Ariel, Terimakasih Ya... 26
Jumat, 11 Jun '10 12:06
Kamu yang mirip dengan Ariel, maafkan jika kami tetap memanggilmu namamu Ariel, sebenarnya ada apa dengan kami?
Hari-hari ini, kami kehilangan kemampuan untuk melihat apa pun, kecuali kamu. Lidah kami pun tak kuasa dikontrol untuk tak membincangkan dirimu. Di kantor, di mal, di pasar, di televisi, di mana-mana, kami membicarakan kamu. Seakan hidup kami telah diwakafkan hanya untuk kamu, dan menunggu, kejutan apa lagi yang akan engkau berikan.
Kami berjamaah untuk menontonmu, dengan decak takjub, dan riuhan komentar saru.
Kami menghinamu, dengan umpatan yang seakan kami dan engkau memiliki batas tegas antara yang bermoral dan tidak.
Maaf Ariel, barangkali, kami cuma cemburu dengan ''keberuntunganmu''. Dan kecemburuan itulah yang membuat kami tak bisa menerima dirimu dalam khilaf, dalam dosa. Karena kami sebenarnya lebih fokus pada bagaimana adegan yang engkau mainkan, daripada dosa yang engkau terima. Kami mencari-cari dalam tayangan itu, apa yang membuat engkau begitu diminati para aktris, yang katanya antri sampai 23 atau 32, dari yang muda sampai yang tua. Dan jujur Ariel, kami tak menemukan yang istimewa dalam dirimu. Engkau tak memiliki ''kualitas'' sebagaimana aktor dalam film-film porno. Dan itu makin membuat kami cemburu.
Ariel, ada apa dengan kami?
Dari dunia maya, percakapan di berbagai forum, videomu menjelma menjadi perdebatan dan kepenasaran publik. Berhari-hari, kami disemburi oleh seluruh pernak tentang kamu. Dan bukannya mabuk, kami kian haus. Menunggu, dalam dahaga, setelah yang mirip Luna-Tari, lalu siapa lagi? Kami cemas, tapi juga berharap bahwa videomu dengan yang miri Aura Kasih-BCL-Sophia Latjuba, dan lainnya, sungguh benar-benar ada. Kami bahkan tak bosan mencarinya, di berbagai forum, dan bertukar kabar dengan para relasi. Kami ingin melihat bagaimana engkau menaklukkan mereka? Apakah bergaya sama? Ataukah dengan kelembutan dan kesantaian sebagaimana yang engkau tunjukkan kepada yang mirip Cut Tari? Kami juga ingin tahu, di antara sekian wanitamu, siapa yang memiliki tubuh paling indah. Kami tiba-tiba jadi penganalisa syahwat yang paling hebat. Karena kamulah Riel, tubuh-tubuh aktris yang selama ini jadi fantasi kami, mewujud dalam kenyataan.
Ariel, ada apa dengan kami?
Tiba-tiba tayanganmu menjamur di internet, digandakan ke berbagai situs, dipecah dalam berbagai file, dan dianalisa dari berbagai sisi, hanya untuk memastikan bahwa yang tampil di dalam video itu adalah kamu. Dan secara pasti, berita tentang kamu menjadi yang terpopuler di minggu ini. Videomu itu, menjadi yang paling dicari dan paling banyak diunduh.
Di berbagai infotainmen, kamu dibicarakan dengan cekikikan presenter. ''Obsesi'' bahkan membuat tayangan dua hari khusus untuk membicarakanmu, lengkap dengan ''analisa'' kejiwaan, dan celetukan-celetukan nakal. ''Sebelum terkenal, apakah Ariel sudah seperti itu, ya?'' tanya Dwi Putrantiwi. ''Apakah itu penyimpangan seks?" tambahnya.
Lalu hidupmu dikupas. Jejakmu disusuri satu persatu. Semua perempuan yang pernah kenal dan digosipkan denganmu, ditanya dengan curiga, seakan mereka juga telah engkau masukkan dalam rekaman yang sama.
Ariel, ada apa dengan kami?
Mengapa kami haus kamu?
Dari Peterpan, kini kami menyebutmu Ariel Peterporn, dan kami tertawa-tawa, bangga dengan ''kreativitas'' nama tersebut. Apalagi, nama itu seperti wabah, diterima dengan cepat, menjadi stigma yang dianggap mewakili dirimu dengan benar. Lalu, kami buatkan poster, dengan dampingan Luna dan Tari. Poster itu pun melesat di <I>facebook<P>, juga berbagai forum, diunduh, dikomentari, dengan riang gembira. Kami seperti memiliki kebebasan untuk memuji sekaligus memaki.
Ariel, ada apa dengan kami?
Kemarin, kami masih memaki-maki Israel, menagih kasus Centuri, dan merecoki rencana bagi-bagi uang di DPR. Tapi dalam sekejap, perhatian itu bisa pupus hanya karena dirimu. Padahal Riel, video itu tak ada bagusnya. Tubuhmu dan lawan mainmu pun juga tak sebagus sebagaimana fantasi kami selama ini. Apalagi jika dibandingkan dengan video profesional lain yang bahkan dapat dicari lebih gampang. Tapi kamu, Riel, telah membuat sumbatan syahwat kami tercabut. Kamu mengalirkan seluruh nafsi kami untuk mendapatkan pemenuhan. Engkau Riel, telah mewujudkan imaji publik, kepenasawan kami, menjadi kenyataan. Engkau telah dengan sempurna menunjukkan bahwa ada latu syahwat di dalam diri kami. Dan kami merayakannya, --tanpa sadar-- dengan bangga.
Iya Riel, engkau telah menjadi pemicu bahwa kami adalah masyarakat syahwat, yang mengidolakan seks lebih dari apa pun. Engkau telah membuka selubung kepalsuan kami, dan menunjukkan wujud kami yang asli, sebagai pengunyah dan perindu seks sejati. Engkau Riel, telah membebaskan kami dari rasa malu untuk memuja seks, dan menjadikan aktris sebagai bagian dari pemujaan seksual itu. Dengan tampilnya dirimu, kami jadi punya keberanian dan kebebasan untuk mengakui dengan terus-terang, bahwa kamilah Riel, yang kecanduan seks, ketagihan persetubuhan, gila video porno. Kami Riel, lebih ''sakit'' dan lebih menikmati seks daripada kamu.
Jauh sebelum kamu Riel, kami telah bersembunyi untuk mencari dan mengunduh apa pun yang berbau porno. Tapi kehadiranmu telah membuat kami secara terbuka menyatakan bahwa kami sakit. Bahwa engkau berada dalam bagian masyarakat yang ambivalen, menista sekaligus memuja, masyarakat yang tak sehat dengan pikiran-pikiran dan fantasinya.
Ariel, terimakasih. Dengan dua videomu itu saja, kini kami mulai menyayangi anak-anak kami. Mulai merasakan pentingnya cinta dan kepercayaan. Tapi yang utama, dengan ''dosa'' kamu, kami telah merasa menjadi pribadi yang paling bersih, yang jadi layak menista.
Tag: bintang, entahlah, munafik, curhat
Terkait:
-
Dewi Yull dan Hujan Bulan Juni
Kamis, 24 Jun '10 10:12 -
Arumi Pergi, dan Kita tak Bahagia
Rabu, 26 Mei '10 10:02 -
Gary Iskak dan Topeng Kita
Jumat, 30 Apr '10 09:12
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
bonardomaulana: nggak ada matinya
-
deadeye doll: yoi banget
-
fadex: nggak ada matinya
-
missmaharrani: nggak ada matinya
-
sofie: yoi banget
-
fairyteeth: yoi banget
-
JustRudy: nggak ada matinya
-
Cybelle: keren
-
Titiw : keren
-
Sundea: keren
-
emmet24son: nggak ada matinya
-
aila: nggak ada matinya
-
kenes: nggak ada matinya
-
Chika: yoi banget
-
MiMa: keren
-
to Ra nt: keren
-
ridul: yoi banget
-
kmonoarfa: nggak ada matinya
-
Bieb: keren


Komentar:
Juga, (mirip) Cut Tari, artis yangg membuat saya berpikiran "ih nih cw gemesin banget walaupun ceking", jadi bisa melihat liuk tubuhnya
thanks Ariel atas karyanya di industri musik dan industri porn *ups..!!*
bonardomaulana: nah kalau kalian berdua udah ketemu..mengalirlah bahasa-bahasa indah itu...dudududu
deadeye doll: seperti "makan nggak makan asal kumpul" yah..
fadex: nah ini dia nih haus "Ariel"
Kenapa si mas yang mirip ariel itu mesti direhab? sakit apa dia? for using no cap? for switching partners? for recording and collecting?
mungkin..mungkin lho ya, dia kecanduan seks seperti tiger wood itu lho maksudnya. aku gak tau kalau recording and collecting itu apa termasuk juga
kalo for recording and collocting video kayaknya gak deh
for switching partners (collecting partners) menurutku juga masih wajar... kebetulan aja partnernya terkenal semua... kalo orang lain mungkin juga sama kayak gitu, tapi suka ngecer / jajan gak ketahuan juga toh
#inijawabanasalloh
Keren sekali tulisannya. *applause*
speaking bout Luna.. di acara kick off Djarum Indonesia Open tadi siang dia datang dengan lantang dan menantang dengan kaos warna kuning untuk main badminton bersama para atlet di grand indonesia. Dia tidak lari dari janji. Saya super salut sama dia, meskipun setelah itu dia dikejar2 secara gila2an sama kira-kira 256 wartawan..
thumbs up buat bung penulis
hal2 lebih penting malah terlupakan
Udah gitu Komnas Anak pake komentar kalo terbukti benar, Ariel & Luna disuruh mundur dari panggung showbiz. Hello...kalo kata Sarah Azhari.. "WHO IS YOU!"
sindirannya terlalu halus? berarti tingkat kepekaan orang yang bersangkutan terlalu rendah
ooowh, iya sih betul banget, dan itu banyak *sigh*. apalagi dibaca sama FPI ya, nat
*shrugs*
Ngapain direhab juga lagian. 32 cewek itu biasa kok, lha wong mantannya banyak. Di keseharian juga banyak yang kayak gitu, cuma cenderung nggak kebuka aja
Gw lebih penasaran dengan video (mirip) dia yang katanya bersama seorang cowo yang (mirip) artis
pelaku video itu mirip ariel, mirip luna, dan mirip cut tari, yang diperiksa oleh para pejabat yang mirip polisi dan diterang-jelaskan oleh pakar telematika 'yg mirip' Heru Sutadi & Abimanyu , dengan saksi ahli yang katanya mirip krt roy suryo. dan terakhir, lelaki yang mirip ariel itu merusak kamera milik mereka yang mirip jurnalis, dan semua peristiwa itu terjadi di dalam negara yang mirip indonesia dengan masyarakat yang mirip-mirip orang beragama...
video itu bikin saya pusing...penasaran tapi masih d bawah umur
Silahkan login untuk memberikan pendapat