MTV Teen Mom Cocok Dibuat Versi Indonesianya Gak Sih? 11

Sabtu, 17 Apr '10 02:05

Waktu saya menulis draft ini, seminggu sebelum pengumuman Anji sebagai ayah biologis putri Sheila. Sungguh kebetulan sekali. Terus jadi ingat lagi gara-gara mencermati kecenderungan acara televisi di Indonesia yang memilih hobi adaptasi dari sajian televisi, tepatnya 'memaksa mengadaptasi' dan dibuat lebih lebay.

Ehm, entahlah tapi yang jelas acara ini adalah MTV Teen Mom. Ditayangkan ya di MTV-lah masak di Disney Channel. Saya gak sengaja melihat acara ini, sekelebatan tapi langsung muncul pertanyaan, 'apa maksud MTV menyajikan acara ini?

Sebagai bagian dari generasi yang juga pernah menikmati dan nyandu MTV, beberapa tahun yang lalu, spirit girl power cukup terasa dalam beberapa tayangannya. Kalian juga ndak? :D

Jadi acara MTV Teen Mom ini semacam reality show menurut saya tentang bagaimana ibu-ibu muda yang notabene masih remaja itu menjalani perannya sebagai ibu dan sebagai remaja. Jelas ini bukanlah hal yang mudah, remaja kadang ingin bersenang-senang tapi di sisi lain dia memiliki kewajiban untuk mendampingi anaknya. Hubungan antara Teen Mom dan lingkungan, keluarga, cinta, masa depan serta konflik-konflik yang ada didalamnya menjadi bagian dari acara ini (di Wikipedia acara ini disebut dokumenter).

Asumsi saya tentang acara ini? Saya kurang tahu bagaimana keberpihakan MTV tapi saya punya asumsi bahwa acara ini adalah salah satu cara para konservatif atau republikan untuk menegaskan dan mendorong masyarakat (Amerika khususnya) terhadap pro life. Ini terkait dengan kondisi di US bahwa tekanan republik atas kasus aborsi cukuplah kuat dan banyak yang mendukung.

Di sisi lain saya juga memiliki asumsi positif bahwa acara ini memberikan pandangan alternatif bahwa tidak perlu takut menjadi single mother (kalau lingkungan anda mendukung) dan edukasi secara visual tentang " ini lho kalau kamu berhubungan seksual sebelum menikah dan tanpa pengaman, kamu akan mengalami hal yang seperti ini".

Ini menarik ketika dikaitkan dengan situasi gosip di Indonesia beberapa hari yang lalu tentang bagaimana media hiburan menyoroti berkali-kali pilihan Sheila Marcia menjadi single mother dan pengakuan Anji sebagai ayah biologis. Ada berbagai macam pro-kontra terhadap bidikan media akan hal itu. Salah satunya adalah pembenaran perilaku seks pranikah dan kelompok yang pro life dan menentang aborsi.

Pertanyaan saya: Mengingat media televisi kita yang suka nyontek-nyontek acara buat reality show dan menimbang drama Sheila dan Anji yang lumayan jadi perhatian publik. Apakah MTV Teen Mom ini akan dibuat versi Indonesianya oleh televisi kita? misalnya dengan bintang utama Sheila? Bagaimana menurut anda saudara-saudara? :D

FYI, saya pro choice ;)

sumber foto

 

 

 


Tag: media, sheila marcia, reality show, mtv teen mom

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

aila 0 0
kyknya kl diadaptasi, eh nyontek, utk dibikin versi indonesianya... ehm jangan deh. Soalnya kebanyakan masyarakat kita bukan penonton yang cerdas. Liat aja sinetron yg jualan airmata dan humor seks murah itu laku bgt. sampe bikin pusing dan sakit hati deh.

inikan reality show ya (yg kadang ga real itu), mending kl yg nonton menyimpulkan positif, lha kl ga, bisa repot deh.

btw, saya juga dulu sempet nyandu acara2nya MTV. hihihii..
Alderina 0 0
Menurutku ini bagus buat remaja yang pengen tahu sex itu apa. Biar pada nonton deh! Supaya mikir bahwa after sex, there is a possibility to be a mom and be a mom is not easy as it seems.

Atau juga bisa, anak-anak remaja yang biasanya hobi membangkang *tunjuk diri sendiri* jadi mikir bagaimana susahnya si Ibu membesarkan dia : p

Aku Pro Life sih makanya mikirnya gini ya : p
aji aditya junior 0 0
terlalu liberal kalo dibkkin versi indonesianya, agaj2 high risk. aku lebih setuju kalo kita stop adaptasi program asing, termasuk terdampar yang katanya adaptasi eh jiplakan lost itu, karena yang ada jadi kerasa aneh ketika dibikin lokal
Chika 0 0
sebenernya sih bagus kalau diadaptasi, tapi kalau abis itu malah banyak yang pengen jadi teen mom? nah lho. : ))
sari indah 0 0
Kalo pertanyaannya cocok atau tidak, agak susah jawabnya. Budaya kita sudah banyak berubah, menjadi sangat permisif. Dan saya yakin akan banyak pro kontra jika acaranya ini diadaptasi. *jadi ingat majalah playboy indonesia*
tapi mtv memang pelopor reality show.
MiMa 0 0
hmm... kalo ini dibikin versi indonesianya pasti isinya kebanyakan rekayasa deh, tipikalnya reality show indonesia tuh hhehehe....
lagian takutnya jadi kontroversi jg kalo masuk di indonesia, kayak kata Chika jadi banyak yg pengen jd teen mom ntar hahaha....
sofie 0 0
aila: Alderina: aji aditya junior: Chika: sari indah: MiMa:
agak rentan berarti ya kalau pendidikan seks divisualisasikan, soalnya banyak yang suka ngganggep nanti moralnya rusak dan bla..bla yang lain tentang budaya timur (yang jelas bohong). mesti nunggu penikmat televisi kritis : D
aji aditya junior 0 0
iya, nampaknya pendidikan pencerdasan penonton TV kita masih kalah cepat sama bioskop
sari indah 0 0
aji : hah, sejak kapan penonton bioskop kita cerdas. lah yang disuguhin paling..., terus..., dan .... : ))

tapi kalau pendengar acara yang diradio setiap sabtu malam di bintang itu kayaknya emang cerdas ya..: )) : ))
aila 0 0
sofie: hehe.. emang sulit ya, karena kl tv agak susah diawasin, krn pihak pembuat acara (dan tv yg menyiarkan) ga bisa ngatur siapa aja yg nonton acara tv jam berapapun. Jadi yg disampaikan emang suka ga kena targetnya.

kl emang mau ada pendidikan seks, kyknya lebih cocok lewat sekolah. kan ada tuh (lupa baca dimana) di luar negeri, ada sekolah yg program seks education nya lwt pengalaman, kyk misalnya, kunjungan ke panti asuhan anak2 bayi gitu, dah gitu mereka disuruh ngurus anak bayi selama periode tertenu (dlm pengawasan juga sih), dgn gitu mereka ngerasain lgs repotnya ngurus anak. bukan cuman nonton doang yg jelas2 kl acar TV mah ga lepas dari segi komersilnya dan ya gitu, byk rekayasanya...

wooo, panjang euy komen nya, hehe. sorry : p
Titiw 0 0
Setuju sama aji aditya junior : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat