GULITY PLEASURE ala RED COBEX 14

Kamis, 24 Jun '10 21:46

PERINGATAN: REVIEW INI TIDAK MENGANDUNG UNSUR SPOILER, SILAHKAN DIBACA DENGAN TENANG

Judul Film : Red Cobex
Sutradara  : Upi
Pemain     :Tika Pangabean, Lukman Sardi, Revalina S Temat, Indy Barens, Cut Mini, Aida Nurmala, Sarah Sechan

Sinopsis : Kisah Geng preman wanita Red Cobex, dan Yopie, penerusnya yang berusaha keluar dari jeratan hidup kelam dan berusaha normal, yang sayangnya tidak semudah yang dibayangkan

Review
Well, tanpa bermaksud mengurangi rasa hormat saya kepada sutradara, saya tidak berkekspektasi terlalu banyak ketika masuk ke gedung bioskop. Mengingat film-film karya Upi sebelumnya (setidaknya menurut saya) hanya berhenti di wilayah permukaan tanpa kedalaman makna, saya tidak terlalu berharap "red Cobek" akan menjadi sebuah film komedi bermakna dalam, seperti "Get Married", atau "Alangkah Lucunya negeri ini". Meskipun ada sebuah review dari salah seorang menteri yang mengatakan film ini merupakan film komedi bhineka tunggal ika, saya masih tidak terlalu berharap akan menonton sebuah film yang bermakna dalam.

Terbukti, ketika menyaksikan film ini, Upi, yang juga menulis scenario film, mengulang kesalahan lamanya di film-film terdahulu. Hampir semua karakter dan setting yang ditampilkan hanya sebatas 'permukaan'. Ksarnya, Upi kurang riset. Hampir seluruh penggambaran karakter di film ini tidak lebih dari hal-hal yang kasat mata dan sudah menjadi pameo umum. Sesuatu yang dapat menjadi bumerang bagi sang sutradara, karena penonton yang kebetulan bersuku sama dengan tokoh yang digambarkan, akan merasa dilecehkan atas penggambaran yang terlalu seadanya dan tanpa riset mendalam itu. Terlebih film ini bergenre komedi.

Analoginya begini, apa yang ada di benak anda ketika disuruh melukiskan supir angkot? Beberapa gambaran umum tentang supir angkot adalah lusuh, memakai topi, berbicara dengan logat batak, dan menggantung handuk di leher. Nah, penggambaran Upi terhadap karakter di filmnya kali ini hanya sebatas itu. Dia tidak berusaha menggali lebih dalam kenapa supir angkot senantiasa diidentikan dengan mengenakan handuk di leher atau kenapa harus selalu terlihat lusuh. Tidak terlalu jauh dan mendalam. Gejala ini terjadi hampir di semua karya Upi. Sehingga "realita cinta rock n roll", salah satu karyanya yang diindikasikan akan fenomenal, justru mendapat hujatan dari kaum rock and roll yang sebenarnya.

Untungnya, saya telah membatasi ekspektasi saya.

Saya justru berekspektasi lebih kepada para pendukung film yang selalu total dalam berakting itu.

Niat saya nonton film ini adalah untuk menyaksikan akting total Cut Mini, Tika, Indy Barends, Sarah Sechan, Shanty, dan Lukman Sardi. Saya optimistis, mereka tidak akan keberatan terlihat jelek di sepanjang film, mengingat "Red Cobex" bergenre komedi.

Untungnya, ekspektasi saya tercapai. Mereka semua tampil all out.

Untuk urusan kerelaan terlihat jelek, kelima aktris genk red cobex itu adalah rajanya. Tika berhasil tidak terlihat batak, Indy Barends terlihat sangat menikmati peran manadonya, dan mereka semua rela tampil jelek untung memancing tawa penonton. Efek itu menular kepada seluruh pendukung Film. Lihat saja Shanty yang rela didandani pake daster "u can see" namun bulu ketek masih lebat itu. Atau adegan cabe nyangkut di giginya Revalina S Temat. yang membuat saya illfell dan tidak memasukan dia sebagai gadis idaman lagi (hahahah).

Kerelaan seluruh pendukung untuk total menjadi film ini terasa lebih menyenangkan, lebih tulus, dan memberi effort yang menyenangkan hingga film berakhir.

Singkat kata, menonton Red Cobex ibarat menyaksikan film Warkop. Tertawa sepanjang durasi,Tidak jelas cerita mau dibawa kemana, dan ketergantungan kepada totalitas pemain yang rela terlihat bodoh.


Tag: Film, bioskop, komedi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Titiw 0 0
I love your 1st line.. "PERINGATAN: REVIEW INI TIDAK MENGANDUNG UNSUR SPOILER, SILAHKAN DIBACA DENGAN TENANG"

: )) Ini baru namanya review!! Hidup kamyuuu!! : ))
aji aditya junior 0 0
Titiw : percaya atau tidak, ide nulis itu setelah baca komenmu di sebuah review yang gak pernah mau lagi baca review, karena pada spoiler semua, hihihihi
fairyteeth 0 0
aku lebih tertarik lihat bulu keteknya Shanty... *eh : )) : ))
Bieb 0 0
iihhh...si Lukman Sardi ini kenapa ada di semua film ya..?
Tp gpp d...wong aktingnya emang bagus : D
aji aditya junior 0 0
Bieb: iya ni, semua film yang beredar di liburan sekolah, ada dia.
adestark 0 0
kemarin sempet dilemma, mau nonton ini atau Tanah Air Beta. Walau penasaran abis sama aktingnya Sarah Sechan (ya, cuma dia yg bikin saya pengen nonton ini) tapi akhirnya saya milih film yang kedua.. Karenaa... umm.. sorry to say, sutradaranya lebih 'menjanjikan' : D
aji aditya junior 0 0
adestark: alhamdulillah dua-duanya diriku sudah nonton de, tanah air beta tar malem ah, bikin reviewnya,heheheh. BTW, sarah di film ini aktingnya agak maksa. Yang bagus tuh Indi sama Shanty.
BTW, its just a pop corn movie kok,
sofie 0 0
film ini tentang kritik dan sindiran Upi terhadap keberadaan FPI di indonesia yang bikin resah seluruh jagad indonesia melalui aksi anarkis mereka
aji aditya junior 0 0
sofie: oh iya, kok aku ga ngerasain pesan itu selama nonton ya?
maharrani 0 0
Wah hebat nih aji aditya junior: lolos dari radar miss typo Titiw : ; ))

Judulnya itu sengaja dibikin Gulity atau seharusnya Guilty? hehehe!

Soal filmnya, liat pemainnya aja udah lucu..sepertinya layak tonton juga nih film : D
aji aditya junior 0 0
wah iya, *malu mode on dengan ini saya ralat judulnya menjadi :
GUILTY PLEASURE ala RED COBEX
(puas miss? hihi)
Titiw 0 0
maharrani: MAKSUD KAMU RADAR MISS TYPO???!!! : ))
aji aditya junior: Ih jd gak enak kamu bikin tulisan ini terinspirasi aku.. Ihik.. *NGARREP*
sari indah 0 0

"Singkat kata, menonton Red Cobex ibarat menyaksikan film Warkop. Tertawa sepanjang durasi,Tidak jelas cerita mau dibawa kemana, dan ketergantungan kepada totalitas pemain yang rela terlihat bodoh."

cukup jelas bagiku untuk tidak menonton film ini.
aji aditya junior 0 0
sari indah: ehm, sinyal2nya jelas berarti

Silahkan login untuk memberikan pendapat