Waktu 12
Senin, 28 Jun '10 14:15
Sekitar sebulan terakhir ini saya keranjingan nonton Indonesia Mencari Bakat (IMB). Karena tidak menonton dari awal, saya jadi tidak tahu perkembangan bakat para peserta tiap minggunya. Tahu-tahu si A tidak lolos ke babak selanjutnya tanpa pernah saya perhatikan kebisaannya.
Pada episode 20 Juni, tiga peserta yang mendapat polling SMS terendah yaitu Putri Ayu, JP Millenix dan Rumingkang. Kontan juri bingung memilih mana yang langkahnya harus berhenti sampai episode tersebut. Masalahnya, ketiga peserta itu adalah peserta unggulan. Para juri akhirnya memutuskan bahwa tidak peserta yang gugur kali itu. Semuanya diberi kesempatan untuk kembali tampil minggu berikutnya.
Senang. Para peserta melonjak kegirangan. Tapi sampai kapan? Semua peserta, dengan kepiawaian yang mereka miliki dan kualitas yang terus mereka kembangkan, akan tereliminasi juga.
Hari Minggu kemarin, yang dinyatakan tidak lolos ke babak selanjutnya adalah Berto, si pemain sasando. Sudah saya duga! Permainan sasando yang dibawakan Berto Pah tidak lagi bikin greget.
Yang menemani Berto di peringkat tiga terbawah adalah Belda dan Fay. Saya jadi menebak-nebak, minggu depan siapa yang perolehan SMS-nya menduduki peringkat tiga terbawah? Siapa yang akan tereliminasi? Siapa? Siapa?
Semua peserta berupaya keras menampilkan yang terbaik bagi pemirsa. Namun, siapapun bisa tersingkir. Dan itu pasti. Yang tidak pasti adalah waktunya. Entah minggu depan, bulan depan, atau di babak final.
Waktu. Ada apa di balik waktu?
Waktu menyimpan banyak hal yang tidak kita tahu. Dalam ranah hiburan, waktu bisa membuat seorang entertainer makin dicintai penggemarnya, atau sebaliknya: ditinggalkan. Kalau penampilan atau apa yang ditampilkannya itu-itu melulu, orang pun bisa bosan.
Pepatah bilang, waktu adalah uang. Bagi siapapun waktu sangat berharga. Jangan buang-buang waktu. Gunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Kira-kira itu perintah yang didasari pepatah klise tersebut.
Nah, bagi para entertainer, waktu adalah kesempatan untuk mengeksplor kemampuan diri, mengasah bakat, membuat inovasi sekaligus mempertahankan ciri khas. Tujuannya, supaya orang-orang terhibur dan tidak ditinggalkan penggemar. Tetapi harus diingat juga, kelak akan banyak pendatang baru yang bisa mengeser popularitas entertainer itu sendiri. Padahal entertainer tersebut sudah berusaha menunjukkan kualitas yang bagus.
Tapi begitulah selera masyarakat. Tidak bisa ditebak. Sama halnya dengan waktu. Kita tidak tahu apa yang terjadi lima menit kemudian, besok, minggu depan, tahun depan dan seterusnya. Prepare, hanya itu yang bisa kita lakukan.
Tag: entertainment, Indonesia Mencari Bakat
Terkait:
-
Rachel Zoe Project season 4
Kamis, 30 Jun '11 16:14
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sofie: keren
-
Chika: yoi banget
-
Titiw : nggak ada matinya
-
fairyteeth: nggak ada matinya


Komentar:
@missmaharrani: Kalo soal keren sih tiap peserta juga keren. Yg jelas, sampe saat ini aku blm bosen denger Klantink dan Putri Ayu.
Chika: Kalo nggak nonton IMB nanti diomelin Titi Sjuman lho.
btw, si JP millenix itu juga kereeennn
Ini kelebihannya IMB. Nunjukkin macem2 talenta, nggak nyanyi doang. Makanya rada bingung milih yg paling keren. Semuanya keren2 sih.
Silahkan login untuk memberikan pendapat