Mereka Yang Ingin Berlama-lama Dengan Ariel, Luna dan Tary 12
Rabu, 23 Jun '10 22:11
Sepertinya ajakan untuk menjadi bodoh saat ini menjadi satu agenda hampir semua media mainstream. Koran kuning pinggir jalan sampai Koran kelas intelek, televisi hiburan sampai televisi radio. Ini gara-gara semua pengen kenalan dan terus berdekatan sama ketiga seleb kita yang cantik dan ganteng siapa lagi kalau bukan Ariel, Luna dan Tary.Dan hanya dengan cara beginilah bisa bertemu tiap hari!
Nih ya daftar yang ingin dekat dengan:
bapak-bapak berbaju coklat. Jelas mereka ingin berlama-lama dengan ketiga seleb tersebut. Ya, soalnya hari biasa mereka kan ngelihat muka-muka macam koruptor, KPK, penggelapan pajak cowok semua dengan wajah bergelambir, wajah lelah, penuh kemunafikan, jadilah isu video yang diduga porno ini betul-betul harus dikerjakan, dibikin-bikin jebakan pasal hukumnya, demi melihat pesona seleb ganteng, cantik, wangi dan hits!.
Apalagi sesuai saran tenaga ahli kepolisian, pakar pornomatika itu bahwa harus ada uji fisik. Jyah! Tambah menjadi-jadi deh itu bapak-bapak kan? Mengukur bahu, mendapatkan lingerie apalagi coba. Padahal secara hukum, jerat pasal pornografi itu tidak masuk akal, pun UU ITE, dan asusila. Karena pornografi yang diatur UU negara ini gak jelas, pasal 4 dari UU tersebut ada pengecualian untuk kepentingan pribadi. UU ITE? kejadian tahun berapa, UU ITE berlaku tahun berapa? Kata teman-temanku yang ahli hukum azaz UU-nya tidak berlaku surut, fail! Asusila? Lha, kayak gak pernah berhubungan seks aja sih ya, kan mereka melakukan hubungan seksual di dalam kamar gak di taman.
Terus sapa lagi yang ingin berlama-lama?ituh EF PE I jelas banget keinginannya untuk selalu dekat seleb dan hal- hal yang indah atas nama maksiat. Begitu yang apes seleb papan atas macam Luna, Tary, Ariel maka berbondong-bondonglah mereka, yang merangsek ruang privasi ketiganya, dengan dalih mau menangkap dan menggiring merekalah, tapi coba pastikan foto-foto aman gak tuh!. Apalagi alasannya kalau bukan cuma mau berlama-lama menikmati sensasi eksklusif berdekatan dengan para seleb.
Media, media.. jelas banget ingin berlama-lama. Ini mungkin hampir sama dengan keinginan para bapak berbaju coklat. Bosen kali ya mereka dilempar-lempar ke KPK, Anggodo, Mabes, Ditjen Pajak, detasemen 88, lumpur lapindo dan gedung yang katanya miring itu, mana nulis beritanya mesti serius dengan analisis, mana sasaran tembaknya berubah terus sesuai dengan konstalasi politik. Mending pilih berita ringan, fantastis, dengan sasaran tembak yang jelas meskipun mengada-ada.
Lha, saya juga nulis ini sebagai bagian dari yang ingin berlama-lama dengan seleb, memperhatikan di setiap sudut ruang membicarakan dan menyalahkan mereka. Korban jadi tersangka dan sebaliknya, itu cuma di Indonesia. Dibodoh-bodohilah saya (dan mungkin kalian) dengan statement mereka yang berpakaian seragam necis, mereka yang bilang ini isu moral-dan berbahaya bagi anak muda bangsa (padahal donk mereka pelaku poligami, ada yang kerjanya cuma berpantun, ada yang tukang ngadu).
Pokoknya yang penting menikmati sensasi wangi selebritas yang tadinya tak terjangkau itu kini jadi dekat di ruang-ruang privat kita, asik bener, jangan lepas topengnya!
gambar pinjem disini
Terkait:
-
The Greatest Movie Ever Sold
Minggu, 21 Agu '11 04:23 -
Seleb Muda Jaman Sekarang, Krisis Seksualitas?
Minggu, 24 Apr '11 23:05 -
Antara Pong dan Fuadi di Televisi Beberapa Hari Ini
Senin, 2 Agu '10 10:43
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
fairyteeth: nggak ada matinya
-
fadex: yoi banget


Komentar:
*ngikik*
lha ini aku nulis soal mereka
And several video uploaders were released because they're not the first uploader. I mean, what the fuck? They have the same responsibility, if not bigger, than Ariel yet they got released without any penalty. Cheezes fries.
Kalau mau dibilang "jangan kemakan pengalihan isu" sih silahkan. Cuma tetep aja di sini ada orang-orang yang tidak bersalah yang ditangkap dan hancur karirnya. Not to mention, implikasi ke bawahan mereka (kayak dibahas di artikel Miss Maharani). Pengalihan isu atau bukan, they deserve proper supporter, and that AP law need to be revised. Ariel ,Luna, and Tary aren't the first victim. Few months back, a woman got imprisoned because her ex sell their sextape. It's totally unfair, especially for the women.
UU-AP memang UU paling gak jelas dianatara sekumpulan UU di indo yang gak jelas lainnya. gak penting, negara terlalu mengontrol tubuh warganya. gak penting pula. dan asumsi bodohnya memang pak police pada pengen berlama-lama dengan seleb, lha pijakan hukum dari sudut manapun gak ada yang cocok, semuanya lemah.
dan ini bukan pengalihan isu belaka, ini contoh yang nantinya bakal banyak terjadi ke depan, hanya gara-gara hubungan seksual yang alamiah itu, warga negara bisa dijerat hukum. dan tentu perempuan adalah kelompok yang tingkat kerentanannya dobel dengan hal beginian
Tapi yah, blow up kasus ini juga ngebangkitin Tiffie untuk merevive RPM Konten lagi. Meskipun agak backfiring ke dia sih, karena sekarang udah ada permohonan pencabutan dia sebagai menteri karena statementnya yang sembarangan mengenai Yesus itu.
Which again, could be a blessing in disguise for the greater good
Selama mereka ga ganggu privacy orang lain dan tidak melanggar hukum, biarlah mereka menanggung semua konsekuensi dari tindakan masing2.
Nampaknya kita masih suka main tuhan-tuhanan.
alasannya harus ada yang bertanggungjawab dalam hal ini... tapi kayanya polisi salah arah dengan menahan dan menetapkan tersangka kepada ariel. harusnya yang menyebarkan dulu yang dikejar bukan???
terlepas dari segala perdebatan UU ITE, UU AP dan UU lainnya, ini jadi pelajaran buat semuanya... IMHO
sofie: Yaaaah sapa juga yang kagak mau lama2.. katanya sampe Luna diukur payudara, si Tari disuruh teriak untuk ngebuktiin suaranya mirip apa nggak, ya polisi2 itu mah demen lama2 ama artis2 wangi..
saya mendukung Ariel sebagai people of the year tahun ini. Jauh mengalahkan Susno... (OOT)
*syitt... lagi siwer salah ketik*
sandi: masalahnya ada di hukumnya dan penegak hukumnya yang gak bisa bedain ini persoalan privacy atau kriminal
fadex: pelajaran buat penegak hukum untu ngurusin hal gak penting tapi yang penting tenar
Titiw : nah, itu dia mereka ingin berlama-lama dengan mengada-ada
aji aditya junior: bola salju bagaimana, pak? coba diperhatikan lagi tulisannya
Silahkan login untuk memberikan pendapat