Laporan Pandangan Mata Java Jazz Hari 3 7
Selasa, 9 Mar '10 05:50
Akhirnya! Pagelaran Jazz paling akbar di Indonesia (bahkan di dunia kalau menilik MURI) selesai kemarin, 7 Maret 2010. Dilihat dari sisi pengunjung, kuantitasnya tidak sebanyak hari ke-dua, dan lalu lintasnya tidak sekacau hari pertama. Pertunjukan pertama yang saya tonton adalah gitaris kawakan Indonesia, Oele Pattiselano yang membawakan lagu-lagu Stevie Wonder featuring Dira J Sugandi. Iya, mbak ini lagi, yang suaranya udah abis di hari ke-tiga. Lagu2 Stevie Wonder yang harusnya dibawakan dengan nada tinggi, ia bawakan dengan nada rendah. IMHO, suara Dira ini bagus, tapi kurang "khas". Eh tapi ini menurut saya lho ya.. ;)
Lalu kaki saya yang setia membawa saya menuju hall dimana Elfa's Singer manggung. Luar biasa memang grup ini. Sebagai "Manhattan Transfernya Indonesia", mereka sangat kompak dan mungkin lebih pantes jadi special show dibanding "John Legend" yang ternyata nggak terlalu "Legend" itu. Lanjut ke Griffith Frank. Cowok ini sempat berkolaborasi dengan mbak2 yang bawa Sax dan pianis Jeff Lorber. Ada yang familiar sama Griffith Frank? Intinya ada salah satu lagunya dia berjudul "Unusual Way" yang merupakan ost film musikal "Nine". Ada salah seorang penonton bilang gini ketika menyaksikan Griffith Frank beraksi "Nah.. Gini dong lagunya yang gak terlalu Jazz.. Lebih Enak". Krik.
Manhattan Transfer merupakan pertunjukan yang saya tonton setelahnya. Ya ya, saya tau kemarin udah nonton mereka, but I just can't get enough of them! Malang melintang di dunia permusikan selama 40 th, membuat skill mereka SEMPURNA di dunia musik. Oh ya, Babyface yang jadi special show malam itu kan di jadwal manggung pukul 20:15 , namun dari pukul 18:30, orang2 udah pada antri!! Gokil! *ngelirik @Unee*. Dan antrian itu makin diperparah karena RI 2 alias Wapres kita mau nonton, sehingga penonton discan satu persatu. APAKAH masih kurang ketika kemarin RI 1 menonton Dianne Warren??! *garuk2 aspal*. Fyuh. Anyway, Babyface sangat dan sangat komunikatif kepada audience. Ia bercerita bagaimana cinta pertamanya dan menceritakan pula bagaimana ia bisa berteman dengan Michael Jackson, dan sebagainya. Bahkan ia menyanyikan salah 1 lagu Michael "Gone To Soon" sebagai tanda penghormatan.
Untuk pertunjukan terakhir, band asal Indonesia yang telah malang melintang di luar negeri ialah Gugun Blues Shelter. Dengan 3 personelnya yaitu Gugun, Bowie dan Jono, mereka terlihat sekali menguasai panggung, dan menjadi favorit kebanyakan penonton pria. Sekedar share, mereka akan mentas akhir Maret ini di Singapura yaitu dalam acara Timbre Rock & Roots 2010. Mereka satu-satunya musisi Indonesia di antara sekian banyak musisi level dunia dalam event itu. Okaaaay, sekian laporan pandangan mata saya di Java Jazz hari terakhir. Semoga tahun depan acaranya lebih sakses dan lebih lancar jaya. Cheerio!
Terkait:
-
Laporan Pandangan Mata Java Jazz Hari 2
Minggu, 7 Mar '10 19:46 -
Laporan Pandangan Mata Java Jazz Hari 1
Sabtu, 6 Mar '10 19:24 -
The Trees and The Wild Goes To Java Jazz!
Kamis, 4 Mar '10 21:03
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
missmaharrani: nggak ada matinya
-
sofie: nggak ada matinya

Komentar:
hahahahaha...sama ky diriku dunk..yg lebih menikmati show nya /rif daripada Elfa's Singer. Ups...
kabooorrr...
No wonder kalo mau beli tiket hari H harganya Rp 575 ribu boooo!
missmaharrani: HAHHHHH??!! Kamu gak liat manhattan transfer? Huaaa... sayaaang sekaliiiii!!!
Silahkan login untuk memberikan pendapat