Splice: When Human Play God 12

Senin, 12 Jul '10 19:36

What Human Get When They Play God?

First of all, film Splice ini bergenre sci-fi thriller. Buat yang jijik-an, dan terlalu konvensional tidak dianjurkan buat nonton. Karena secara etika film ini sangatlah kontroversial, menceritakan tentang sepasang ilmuwan yang merekayasa DNA manusia dengan binatang.

Mencoba untuk tidak spoiler maka inilah review singkat mengenai Splice.

Film ini dibuka dengan proses kelahiran buatan sebuah mahluk hybrid yang diberinama Ginger. Ginger dibuat sebagai pasangan dari Fred (hybrid animal yang telah lebih dulu dikembangkan) dan berjenis kelamin jantan. Nah, tidak puas menciptakan sepasang mahluk hybrid, Elsa Kast (Sarah Polley) dan Clive Nicoli (Adrien Brody) ingin melangkah lebih jauh, dengan menggabungkan DNA manusia dan DNA binatang. Untuk itu mereka butuh persetujuan dari otoritas yang lebih tinggi, sayangnya tidak diizinkan, dan laboratorium pusat research mereka (N.E.R.D) pun hendak diambil alih kalau dalam waktu dekat tidak dapat meraup keuntungan besar.

Elsa membujuk Clive untuk mau melakukan eksperimen itu berdua saja tanpa perlu diketahui siapa-siapa termasuk ilmuwan lain yang bekerja bersama mereka. Clive pun tergoda, sebab apapun hasil yang akan mereka capai merupakan terobosan besar bagi ilmu pengetahuan. Tapi setelah beberapa kali percobaan selalu gagal, DNA manusia selalu menolak zat lain (DNA binatang), hingga akhirnya mereka putus asa, ternyata disaat itu pulalah percobaan mereka malah sukses. Elsa dan Clive berhasil menggabungkan DNA manusia dengan DNA binatang. Setelah percobaan pertamahasil, Elsa menjadi sangat ambisius, dia menginginkan DNA tersebut menjadi mahluk, dan tidak berakhir hanya di ruang beku. Mengacuhkan Clive, dia hendak menyuntikan DNA tersebut ke sel telur yang ada rahim buatan didalam lab. Walau awalnya Clive menentang, tapi akhirnya dialah yang menekan tombol enter. Dan dari sinilah cerita sesungguhnya dimulai.

Waktu demi waktu berlalu, hingga sampailah disaat kelahiran mahluk tersebut. Prosesnyapun sangat sulit karena tangan Elsa sempat disengat oleh mahluk apapun itu ketika membantu proses persalinan. Setelah lahirpun, si mahluk yang berbentuk menyerupai perpaduan manusia dan spesies burung ternyata sulit dikendalikan. Mulailah perjuangan Elsa dan Clive membesarkan Dren (Delphine Chanéac), nama mahluk tersebut, secara sembunyi-sembunyi, karena perbuatan mereka adalah ilegal. Dren sendiri sangat lah pintar, dia dapat menyusun kata dari huruf-huruf mainan yang diberikan Elsa. Sementara itu, Gavin Nicoli adik Clive yang juga ilmuwan di N.E.R.D. Sempat menyinggung kalau kadar estrogen Ginger menurun, tapi Clive mendengarkan separuh hati, karena pikirannya tertuju hanya untuk Dren.

Sampai pada suatu ketika saat Clive dan Elsa mempertunjukan mahluk hybrid ciptaan mereka (Ginger dan Fred) didepan para penggalang dana ketika konfrensi press, berakhir kacau dan berantakan karena Fred dan Ginger malah saling bunuh. Belakangan diketahui bahwa Ginger yang awalnya betina berubah menjadi jantan. Hal tersebut mengakibatkan seluruh fasilitas research langsung diambil alih oleh perusahaan. Clive dan Elsa kalang-kabut memikirkan Dren, hingga akhirnya mereka pindah ke peternakan tempat Elsa dibesarkan.

Bagaimanakah perkembangan Dren selanjutnya? Dan bagaimana Elsa dan Clive mengatasi masalah dalam "membesarkan" Dren. Apakah Dren benar-benar berguna bagi kemajuan pengetahuan? Well... Silahkan saksikan saja sendiri di Blitz terdekat.

Berikut cuplikan singkat filmnya..

Kalau pendapat saya pribadi.. Nilainya 9 dari skala 1-10. Yess you can call me a freak. But this movie was very good... 

Salah satu sumber: Slice (2009)


Tag: Film, review, thriller, splice, sci-fi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sofie 0 0
itu manusia monyet gitu ya?
fairyteeth 0 0
eng... Manusia Burung... : D
deadeye doll 0 0
uh mutannya tampak keren sekali......
Chika 0 0
barusan nonton. banyak disturbing scene dan beberapa adegan dipotong...

*cari bajakannya*
sofie 0 0
lho ini ada di bioskop to? * gak gaul*
fairyteeth 0 0
ada mba sofie di blitz...

btw, emang setelah saya telaah ulang dari sudut pandang yang berbeda emang agak disturbing, tapi secara genrenya emang thriller sci-fi dan diriku sangat menyukain apa aja yg berbau2 rekayasa genetika, makanya ta rating 9...

even my friend who wanna take biotech at first, said that this movie is so disgusting... : D
Chika 0 0
fairyteeth: adegan intimatenya itu lho. ewwww...
ibhe 0 0
Ah film ini sangat ku antisipasi.. akan menjadi fetish baru sepertinya ; )) yay!

Nice review loh mbak peri! senang membacanya : D
sari indah 0 0
wah, film yang keren.. saya suka..saya suka.. : ))
aila 0 0
wooo... seru uy kayaknya.. ;p
warm 0 0
jadi inget dulu di tvri ada serial Manimal, keren dulu mah
: D
fairyteeth 0 0
warm: loh... maninal itu tentang apa maas... >__

Silahkan login untuk memberikan pendapat