MENDAHULUI ZAMAN 15
Kamis, 4 Mar '10 14:41
Judul Film : Kala
Pemain : Fachry Albar, Fahrani, Shanty, Ario Bayu
Sutradara : Joko Anwar
Sinopsis: Tentang pembunuhan berantai, yang membawa empat orang berbeda profesi berkumpul bersama, dan penelusuran membawa mereka menjadi penentu nasib sebuah negara
Resensi: Apa mau dikata, "Kala" memang film yang mendahului zaman,Di saat produser masih berfikir statis tentang genre sebuah film, karya kedua Joko Anwar ini melangkah jauh melewati batas ekspektasi pada zaman itu, akibatnya jelas, film brilian dengan sinematografi mengagumkan itu hanya bertahan beberapa hari di Bioskop, karena kebodohan produser yang mengkategorikan film tersebut sebagai film horor dalam tagline promosi mereka.
Lepas dari langkah gegabah produser tadi, (lagian juga, apa yang membuat Joko mau bekerja sama dengan Punjabi brothers untuk proyek seidealis ini?), "Kala" adalah sebuah pencapaian. Bukan hanya bagi Joko, namun juga bagi sinema Indonesia. "Kala" menghantam semua hal-hal nyaman dalam dunia sinema Indonesia,. Film yang multigenre, dongeng absurd yang digarap dengan tingkap keseriusan yang tidak main-main, termasuk menghilangkan unsur latar, seting tempat dan waktu, yang selama ini harus ada dalam aturan dasar penceritaan sebuah film di Indonesia ditabrak mentah-mentah oleh Joko.
Simaklah keseluruhan film, apakah anda menemukan logat khas atau cara berpakaian yang menunjukan periode waktu dan wilayah tertentu? Semuanya ditabrak Joko, bukan karena dia tidak memahami seperti apa penataan busana dan properti yang baik sebagai pendukung identitas penokohan. Namun Joko memang sengaja melakukan "bunuh diri" dengan membuat film ini nyaris "tidak beridentitas".
"Bunuh diri" Joko inilah yang saya anggap brilian. Justru dengan membuat setting film di negeri antah berantah, dengan waktu yang entah kapan, membuat film ini terasa sangat dekat dengan keseharian kita. Penonton diajak merenung.Penonton diajak untuk mempercayai kembali sesuatu yang selama ini hanya dianggap sebagai mitos (ratu adil itu contohnya). Dan yang paling penting, penonton diajak berpetualang menembus alam imajinasi liar yang selama ini tidak pernah mereka dapatkan.
APa yang saya bicarakan? Ah, saya tidak mau banyak berbagi. Film ini akan lebih enak ditonton apabila anda tidak membaca atau mendengar sinopsisnya terlalu jauh, Percayalah! Nikmati saja sinematografinya yang sangat tergarap, membuat saya mensejajarkan Joko dengan Sam Mendez dan Tarantino, dan juga ceritanya yang sangat "dongeng" sekali, dan membuat saya tidak ragu untuk mensejajarkan Joko dengan Spielberg.
Tidak usah larut dalam perdebatan apakah film ini masuk dalam kategori "Noir" atau bukan. Pegang saja janji saya, "Kala" adalah sebuah pencapaian bagi sinema Indonesia.
Untuk pencapaian yang satu itu, saya mensejajarkannya dengan "Darah dan Doa" nya Usmar Ismail.
Tag: DVD
Terkait:
-
Chuck : Agen Rahasia Pintar-pintar Bodoh
Jumat, 18 Jun '10 11:24 -
WARISAN SEMANGAT WOODSTOCK DARI ANG LEE
Sabtu, 26 Des '09 17:44 -
ROCK AND ROLL NEVER DIES
Kamis, 24 Des '09 20:14


Komentar:
lebih gak banget kalo misalnya Nicholas Saputra, hahahah
Aku ketularan Titiw : ga mau baca takut jd berekspektasi dll hihihihi!
lebih parno2 cemas gitu lah
kalo niko, tar jadi rangga-ranggaan pula.
lah wong di 3 doa aja masih kerasa "rangga masuk pesantren"
@miss: akhirnya saya bertemu the legendary miss maharanihihihi
Silahkan login untuk memberikan pendapat