Krisdayanti yang Inilah.... 12
Selasa, 30 Mar '10 14:53
Saat ini, entah kenapa, saya rindu Alberthiene Endah. Rindu kemampuannya untuk menjulangkan citra hidup seorang aktris. Kangen diksinya yang kuat, memesona, dan tentu, sarat hiperbola. Membaca biografi Anne Avanti, yang dia tulis, terasa kuat sungguh dia masuk ke dalam sosok perancang kenamaan asal Semarang itu. Diksinya penuh energi, kuat, dilabari vitalitas dan optimisme memandang hidup.
Tapi, saya lebih terpukau ketika dia menulis biografi Krisdayanti, Catatan Hati Krisdayanti, My Life My Secret. Buku itu ibarat magma, memaksa pembaca meng-iya, karena jejalan metafora yang luar biasa. Di buku, KD meyakini, lewat bahasa Alberthiene Endah, masalah dia yang selama ini tersembunyi dapat menjadi inspirasi, memberi energi bagi orang lain. Di situ, kebohongan dan kejujuran mendapatkan tempat yang sama.
Saya rindu Alberthiene Endah, karena saya melihat KD tak lagi dapat berjalan dalam skenario hidup yang mereka rumuskan.
Saya rindu Alberthiene Endah, karena saya rindu lagi kalimat semacam ini, "KD tidak pernah mau menangis di depan orang. Dia ingin melihat semua orang tersenyum. Itulah KD."
"Itulah KD," katanya. Saya, semula, tak terlalu memperhatikan diksi tersebut. Tapi hari ini, saya tahu, mengapa dia memakai kata, "Itulah KD", dan bukan "Inilah KD." Dengan "itulah", Endah bukan saja menunjukkan sesuatu yang jauh, sesuatu yang berjarak dengan dirinya, melainkan juga sesuatu yang dia tak yakin apakah dia mengenalinya. Dengan memakai kata "Itulah KD," Endah juga sekaligus melepaskan dirinya dari tanggung jawab, jika yang "itu" ternyata tidak seperti yang terlihat. "Itulah," bagi Endah, adalah jalan yang dia siapkan untuk mundur.
Dan KD memang "Itulah..."
Itulah KD yang ada di buku, yang berkata, "Saya hanya ingin bicara kejujuran dalam diri saya. Ini adalah kejujuran yang menuju pada puncak kedewasaan. Saya berada pada puncak ketidaknyamanan dan saat ini ingin berdamai dengan ketidaknyamanan itu." Tapi, ketidaknyamanan itu justru dia rahasiakan. Di buku yang dipromosikan sebagai "lenyapnya rahasia", dia masih berkelit, "Mengenai isu perselingkuhan, itu menyangkut nama orang, keluarga, maupun instansi yang tidak tepat untuk dibicarakan. Saya memutuskan untuk tidak menulis karena nanti itu akan menjadi sebuah prejudice."
"Itulah KD", adalah sosok yang sempurna, yang bisa diterjemahkan dan diringkus dalam kata-kata, lalu dipoles menjadi sebuah buku. "Itulah KD" adalah sosok yang "jauh" dari manusia biasa, yang selalu punya jawaban cerdas bahkan ketika realitas menunjukkan hal yang berbeda. Ketika menghindari media, karena akan bercerai dulu, dia menggunakan bahasa yang ,karena berkilaunya, sampai saya catat: "Saya enggak menutup diri. Saya diam karena tepat, di saat orang menyalahkan saya. Ini masalah kamar dan enggak ada yang berhak ikut campur. Saat ini saya bisa menerima dan berbicara..."
Atau, "Saya yakin ini adalah hari yang berat, karena saya sedang menjalankan ibadah. Tadinya, saya tidak mau, tapi saya harus mengikhlaskan ibadah saya terganggu dengan pemberitaan yang ada."
"Itulah KD", yang pernah berucap, "Saya tak akan mengganggu rumah tangga orang lain." Hanya KD yang "Itulah..." yang jujur dan selalu berterus-terang, "Ada resiko di dalam tiap kejujuran. Proses jujur dan ikhlas itu sulit. Inilah saat yang tepat, keberanian itu baru muncul saat ini," ucapnya. Dan di buku itu, kita tahu semua bagian tubuhnya yang palsu, biaya operasi, sampai Anang yang tergeragap ketika akan intim, setelah tubuhnya bak pualam lagi.
Tapi, kini kita tahu, "Itulah KD", berbeda jauh dengan "Inilah KD", Krisdayanti yang hari-hati ini kita lihat pucat, gugup, dan menghindari kamera.
"Inilah KD" bukanlah sosok diva, yang selalu punya jawab, dan berkilah dengan indah.
"Inilah KD" adalah sosok yang kehilangan kendali atas situasi yang menimpa dirinya, sehingga tak lagi mampu berbicara.
"Inilah KD" adalah sosok yang, jangankan Alberthiene Endah, kita pun pasti sulit untuk merumuskannya dalam kata-kata.
"Inilah KD" menunjukkan betapa benar argumen Ki Blaka, tokoh utama dalam novel Blakanis karya Arswendo Atmowiloto, bahwa, "Musuh utama kejujuran bukanlah kebohongan, melainkan kepura-puraan. Baik pura-pura jujur, atau pura-pura bohong."
"Inilah KD" menunjukkan pada kita, bahwa kesempurnaan itu menyimpan cacat yang paling dasar, gagal untuk diciptakan. Karena kejujuran, kata Ki Blaka, bukankah untuk dikatakan, tapi dilakukan. Kejujuran dan kesempurnaan yang diwujudkan dalam baris kata-kata adalah komersialisasi akal budi. Dan tiap komersialisasi, kita tahu, punya era dan fase sendiri. Ketika masanya hilang, apa yang tersembunyi pun tayang ke permukaan.
Krisdayanti yang "Itulah" pun menjadi yang "Inilah".
Karena itulah saya kangen Alberthiene Endah. Bukan. Bukan untuk memoles Krisdayanti, karena KD yang "Inilah" tak perlu di-make over lagi. Saya rindu Endah, untuk menulis buku baru, yang apa adanya, KD yang menghilang dengan Raul, bercengkrama dengan keluarganya, dan yang tertawa, sementara Yuni Shara mengatakan dia tengah berduka. Saya ingin Endah menulis KD sebagai manusia, yang penuh cacat, acap berdusta, dan membenci sama indahnya dengan mencinta. Saya ingin Endah menulis KD yang negatif saja, karena sisi itulah yang selama ini tak pernah terumuskan dalam kata-kata.
Barangkali, judulnya akan seperti ini, Catatan Tubuh Krisdayanti, Peta tanpa Rahasia, dan saya akan membacanya dengan senang hati. Karena saya bertemu manusia, bukan diva, apalagi dewa.
Tag: krisdayanti, bintang, kd, entahlah
Terkait:
-
Syahrini dan Cobaan Itu
Kamis, 26 Mei '11 13:21 -
Anang dan Kemenangan Ingatan
Kamis, 12 Mei '11 17:26 -
Anang dan Standar Bahagia
Kamis, 24 Des '09 13:33
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Sabai: keren
-
victoryrose: keren
-
sofie: nggak ada matinya
-
Titiw : keren
-
Chika: keren
-
maharrani: keren
-
sari indah: keren
-
kmonoarfa: keren
-
fadex: keren
-
MiMa: keren
-
Dito Prabowo: yoi banget
-
pu3ku: keren


Komentar:
victoryrose terpana kenapa? terlalu lebay kayak infotainmen ya, hehehe...
iyaaaa laki-laki banget dan menyabalkan. puncaknya adalah insert investigasi sore ini yang betul-betul bias, huuuuuuuuuwww
Silahkan login untuk memberikan pendapat