Love Liza: Kerumitan Hidup Sehari-hari 5
Minggu, 28 Feb '10 11:22
saya mulai mengikuti sepak terjang philip seymour hoffman sejak ia menjadi tandem dari robbie williams dalam patch adams (1998) dan berlanjut pada magnolia (1999), almost famous (2000), punch-drunk love (2001), capote, (2005), before the devil knows youre dead (2007). rupanya ada yang missed dari perjalanan karirnya saat saya baru saja menonton love liza (todd louiso, 2002) kemarin malam.
adalah liza, perempuan yang misterius memutuskan untuk mati bunuh diri, tanpa sedikit pun memberi sinyal kepada wilson (hoffman). wilson yang berprofesi sebagai web designer tidak menemukan satu ide pun atas aksi yang telah dilakukan oleh sang istri. kekalutan sudah pasti melanda diri wilson. seperti nakhoda yang ditinggalkan oleh para kelasinya, terombangambing tanpa navigasi arah di tengah samudera lautan kehampaan dan kesunyian.
film ini dibuka dengan pengadeganan yang sunyi. mini kata. wilson pun tidak banyak berdialog dengan dirinya. seperti ia ingin menenggelamkan diri dalam satu bentuk kesunyian absolut. pekerjaannya di kantor pun terbengkalai. bahkan ibu mertuanya (kathy bates) begitu mengkhawatirkan diri wilson. hingga semua rasa waswas itu memiliki sengkarut pada sebuah hal: surat yang ditinggalkan liza untuk wilson.
surat itu tak sengaja ditemukan oleh wilson. well, saya percaya untuk meletakkan surat 'selamat tinggal' itu butuh trik agar bisa diketahui oleh orang yang kita tujukan. jamaknya diletakkan di dekat frame foto. namun kali ini surat liza diletakkan di bawah bantal tidur. toh jika saya menjadi wilson, saya juga akan memikirkan seribu kali untuk membuka dan membaca isi surat itu. mari saya kutipkan percakapan antara wilson dan ibu mertuanya seputar rahasia di balik surat liza:
mother-in-law: what did she say?
wilson: you wanna read it? go ahead
mother in law: it doesnt have my name on it
wilson: yea, youre right. it doesnt
mother in law: but if it did i would open it. because thats what she wants
wilson: wanted. she wanted
mother in law: and you refuse to honor that
wilson: is there something you wanna know?
mother in law: no. i think there is something you wanna know
wilson: i dont, i dont. i love well, i did, i did. i loved well. i dont want a letter. i dont want a fucking letter!
mother in law: she left reason, wil
wilson: its my name!
nah! saya quoted itu sebagai satu bagian yang saya sukai di sana. keingintahuan sang mertua dengan kebuntuan dan penghindaran diri yang ingin dilakukan wilson, tibatiba menjadi satu perdebatan seru yang melibatkan medium surat yang entah apa itu isinya. wilson menjadi begitu takut untuk menemukan fakta maupun kenyataan baru di dalam sana (mungkin saja ia akan menemukan alasan mengapa liza ingin mati bunuh diri dari secarik kertas itu). sedangkan keingintahuan sang ibu mertua semakin mempersulit wilson dalam banyak hal, termasuk juga untuk mengeksekusi pilihan hidupnya ke depan.
semua itu menjadi lipatan kompleks manakala si ibu boss di kantor menyatakan perasaan spesialnya kepada wilson. bukan sebagai rekanan kerja/kolega, namun sebagai dua orang dewasa dengan keberanian untuk menyatakan "i like you" dan wilson masih belum bisa menerima itu sebagai sebuah kelumrahan.
ia melarikan diri dalam dunia fantasi. ah lebih tepatnya saya bilang sih semacam psychedelic. alam fantasi zaman the beatles dengan LCD atau ikuti gaya wilson: dengan bensin! dengan kerajaan fantasinya ia membangun benteng perlindungan, jauh dari si ibu mertua, kolega yang jatuh cinta padanya, bahkan liza sekali pun.
dunia wilson semakin jungkir balik. bahkan tidak kunjung membaik. saya tertawa geli namun terasa satir ketika scened bagaimana ia menyimpan bensinbensin itu di fridge, membuka lemarinya dan melakukan pelarian terbaiknya.
saya pribadi menilai film ini sebagai sebuah karya outstanding. karakter wilson benarbenar diolah dengan kemampuan brilian dari hoffman. tidak mudah memang mengembangkan karakter rapuh itu. terombangambing dalam kebimbangan masa lalu, ketika ia tidak berhasil menemukan jawabanjawaban dari relasi yang pernah ia bangun bersama liza. keinginan wilson untuk bertahan pun bisa dikatakan 50% jika kita melihat metode yang ia gunakan untuk lari dari kenyataan dengan mereproduksi kerajaan fantasi berbasis bensin.
dan sebagai karya audio visual, love liza mampu menangkap sekaligus merepresentasikan keunikan antar relasi manusia, parade melodrama fiksi yang bisa terjadi di kehidupan nyata. oke, selamat berburu dvdnya!
Terkait:
-
Screening Fashion 1 Hari
Rabu, 28 Jul '10 03:47 -
#Klubfilm 6: "KING" Film Bulutangkis Pertama di Dunia
Selasa, 27 Jul '10 16:02 -
Setali Tiga Uang
Senin, 26 Jul '10 23:24
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sofie: nggak ada matinya
-
missmaharrani: yoi banget
-
Titiw : jadi penasaran


Komentar:
Eh tapi aku suka ketuker kadang-kadang, dia & JackBlack itu mirip ya?
Silahkan login untuk memberikan pendapat