TOKYO!: Cerita Dari Keruwetan Kota 18
Rabu, 17 Feb '10 13:23
Untuk yang terkaing-kaing dengan keindahan Lost in Translation, mungkin bisa jatuh cinta pada film produksi tahun 2008 ini dengan lebih cepat. Tidak ada pemandangan kota yang gemerlap, tidak ada kesibukan masyarakat yang diumbar sebagai daya tarik. Dominasi abu-abu dan plot yang menyeret bisa bikin gak betah nongkrongin film ini sampe kelar. Seperti Lost in Translation, menu utama di karya kolektif dari Michel Gondry, Leos Carax & Bong Joon-ho ini adalah kesepian.
3 film (Interior Design, Merde dan Shaking Tokyo) bernuansa suram digabung dan dibungkus dengan latar kota Tokyo. Berbeda dengan Paris Je t'aime yang melompat-lompat dan variatif, TOKYO! akan menjejali penontonnya dengan segala yang murung, pencarian fungsi diri di dalam masyarakat, segala yang tradisional - segala yang instan, sirkus televisi dan proyeksi segala kejelekan yang ada dalam setiap kita, dari dan untuk kota tempat tinggal kita.
Hilangkan segala ekspektasi dan jangan melakukan kegiatan lain sebelum tahap demi tahap selesai dijabarkan. Karena biarpun special effect yang digunakan dalam film ini tidak sebombastis kata "special effect" itu sendiri, ada banyak kejutan di balik gambar-gambar mendung film ini. Sounds boring? Very. I'm telling you, film ini sangat membosankan dan seolah-olah gak berujung. Saya mencarinya hanya karena saya suka Michel Gondry, dan sama sekali tidak menyesal saat menontonnya karena mendapatkan visualisasi yang bagus untuk hikikomori.
Ps. See the trailer here, dan kalian akan mengerti kenapa set mendung menghiasi film ini hingga usai.
Pps. Saya tidak bisa menjelaskan film ini dengan baik tanpa mengungkap kejutannya. Mungkin poster ini bisa menjelaskan keseluruhan filmnya dengan lebih baik
Tag: tokyo, michel gondry, arthouse, leos carax, bong jon hoo
Terkait:
-
Babies, Menggemaskan!
Senin, 22 Nov '10 11:55


Komentar:
ok, nanti malem saya nonton nih
ibhe: kalo udah tar kasitau ceritanya ya, soalnya masih ada beberapa bagian yang blom "klik"
*peerrmiiiissssssssssssssiiiiiiiiii, ganggu lagi*
sofie: kamu berpotensi jadi org ketiga ni kayanya
dita sayang, aku belum nonton iniiii, yang udah nonton dan yang ketiduran adalah deadeye doll
tapi saya juga nonton transformer 2 ketiduran kok, jadi kayanya memang hobi merem aja hehe
ya, ini film KEREN!
cerita-ceritanya (ada 3 cerita) agak absurd memang, tapi itu yang menjadi daya tarik. kita jadi penasaran. endingnya pun agak nggantung (tapi nggak semua film)
Dari ketiga cerita, saya suka yang pertama, karyanya Michel Gondry sendiri. Menceritakan tentang gimana rasanya hidup di kota yang asing, punya perasaan nggak enak karena memanfaatkan teman dan punya pacar seniman. kepikiran aja dia ngejadiin kursi sebagai metaphor
Segment kedua, Merde, agak susah ditangkep. tapi rasanya ceritanya tentang menghadapi rasa takut dan terror. bagaimana jika sebuah terror dipandang dari sudut yang berbeda. jadi konflik.
Shaking Tokyo, segment ke tiga juga bagus tuh! cerita tentang hikkikomori (anti social yang anti keluar rumah). disini sangat detail diceritain gimana seorang hikkikomori ini hiup dan menjalani kehidupannya sehari-hari. sampai suatu saat ia bertemu dengan cinta (bukan citncha lora!
Setiap segment menceritakan penyakit2 sosial yang ada di jepang. dan setiap sutradara punya cara yang agak nyentrik dalam memaparkan visi mereka
Coba tonton segment pertama dulu deh, tenang aja setiap segment ceritanya nggak nyambung, jadi bisa di ulang2 seperti deadeye doll gitu
Silahkan login untuk memberikan pendapat