Cinta Kan Membawa Mas Dhani Kembali 14
Jumat, 12 Mar '10 22:54
Ahmad Dhani Prasetyo. Saya mengenalnya melalui kecintaan kakak saya terhadap musik. Ketika dia masih SMP, kakak laki-laki saya membeli sebuah kaset Dewa 19. Yup, kaset, jaman itu memang jaman keemasan untuk kaset.
Tanpa bosan, kakak saya menyetel kaset itu. Cuma satu lagu. Diputar ulang. Terus menerus. "..still im sure we love again..its a matter of time.. i can belong to you..you belong to me...".
Bosan, yup. Tapi lama kelamaan, kuping ini jadi terbiasa. Akibatnya, perlahan tapi pasti saya menyukai lagu-lagu Dewa 19 di album itu. Mulai dari 'Tak Kan Ada Cinta Yang Lain', 'Mahameru', dan yang pasti 'Selamat Ulang Tahun'.
Saya tahu itu adalah album kedua Dewa 19. Saya langsung menabung untuk membeli kaset Dewa yang pertama. Kangen. Bisa dibilang, dengan bangga saya menyebut diri saya sebagai baladewa. Saya jatuh cinta dengan lagu-lagu mereka. Bahkan saya mengategorikan lagu-lagu dewa sebagai lagu cinta universal dengan lirik jenius tapi tidak cengeng.
Kecintaan saya berlanjut ke album berikutnya. Terbaik-terbaik. Siapa sih yang tidak ingat dengan lagu 'Cukup Siti Nurbaya', 'Restoe Boemi', dan 'Satu Hati'.
Secara prestasi, Dewa 19 tidak bisa dianggap remeh. Berbagai penghargaan mulai dari, BASF Awards, sampai AMI Awards mereka koleksi. Bahkan majalah Rolling Stone edisi Desember 2007, menganjar album Terbaik-terbaik sebagai urutan ke-26 dari 150 Album Indonesia Terbaik. Dan saya haqul yakin, Dhani adalah orang dibalik semua kesuksesan itu.
Tapi sekarang saya tidak lagi bangga sebagai Baladewa. Saya seperti orang yang ditinggal oleh dewa. Saya tidak lagi mengenal dewa yang sekarang. Tidak, saya bukannya sedang meratapi kepergian Ari lasso. Saya sedang berduka karena Dhani tidak lagi membuat mahakarya untuk dewa.
Lagu-lagu dewa saat ini sungguh tidak jelas. Saya tidak bisa menikmati lagu-lagu band ini. Saya tidak tahu kenapa, saya hanya merasa dewa sudah berubah terlalu jauh. Tolong, mas Dhani kembalikan dewa seperti dulu...
Tag: Ahmad Dhani, musik, dewa 19
Terkait:
-
Once keluar dari Dewa 19?
Sabtu, 4 Sep '10 21:03 -
Java Jazz Festival 2012 - Day 2
Jumat, 9 Mar '12 17:39 -
Java Jazz Festival 2012 - Day 1
Selasa, 6 Mar '12 12:08


Komentar:
dalam industri, telinga pasar adalah ideologi yang utama. Dewa tidak akan bisa sekadar melayani "penggemar" awalnya. dia harus tumbuh dalam arus besar "selera pasar", telinga-telinga baru yang lebih muda dan instan. terus berada di "estetika" yang sama, dengan pola-pola ucap "cukup siti nurbaya" atau "elang", hanya akan membuat Dewa berjalan di tempat.
Kla Project sebagai buktinya. dan lihatlah, untuk Kla, kita hanya bicara masa lalu, bicara kenangan "Yogyakarta" dan "Meski Tlah Jauh". Kla tetap mempertahankan "telinga awal" yang menopang mereka. dan dalam gerak industri, Kla kerepotan atau bahkan kelelahan untuk mengikutinya.
jadi, kita nikmati saja "Dewa Kita", ketika musiknya memenuhi selera dan estetika yang memenuhi musikalitas kita. Selebihnya, Dewa juga milik yang lain.
tapi ya sudah lah... terima aja
langit lazuardi : tapi, masalahnya saya tidak bisa menikmati musik dewa saat ini. Saya lebih menyukai lagu-lagu dewa yang lama.
fairyteeth : siap, saya mencoba untuk menerimanya..
apa mungkin ari lasso harus kembali jd vokalis dewa? no offense ya buat penggemar once, jujur saya juga suka kok sama suara serak2 sexy ala Sting milik once. cuman ya itu, mungkin dhani lebih dapet feelnya kalo bareng mas ari lasso.
*ambil gitar kopong*
MiMa : wah, kalo Ari Lasso balik, gimana ya???
to Ra nt : *lempar receh ke gitar*
Silahkan login untuk memberikan pendapat