Ini Dia Baju-baju Keren Oscar! 12

Minggu, 4 Apr '10 17:52

Dibawah label Oscar Lawalata Culture, kali ini desainer kelahiran Pekanbaru itu memberikan interpretasi baru pada tenun ikat dan songket Nusa Tenggara Timur.

Tangan terampil Oscar dan daya imajinasinya, membuat kain ikat yang kebanyakan berwarna dasar hitam itu tampil elegan, mewah dan anggun. Dalam pameran bertajuk “Aku, Ikat, Mereka dan Kami” ini Oscar menghadirkan tenun ikat dalam bentuk unik yang disesuaikan bagi kaum urban. Langkah ini sejalan dengan filosofi Oscar yang memang ingin mengangkat tradisi dan budaya asli berbagai suku di tanah air ke dalam dunia fashion modern. 

Salah satu terobosan Oscar adalah menggunakan benang sutra sebagai alternatif untuk benang katun agar tenun ikat tidak lagi terlalu berat dan lebih lentur saat dikenakan. Ternyata, menurutnya tidak mudah bagi ibu-ibu penenun untuk beradaptasi menggunakan benang sutra. Oscar memang bekerja sama dengan penenun tradisional dari berbagai desa di Sumba, Flores, Timor Tengah Utara dan Selatan serta kabupaten Kupang.

Bahkan tiga orang ibu penenun didatangkan di pameran ini khusus untuk memperagakan cara menenun tradisional. Salah seorang ibu pun dengan fasih menuturkan tahap demi tahap proses memintal benang, mewarnai hingga menenun ikat dan songket.

Nilai lebih tenun ikat adalah seluruh proses dan bahannya menggunakan bahan alami, termasuk pewarna. Misalnya kayu secang untuk warna merah, kunyit untuk warna kuning, abu untuk warna biru dan menggabungkan berbagai bahan itu untuk memperoleh warna-warna lain. Jadi tenun ikat pun tampil bisa dengan warna-warni nan cerah. Nah, dengan desain cantik, bahan alami dan warna yang memikat, selayaknya penggemar fashion Indonesia berpaling pada karya anak negeri dari pada jauh-jauh berkiblat pada desainer Eropa.


Tag: NTT, oscar lawalata, tenun, ikat, songket

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Chika 0 0
apakah baju-baju ini akan menggeser ketenaran batik? *halah malah nanya*
maharrani 0 0
Chika: eh bisa jadi lho Tik. Walaupun batik pasti masih punya tempat tersendiri di hati para perempuan : D

Aku jg lg nyari tenun NTT nih. Terpikir untuk pakai itu di resepsi..hmmm...
Sabai 0 0
Chika: Oscar malah menggabungkannya dg batik. Jadi baju2 itu dua lapis, lapisan luar spt terlihat di gambar, lapisan dalamnya kain batik yg adem.

maharrani: di pameran itu banyak tenun NTT bagus2, yg warnanya cerah2 (nggak didominasi hitam-coklat tua spt kebanyakan tenun NTT)
sofie 0 0
maharrani: Chika Sabai
Tik? Chika kaliiiii : )) : )) aku mau pamer ah aku punya tenun NTT macem-macem, yg belum punya warna oranye. mau aku bikin dress buat resepsinya dita ah. Eh Chika kalau di kalangan aktivis perempuan tu, batik agak kalah pamor malah, mereka lebih suka tenun ikat dari NTT, Sulawesi , Medan, Padang dll, : D
Titiw 0 0
sofie: Sofie berat deh.. "kalo kalangan aktivis perempuan". Saaaah.. Ahahahha. : ))
Sabai: NAh gini doong ada gambarnya biar gak dikira hoax.. hihihi.. Kereeen!! ; ) Btw ini aku taro di indonesiakreatif.net ya kakak.. : D
Sabai 0 0
Titiw : silahkeun!!
nah, disini picture qualitynya gue turunin gila2an biar size-nya kecil dan bisa upload. Krn nyoba upload dg fine quality gagal melulu, tampaknya file kegedean
Sabai 0 0
sofie: maharrani: satu2nya songket NTTku berwarna dominan hitam... ingin yg warna-warni...

pas di pameran Oscar ada, tapi muhaaaal... : ( : ((
sofie 0 0
Titiw :
kok berat sih, itu fakta ...fakta , hihihihihii
Sabai:
aku mau pamer ah, aku punya hitam, coklat, ungu dan merah, : )) : ))
katarara 0 0
eh eh nona-nona aku punya shop online tenun lamongan lho.. tenun ikat juga #halah malah jualan uppsss soriii
capella 0 0
Sabai: hai mba sabai : )

eh keren keren gitu ya : )
nonadita 0 0
Keren2 yah..harga tenun ikat bakal melangit dong ya setelah diangkat dlm labelnya Oscar : D
Coker 0 0
Sabai: nenek Nya pInter Nenun ya.

Silahkan login untuk memberikan pendapat