Trade: Fakta Tentang Perdagangan Manusia 5

Minggu, 28 Mar '10 01:03

Saya bingung cari judul tulisan ini :D. Tapi begitulah adanya film yang berjudul Trade ini memang menceritakan tentang lika-liku perdagangan manusia atau trafiking. Film ini penting bagi anda yang suka memicingkan sebelah mata dan mengeluarkan lontaran kata-kata terhadap anak perempuan dan laki-laki, atau perempuan dewasa yang terjebak dalam kehidupan seks komersial.

Trafiking bisa jadi mengintai siapa saja yang tidak memiliki informasi atau terjebak dalam suatu situasi. Situasi yang membawa korban berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Itu adalah definisi paling mudah untuk mengenali apa yang dinamakan trafiking atau perdagangan manusia.

Trade yang berlatar belakang Mexico City diawali dari cerita Adriana yang baru saja menerima sepeda barunya yang tiba-tiba diculik, sementara kakaknya Jorge yang kebetulan melihat adiknya diculik mau tidak mau harus membuntuti. Di belahan kota yang lain ada Veronica yang juga dijanjikan akan pergi ke LA. Lika-liku keduanya yang terjebak dalam mafia global perdagangan manusia inilah yang akan menjadi inti ceritanya.

Selanjutnya film ini betul-betul menggambarkan bagaimana kondisi korban yang diperdagangkan, mulai berpindah tempat, menjadi 'alat' untuk membayar aparat, terutama aparat perbatasan. Daerah-daerah yang menjadi kantong trafiking biasanya memang dekat dengan perbatasan, kalau di film ini antara Amerika da Mexico , kalau anda memperhatikan di wilayah Indonesia, Batam dan perbatasan antara Kalimantan dan Malaysia adalah daerah yang rawan.

Disini juga digambarkan bahwa trafiking tidak hanya untuk tujuan seks komersial, ada yang untuk kegiatan adopsi illegal (di Trade digambarkan mediumnya adalah internet), ada yang untuk diperkerjakan sebagai pekerja informal dengan upah murah, untuk dijual organnya ataupun kepentingan distribusi obat terlarang.

 Situasi yang membuat miris adalah situasi di daerah perbatasan. Lihat saja filmnya ya, saya ndak mampu menuliskan detil situasi perbatasan yang digambarkan di Trade *sigh*

Meski diproduksi oleh Jerman, tapi bumbu-bumbu Hollywood itu tetap terasa. Selain menggambarkan tentang situasi trafiking, film ini juga membuka sisi lain bagaimana Amerika memandang Mexico dan juga sebaliknya.

Film ini diproduksi tahun 2007, tapi entah mengapa sampai disini tahun 2010. Film-yang menggambarkan situasi trafiking lainnya misalnya Taken mungkin bisa jadi pembanding. Di akhir film ini juga dikemukakan fakta dari beberapa sumber mengenai jaringan perdagangan manusia dan korbannya, Dan itu fakta! Sepertinya film ini memang bagian dari kampanye anti trafiking sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa korban trafiking mungkin disekitar anda.

sumber gambar

 

 


Tag: Film, trafiking, Trade, perdagangan manusia

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

njoups 0 0
ini bukan urusan departemen perdagangan kan?

jadi inget Venna M quote LOL
Chika 0 0
mau nonton film ini di mana? : |
Titiw 0 0
Sebenernya bagus juga lho kalo Indonesia bikin film ttg isu trafiking ya. Terus sutingnya emang di tempat2 yang isu trafikingnya tinggi seperti di Riau, yg deket2 batam itu juga.. dan di mana lagi ya..? coba tolong bu sofie ditambahkan.. : D
sofie 0 0
njoups:
: )) , sayang mbak Vena ndak punya twitter, kalau punya artikel ini pasti akan ku cc-kan ke dia. ini tulisan ringan semoga dia mengerti. : p
Chika:
di 21 chik, ini aku nontonnya di 21 juga kok : p
Titiw :
iyak betul sekali nak, sebenarnya film berbau 'trafiking' ada di film nya nia dinata yang perempuan punya cerita itu, lainnya dokumenter sih. joko anwar tertarik gak ya bikin film dgn isu trafiking : D
fadex 0 0
Loh trafiking bukannya urusan kementerian perhubungan sekarang? : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat