Baju Keren Oscar Lawalata 3
Kamis, 1 Apr '10 23:47
Jajaran busana dari tenun dan ikat memenuhi 3 lantai ruang pamer Gedung 28, Jakarta Selatan. Sejak pagi hingga lepas senja hari, fashionista berbusana anggun keluar masuk gedung di kawasan Kemang Utara ini, menelisik atau sekedar menikmati eloknya kain dan busana diatas manekin yang digantung di eternit. Tiap sore selama 27 Maret hingga 3 April 2010, deretan peragawati melenggang diatas ‘catwalk’ yang meliuk mengikuti bentuk gedung memamerkan busana indah karya Oscar Lawalata.
Desainer yang karya dan kiprahnya sudah tak asing lagi dalam dunia mode Indonesia. Dibawah label Oscar Lawalata Culture, kali ini desainer kelahiran Pekanbaru itu memberikan interpretasi baru pada tenun ikat dan songket Nusa Tenggara Timur.
Tangan terampil Oscar dan daya imajinasinya, membuat kain ikat yang kebanyakan berwarna dasar hitam itu tampil elegan, mewah dan anggun. Dalam pameran bertajuk “Aku, Ikat, Mereka dan Kami” ini Oscar menghadirkan tenun ikat dalam bentuk unik yang disesuaikan bagi kaum urban. Langkah ini sejalan dengan filosofi Oscar yang memang ingin mengangkat tradisi dan budaya asli berbagai suku di tanah air ke dalam dunia fashion modern.
Salah satu terobosan Oscar adalah menggunakan benang sutra sebagai alternatif untuk benang katun agar tenun ikat tidak lagi terlalu berat dan lebih lentur saat dikenakan. Ternyata, menurutnya tidak mudah bagi ibu-ibu penenun untuk beradaptasi menggunakan benang sutra. Oscar memang bekerja sama dengan penenun tradisional dari berbagai desa di Sumba, Flores, Timor Tengah Utara dan Selatan serta kabupaten Kupang.
Bahkan tiga orang ibu penenun didatangkan di pameran ini khusus untuk memperagakan cara menenun tradisional. Salah seorang ibu pun dengan fasih menuturkan tahap demi tahap proses memintal benang, mewarnai hingga menenun ikat dan songket.
Nilai lebih tenun ikat adalah seluruh proses dan bahannya menggunakan bahan alami, termasuk pewarna. Misalnya kayu secang untuk warna merah, kunyit untuk warna kuning, abu untuk warna biru dan menggabungkan berbagai bahan itu untuk memperoleh warna-warna lain. Jadi tenun ikat pun tampil bisa dengan warna-warni nan cerah. Nah, dengan desain cantik, bahan alami dan warna yang memikat, selayaknya penggemar fashion Indonesia berpaling pada karya anak negeri dari pada jauh-jauh berkiblat pada desainer Eropa.
PS: saya berkali-kali coba up load foto gagal melulu... hisk..
Tag: NTT, oscar lawalata, tenun, ikat, songket
Terkait:
-
Ini Dia Baju-baju Keren Oscar!
Minggu, 4 Apr '10 17:52 -
Cita Swarna Bumi Sriwijaya at JFW 10/11
Senin, 15 Nov '10 11:21 -
Melirik Kain Nusa Tenggara Timur
Rabu, 6 Jan '10 02:20


Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat