*halah lanjut*
AAAH.. FILM APA INI?! GAK ORISINIL! *kritikus dvd bajakan di glodok*
Dan gw dibesarin oleh kritikus. Dulu jaman tulisan gw masih cupu-cupunya, gw selalu dikritik habis-habisan sampai akhirnya kualitasnya bisa naik jadi mendingan. So yeah, I respect good critics more than anything
Lagian, kalo tulisan ini gw tanggapin singkat dengan "ah, gw nggak setuju. Cih!". Itu namanya ngeremehin effort penulisnya nulis panjang-panjang nggak sih? Lagian gw ga suka jawaban normatif
Jadi kalau mau tau sebuah film itu jelek atau nggak, ya mau nggak mau musti ditonton langsung oleh kita sendiri
Ada dua standar di sini, standar komersil dan standar artistik. Pencipta film sebagai seniman perlu dipuji, tapi juga perlu masukan (kritik) dari orang yang dianggap memiliki kredibilitas lebih dibanding penonton yang hanya menonton film untuk menikmati.
Kalau seniman mau berkembang, dia harus berani menerima kritik sebagaimanapun pedasnya. Itulah makanya kritikus itu perlu ada.
lebih dekat rasanya... kalo baca ulasan kritikus pilem, rasanya pengen jambak2 rambut.. baik rambut sendiri, ataupun rambut si kritikus film
Silahkan login untuk memberikan pendapat