ALICE IS NOT IN WODERLAND 15
Senin, 15 Mar '10 20:52
Judul Film :Alice In Wonderland
Sutradara : Tim Burton
Sinopsis : Sebuah adaptasi (atau lebih tepatnya re-interpretasi) bebas dari dongeng besar "alice in wonderland" dari the master Tim Burton
Review: Tim Burton memang spesialisasi film psikologis. Naskah apapun yang digarapnya, adaptasi ataupun bukan, kita akan memasuki sebuah area kejiwaan, yang terkadang terasa sangat gelap, untuk sebuah konsumsi film hiburan. Batman Return, Charlie and chocolate factory adalah contoh nyata bagaimana Burton berhasil mengacak-ngacak dongeng populer itu menjadi sebuah film drama bermutu, dengan pendalaman lebih terhadap kondisi kejiwaan tokoh-tokohnya.
Batman lebih dari sekedar pria bertopeng dengan tugas membasmi kejahatan membela kebenaran di kota Gotham, Pinguin bukan sekedar badut yang menggunakan kostum hewan asal kutub utara tanpa kedalaman sebab akibat yang jelas. Dan yang terpenting, Willy Wonka adalah sosok jiwa kesepian yang menjadikan acara kunjungan lima anak penggemar coklat ke pabriknya, sebagai ajang eksistensi diri.
Seandainya bukan Tim Burton, saya yakin cerita-cerita di atas tidak akan sedalam itu.
Hal yang sama juga dilakukan Burton pada Alice, yang menurut saya adalah sebuah kesalahan.
Alice....yang notabene adalah sebuah cerita indah tentang pengalaman di sebuah negeri antah berantah, dengan segala keajaibannya, di tangan Burton menjadi sebuah negeri gelap dengan tokoh-tokoh absurd yang memiliki jiwa sakit. Pilihan yang cerdas, apabila "Alice In wonderland" ditujukan untuk penonton dewasa. Sayangnya, Alice adalah sebuah film yang diangkat dari dongeng populer anak-anak, dan diproduksi Disney pula. Akibat yang ditanggung sangat jelas. Alice terlalu sulit dicerna oleh anak-anak, dan telalu "kanak-kanak" untuk disaksikan oleh orang dewasa.
Tim asyik mengeksplorasi suasana jiwa Alice, ratu merah, ratu putih, dan tokoh-tokoh lain. Namun melupakan sisi menyenangkan dari cerita asli karya Charles L Dogdson dan Lewiss caroll tersebut. melihat wonderland yang gelap, tidak hijau, bahkan nyaris tidak indah. Memberi kesimpulan : Tim Burton memainkan imajinasinya terlalu liar.
Tag: Film
Terkait:
-
BATTLESHIP: Manusia Versus Alien Di Laut
Kamis, 12 Apr '12 00:51 -
Histeris Dalam Film Hi5teria
Rabu, 11 Apr '12 18:04 -
The Raid: Atas Nama Cinta
Rabu, 28 Mar '12 08:55


Komentar:
aku sih suka-suka aja sama eksplorasi tim di film ini, dimana ini adalah arti kedewasaan alice sendiri. kan gak mungkin juga kalo alice yang dewasa masih disuguhin sama nuansa kekanak-kanakan kaya dia berumur 7 tahun...
yah seperti biasa, sutradara pasti punya idealisme dong untuk nampilin ciri khas dia, agak dark dan berwarna?? emang kalo kita lihat sekilas, dunia wonderland di sini jauh dari luas, tapi penggambaran karakter yang muncul di masa lalu sudah okeh...
kalo kita pake pembandingnya film keluaran disney, yah agak jauh emang. tapi kalo langsung berdasarkan novelnya, ada cukup banyak konflik di sana yang emang gak diangkat disney...cuma emang gak terlalu fulgar sih...
entah knp, masih lbh seru versi yang untuk anak2 nya
Hmmm tentang film yang saya nanti-nantikan ini..
Sebenarnya agak kecewa. Beda sama Aji, kecewanya lebih pada durasi.
Belum puas mata & hati ini merasakan wonderland ala Burton. Tau-tau si Alice udah keluar lagi aja gitu dari lubang yang membawanya jatuh ke wonderland huhuhu...
dan meskipun aku nonton karena cintaku pada abang johnny, di luar dugaan, aku malah terjerat oleh si mbak mia wasikowska, can't get my eyes off her!! soal selera jg kali ya..
sepertinya selera kita sama nih ya mas..
jujur aja, saya malah sempet ngantuk di awal film. Kecewa? Saya kecewa banget ama film Burton yang satu ini.
Yang megang disini cuma Johnny Depp ama Helena Bonham Carter. Anne Hathaway NGGAK BANGET disini..
dee: aku malah ketiduran pas adegan perangnya, padahal nonton yang 3d loh!!!!
Silahkan login untuk memberikan pendapat