Sisi Sentimentil Toy Story 3 19
Senin, 21 Jun '10 16:33
Toy Story 3 sudah dibahas oleh beberapa teman di sini. Namun saya yang emang hatinya sudah jatuh dan mencinta oleh Toy Story sepertinya harus memberi sedikit sentuhan pena dalam film ini. Halah. Review dari saya bukan dari sudut pandang filmnya, melainkan dari sudut pandang perasaan si penonton. Review orang-orang yang sudah menonton film ini kebanyakan bernada positif. Kenapa demikian? Ya kalau diliat dari kualitas film, apalagi sih yang kurang dari film-filmnya Pixar? Tapi satu yang bikin film ini sukses adalah: sisi sentimentil dalam film, apalagi bagi mereka yang "besar" dengan film ini.
Saya ingat ketika Toy Story 1 tayang waktu saya SD dengan sebuah produk makanan fastfood mengeluarkan pasukan mainan tersebut untuk mainan Happy Mealnya. Saya iri sekali ketika teman sepermainan saya dibelikan paket itu dengan Bo, si gadis gembala sebagai hadiahnya. Apa daya, orang tua saya bukan tipe orangtua yang dengan mudah membelikan makanan cepat saji bagi anak-anaknya, apalagi dengan alasan mau dapat hadiah. Untuk Toy Story 2, lagu "When Somebody Loved Me" dari Sarah Mchlachlan yang menjadi original soundtracknya menjadi favorit ketika saya dan teman-teman SMA ngumpul ngerjain PR sepulang sekolah. See? Ada satu perasaan sentimentil yang dijual di sini. Perasaan tumbuh bersama. Sama seperti ketika kamu sedih film seri F.R.I.E.N.D.S berakhir di season ke-10. Sama ketika kamu mengingat film seri Cosby Show, Mcgyver, The Simpsons, dll.
Bukannya sok kritikus film, tapi sejauh pengetahuan saya yang kurang jauh, belum ada film Indonesia yang bisa menyentil sisi sentimentil tersebut jika membuat film. Faktor laris/tidaknya sebuah film bukan saja dilihat dari canggihnya pembuatan film, atau jeniusnya naskah film tersebut. Terkadang, ego dan nostalgi penonton harus sedikit dielus sehingga membuat mereka setia dan akan membela film tersebut, meskipun dari sisi-sisi teknis film, si film tidak canggih2 amat. Sampai sini, saya belum bisa menemukan film layar lebar yang membuat rasa sentimentil itu muncul. Film apa ya yang membuat kita kangen akan masa kecil, karena kita besar dengan film itu..? Ada yang bisa share di sini..? ;)
Biar puas, sila liat video dari Toy Story 1, 2 & 3!
Toy Story 1
Toy Story 2
Toy Story 3
Tulisan diambil dari: Titiw.com
Terkait:
-
Mockumentary Film: Modern Family
Rabu, 1 Feb '12 23:32 -
Masihkah Ia Sekuat Besi?
Senin, 23 Jan '12 22:08 -
The Real Mission Impossible
Sabtu, 24 Des '11 18:57


Komentar:
Sebenarnya waktu UP kadar emosionalnya jg tinggi lho..
Btw ada bocoran Toy Story masih akan muncul sebagai film pendek pembuka Cars 2.
Trivia quiz:
Inget Sid..?? Si anak bengal dr Toy Story 1..
Di Toy Story 3 dia jg tampil lagi. Yang mana hayooo..??
Sid di toy story 3? Sumpah lo? *gugling*.. WAW!! He's the garbage man!! Whoa! Whoaa!! Whoaa!! I love trivias!
Tau kok kalo nangis. Pake pura2 ngucek2 mata segala. Cih.
Dan hampir di setiap adegan ada trivia, dr toy story sebelumnya atau animasi Pixar lainnya. Makanya kenapa kudu nonton lagi..
mungkin setipe kali ya, dulu pas masih SD sebelom nonton toy story pun udah percaya kalo maenan kalo tuan nya gak ada bisa hidup sendiri... jadinya pas pelemnya cerita kayak gini, jadi makin dalem...
ada Totoroooo....
apa lagi ya? cuman ngeh bagian itu doank
sandi: AKU GAK PURA2 KUCEK MATA!! Emang matanya basah kan kudu dielaaap!!
fairyteeth: banyak tau trivianya.. coba tanya om sandi yang sudah lebih banyak makan asam garam..
Banyak banget yang bilang film ini bagus dan mengharukan..aduh jadi tambah pengen nonton...
ciri khas Pixar kan slalu ada film pendek sebagai pembuka
sandi: Iyah, waktu itu aku talat mas! Tapi udah liat di yutub. Yang cuma 117 detikan itu kan..? gak lama kan..? *worry*
fairyteeth: Aku gak ngeh, yang menggabungkan 3 D & 2 Dnya itu yg mana..?
Rangamaru: Oh ngonoh.. tengkyuh reng..
oh gitu ya, kayaknya sih udah di jakarta tapi gak suka toy story, lebih banyak nonton film dokumenter *dibahas*
Silahkan login untuk memberikan pendapat