Memulai Hidup Baru Menjadi Seorang Freelancer 8
Sabtu, 6 Mar '10 22:36
Ada sebuah anggapan yang cukup umum beredar mengenai freelancer, bahwa freelancer itu seperti tukang bangunan atau kuli. Kalau ada pekerjaan baru dapat bayaran. Tidak ada pekerjaan, ya cari. Ya memang benar sih. Tidak seperti karyawan kantor yang kerja atau tidak, tetap mendapat gaji di tanggal yang sama, kita sebagai freelancer hanya mendapat “gaji” setelah selesai proyek. Itu pun kadang tidak sama jangka waktunya, tergantung dengan perjanjian awal dengan klien atau kebijakan pembayaran di kantor klien itu sendiri.
Jangan dikira jadi freelancer enak bisa ongkang kaki, bangun siang, terserah mau kerja atau tidak. Maunya sih begitu. Maunya, nyatanya, banyak di antara kita yang sudah hapal rasanya telepon sana-sini, networking sana-sini untuk mencari klien dan mempromosikan jasa kita, bahkan ada yang berkeliling gedung ke gedung mengedarkan portofolionya ke perusahaan-perusahaan yang dianggap cukup bonafit dan berpeluang menjadikannya sebagai klien.
Mulai takut dan berpikir ulang untuk jadi freelancer? Jangan dong ah. Berikut ada sedikit tips dan saran agar freelancing menjadi lebih lancar dan menyenangkan.
Don’t give up your day job
Not yet. Kenapa? Gaji yang kita terima lumayan untuk masuk tabungan sebagai dana darurat kita saat di masa-masa awal freelancing. Tidak semua orang beruntung langsung mendapat proyek besar dan langsung dibayar di awal masa “bulan madu” ini. Bahkan kalaupun memang berhasil dapat proyek besar, tentunya memakan waktu lama untuk mendapat bayarannya juga. Repot kalau tidak punya tabungan.
Cari tahu dan asah kemampuan Anda
Misalnya Anda suka menulis cerpen atau novel yang masih untuk konsumsi sendiri. Asah kemampuan Anda di sana. Ikuti beberapa kursus menulis, baca buku mengenai tatabahasa, dan kirimkan naskah-naskah Anda ke penerbit. Siapa tahu ada yang bersedia menerbitkan, lumayan untuk portofolio Anda ke depan. Atau bila Anda menyukai bahasa asing, ikuti kursus-kursus yang disediakan pusat kebudayaan negara pemilik bahasa tersebut, atau cari tahu tempat kursus bermutu lainnya, siapa tahu Anda bisa jadi penerjemah handal.
Sebisa mungkin miliki sertifikat yang berhubungan dengan kemampuan Anda
Sertifikat Penerjemah Tersumpah misalnya. Hal ini sangat membantu orang lain meyakini kredibilitas Anda, dan bisa membuat Anda menetapkan tariff yang sepadan dengan kemampuan Anda.
Buka Jaringan
Perkenalkan diri Anda ke luar sana. Ikuti mailing list mengenai penulisan, mengenai bahasa, mengenai disain, atau apapun yang sesuai dengan minat dan kemampuan Anda. Ikuti perkumpulan-perkumpulan yang ada. Beritahu keahlian Anda ke teman-teman Anda, dan minta mereka mereferensikan Anda kepada teman-teman mereka. Rekomendasi melalui teman jauh lebih dapat dipercaya dibandingkan memasang iklan. Siapkan kartu nama sederhana dan lengkap mencantumkan bidang lepas yang anda minati dan cara menghubungi Anda, berikan kepada orang-orang yang sekiranya mempunyai peluang memberikan Anda proyek atau mereferensikan Anda.
Siapkan portofolio
Ini penting. Anda bercuap-cuap ke sana ke mari tentang keahlian Anda tapi bila tidak ada bukti, tetap sulit dipercaya. Kumpulkan tulisan-tulisan anda yang pernah diterbitkan, kumpulkan nama-nama klien yang pernah Anda tangani pekerjaannya (sebelumnya mohon ijin ke mereka apakah Anda boleh memasukkan nama perusahaan mereka ke daftar klien Anda, biasanya mereka setuju). Yang saya lakukan waktu belum punya klien penerbit buku adalah mencari buku elektronik gratis yang banyak beredar di internet (misalnya di www.getfreeebooks.com), memilih satu atau dua cerita di bagian fiksi dan menerjemahkannya. Kemudian saya mengirimkan terjemahan beserta naskah aslinya ke penerbit-penerbit buku. Dari sepuluh yang saya kirimkan, delapan merespon, dua memberikan saya proyek. Lumayan kan.
Dapatkan klien pertama
Kalau ke lima langkah di atas sudah dilakukan, segera dapatkan klien Anda yang pertama. Rasanya menyenangkan ketika di hari pertama kita mulai menjadi freelancer, kita sudah mempunyai proyek untuk dikerjakan.
Now, you can quit your day job
Bagaimana? Sudah siap? Tunggu apa lagi? Berpikir itu bagus. Terlalu banyak berpikir yang akan menunda kita menapaki jalan dan kehidupan yang kita inginkan. Go Freelance!
Dimuat juga di Ruang Freelance.
Tag: Freelancer, Freelancing

Komentar:
soal jaringan betul banget, semakin luas jaringan sebenarnya job akan datang dengan nikmat
Atau mungkin bisa nambahin seleb yang nggak freelance lalu komentar bahwa kerja freelance lebih enak. Or sebaliknya gitu?
eh iya, kok ga ada selebnya ya?
eh iya, setuju sama @missmaharani
cabiledi: Ciyeee.. yg mau merit..
Silahkan login untuk memberikan pendapat