Up in the Air: Dunia Mereka yang Gemar Bergegas 4
Sabtu, 27 Feb '10 13:04
mbak sofie sudah pernah membuat reviewnya, saya tambahkan satu lagi karena film ini benarbenar d'oh!
I.
orangorang yang bergegas dengan kopor. minimalis. lengkap dengan dompet mungil yang menyimpan seluruh kemudahankemudahan duniawi: kartu kredit dan kartukartu keanggotaan khusus lainnya. mereka pergi tidak lama, mungkin bisa dalam hitungan jam untuk berpindah dari satu kota ke kota lainnya, menuntaskan deadline demi memecat beberapa orang pegawai, hingga lusinan jumlahnya akibat resesi dan matematika globalisme.
dalam 322 hari per tahun seseorang di dunia ini, entah itu fiksi atau fakta, tidak pernah benarbenar menjejakkan kakinya di tanah. dan jika pun mereka menginjakkan kakinya di tanah, mereka bisa dipastikan tengah menunaikan kewajibannya, karena mereka hidup dari bandara ke bandara lainnya untuk melakukan hal yang gue sebut di atas. adalah ryan bingham yang tengah meraih peruntungan nasib melalui jalur yang tidak lazim itu. bersama dengan kopor hitam yang setia menemani perjalanannya, ia pergi berkeliling amerika serikat untuk membantu juraganjuragan pengecut yang tidak berani memecat anak buahnya.
profesi juru pecat ini adalah profesi baru yang diciptakan dunia akibat pemutakhiran kapitalisme. profesi di atas angin yang tidak semata membutuhkan kecermatan dan ketenangan tingkat tinggi, namun profesi ini juga membutuhkan seni memotivasi orang lain pasca PHK diberlakukan. jejalan seniseni inilah yang dihadirkan dalam karakter ryan bingham. membentuk bingkai kesempurnaan yang membuat darah kita berdesir ketika menyaksikan gaya hidupnya. glamoritas.
II.
bingham memang tinggal di udara. pelayanan nomor wahid dengan ekstra poin yang ia kumpulkan untuk meraih satu juta mil poin frequent flyer. tujuan hidup fantastis di tengah mimpi kaum pengemis, mengaisais bak sampah untuk bertahan hidup esok hari. hidupnya memang berkelas dan berselera tinggi. sehingga tak akan menjadi soal karena bingham adalah profesional lajang yang benarbenar hidup sendiri.
gaya hidup "wow" itu terancam menjadi "eh" ketika natalie kenner bergabung dalam payung perusahaan bingham. kenner yang cenderung naif, menderuderu, dan belum punya banyak pengalaman itu menawarkan sebuah inovasi untuk mensimplifikasikan metode kerja pecat memecat melalui interaksi tatap muka itu dan menggantikannya dengan sambungan internet dan web cam dari dalam headquarter mereka. lebih irit dan efisien tentunya.
III.
bingham dan kenner kemudian dipersatukan dalam sebuah misi unik, misi yang digunakan secara khusus untuk meningkatkan talenta kenner dalam industri pemecatan. mereka berkelana dari satu bandara menuju bandara lain untuk memecat orang. ini bukanlah perjalanan yang gampang untuk bingham karena dunia kenner 180 derajat berkebalikan dengan dunia bingham. kenner mempercayai halhal berikut: lembaga perkawinan, cinta, dan pola kehidupan linier yang sungguh menyenangkan (baca: untuk sebagian orang); sedangkan bingham berada di posisi yang berseberangan dengan idealitas kenner: meniadakan komitmen kecuali komitmennya untuk bepergian dengan pesawat terbang.
relasi antara kenner dan bingham tidak ditempatkan dalam pola hubungan dengan tingkat kimiawi yang menggelegar (haha! istilah apa ini?). tapi pola relasi yang terbangun lebih dititikberatkan perubahanperubahan yang saling mengisi antara karakter kenner dan bingham. nah!
IV.
unsur distraksi jelas tidak luput disisipkan dalam film ini. karakter alex (vera farmiga) yang menjelma menjadi mimikri bingham menambah bumbu cerita. kita tidak akan sanggup menginterpretasikan sebuah hubungan di usia 30-an. agaknya mungkin sedikit kocak jika relasi semacam itu didefinisikan sebagai "in a relationship with", karena konsep pacar dan berpacaran hanya ada dalam dunia remaja bukan dunia orang dewasa. begitulah yang bisa saya terjemahkan dalam relasi alex - bingham. bahkan menyentuh level ekstrem, alex hanya menempatkan bingham sebagai selingan dari kehidupan nyatanya! d'oh, alright 'man eater' rules i think so.
unsur lain tak tak kalah membuat saya berdecak dan memaki dalam hati adalah unsur teknologi. bagi para manusia kopor ini teknologi adalah wujud totalitas komitmen yang tidak tergantikan oleh apapun. bingham, alex dan kenner menggunakan blackberry untuk mengkoneksikan dirinya dengan siapa pun dan di mana pun. bahkan godaan sensual alex yang dilontarkan melalui blackberry messenger (BBM) untuk bingham adalah manifestasi dari ke-eksis-an seseorang. 'saya online maka saya ada', mungkin begitu pameo yang tepat untuk menggambarkan kisahkisah cinderella abad 21 ini atau yang memang benarbenar terjadi terasa makin begitu instan.
V.
yang pasti, film ini memiliki pilihan soundtrack oke punya. coba dengar suara sharon jones diintro film ini, this land is your land :)
Terkait:
-
Up In The Air : Manusia Koper dan Tujuan Hidupnya
Kamis, 18 Feb '10 14:45 -
Mockumentary Film: Modern Family
Rabu, 1 Feb '12 23:32 -
Masihkah Ia Sekuat Besi?
Senin, 23 Jan '12 22:08
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sofie: yoi banget
-
maharrani: keren
-
fairyteeth: yoi banget
-
Titiw : jadi penasaran


Komentar:
Seperti menyuguhkan kegetiran dunia dengan cara yang santai.
Tapic ast-nya patut dipuji. Semuanya main bagus sekali.
Apalagi Natalie yang sangat menjiwai peran.
Most of all..ini juru pecat paling ganteng!
Silahkan login untuk memberikan pendapat