Sekelumit Cerita dari Pangandaran 11

Jumat, 21 Mei '10 11:07

Ketika menunggu bus yang akan membawa saya ke Bandung di terminal Pangandaran sepulang melakukan single backpacker keliling Ciamis, iseng-iseng saya memesan siomay dan dari sini lah cerita dimulai.


Bapak penjual siomay tiba-tiba bertanya apakah saya mengetahui kejadian sepuluh tahun silam di terminal ini. Saya pun jadi penasaran sebenarnya ada apa kala itu. Si bapak pun akhirnya bercerita panjang lebar bahwa ketika itu ada pemuda yang dibakar hidup-hidup oleh ratusan bahkan ribuan nelayan. Kisah ini berawal ketika pemuda tersebut meminjam gitar kepada anak nelayan, namun pemuda tersebut malah bertingkah bengal dengan tidak mau mengembalikan gitar pinjamannya dan malah menantang si anak nelayan ketika meminta gitarnya. Sialnya, pemuda tersebut menantang anak itu dengan kata-kata "Emang anak syapa lo?? Anak nelayan?? Panggil semua nelayan, Sini gue adepin!!". Dan kata-kata ini lah yang menyulut emosi para nelayan Pangandaran hingga mengarak pemuda tersebut ke terminal dan membakarnya hidup-hidup. Polisi pun dibuat tak beradaya karena banyaknya nelayan kala itu.


Serem banget ya?? Tapi ternyata ada hikmah dibalik kejadian itu, terminal pangandaran jadi aman, tidak ada lagi orang-orang yang mengganggu kenyamanan, copet, jambret, tukang palak apalagi kejahatan pasca kejadian tersebut. Bahkan calo dan pak ogah yang biasa kita temui diterminal pun tak saya temui disini. Dalam hati saya berkesimpulan, pantas saya aman-aman saja melakukan single backpacker disini.


Tapi cerita penjual siomay bukan hanya itu, beliau kembali bercerita kalau di Pangandaran, nelayan memang disegani, pernah suatu kali seorang nelayan makan bakso pasca melaut di sebuah kedai bakso kawasan wisata pantai Pangandaran. Tak disangka penjual bakso malah memberikan harga tembak (harga yang jauh lebih tinggi) sebagaimana layaknya di tempat wisata. Si nelayan tak berkata apa-apa, dia pun langsung membayar bakso dengan harga selangit itu. Tapi tak berapa lama segerombolan nelayan mendatangi kedai bakso itu dan ramai-ramai mengotong gerobaknya lalu diceburkan ke laut. Pasca kejadian itu, semua pedagang tak ada lagi yang berani memberikan harga tembak pada siapapun termasuk wisatawan. Pantas saja makanan disana harganya standar semua, bakso, mie ayam atau siomay hanya 5000an saja.

 

Benar atau tidaknya cerita si tukang siomay memang belum bisa dibuktikan, tapi mengingat apa yang saya alami langsung kala backpackeran ke Pangandaran bisa saja kejadian-kejadian itu memang benar pernah terjadi. Hmm....Setiap kejadian memang pasti menghasilkan hikmah.

 


Tag: Kejadian, cerita, pangandaran, kisah, nelayan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Bieb 0 0
widiiihhh...serem banget
aliya muafa-bodjyoale 0 0
Bieb: ya serem banget emang...tapi jadi banyak hikmahnya....
Hasan el-Sumatrani 0 0
karena serem itulah, tulisan ini menarik! Cayo!
Si Nila 0 0
Wah keren menceritakan sebuah kisah dari nara sumber terdekat.. sambil maem.. jadi tau-deh kisah dibalik nyamannya backpacker di terminal Pangandaran..
Si Nila 0 0
Wah keren menceritakan sebuah kisah dari nara sumber terdekat.. sambil maem.. jadi tau-deh kisah dibalik nyamannya backpacker di terminal Pangandaran..
maharrani 0 0
Whew....berasa Buser Buser gimana gitu ya..ngeri juga..
Thanks for the info anyways : D
Titiw 0 0
Keren juga nih ceritanya!! Ahaha.. eh eh kamu suka jalan2 ya..? Aku juga, kapan2 kita ngetrip bareng gemana..? ; )
aliya muafa-bodjyoale 0 0
Hasan el-Sumatrani: iya disitu lah letak daya tariknya...hehe

Si Nila: iya ternyata oh ternyata.......aman karena pernah ada kejadian...hehehe

maharrani: sama-sama rani..... : )

Titiw : wah terima kasih tiw....iya aq suka jalan2. he malah kalo nggak ada temennya aq jalan sendiri aja....kapan ngetrip bareng aja....ke ujung genteng udah pernah belum??? aq belum nih...hehehe
fairyteeth 0 0
: o : o : o

wogh keren ceritanya *balik menganga* : o
aliya muafa-bodjyoale 0 0
fairyteeth: ya nggak disangka juga iseng2 beli siomay malah dapet bonus cerita itu...hehehe

oiya kata si bapak penjual siomay itu juga, nggak ada lagi anak2 nongkrong yang suka mengganggu atau bahkan makan tapi nggak bayar....sekarang anak2 nongkrong itu walaupun dalam keadaan mabuk mereka nggak ada yang mengganggu orang lain, bahkan makan pun mereka bayar sesuai karganya...kalaupun ngutang besoknya mereka bayar lunas....begitu besar dampak kejadian itu di pangandaran....
nyun 0 0
yoi banget! anarki sih.. tapi keuntungan jangka panjangnya jd menarik wisatawan lebih banyak soalnya jadi aman n nyaman tempatnya.. heheheh..

ciamis tempat ngabur saya soalnya kalo penat ma jakarta.. xD

Silahkan login untuk memberikan pendapat