2 Days in Paris: bukan film jalan-jalan 11

Selasa, 16 Feb '10 10:43

Hmm.. ini bukan cerita perjalanan saya selama di Paris. hehehe..Nggak kok. Saya belum nyasar sejauh itu. Doakan saja saya bisa sampe ke sana ya. Ini cerita tentang film yang judulnya: 2 Days in Paris (2007). Filmnya nggak terlalu baru sih, tapi tetep asik kok untuk dinikmati.


Ceritanya tentang sepasang kekasih yang sedang menikmati perjalanan keliling Eropa, lalu -dengan sedikit terpaksa- mereka menyempatkan diri singgah 2 hari ke kota Paris dan berjumpa dengan keluarga pihak cewek. Si cewek aslinya adalah orang Perancis, sedangkan si cowok adalah tipikal American guy. Maka film ini bukan hanya bercerita tentang hubungan personal mereka, tapi secara nggak langsung juga ngebahas masalah budaya dan hal-hal yang disadari atau tidak, sebenarnya juga ada di sekeliling kita. Oh iya, film ini bilingual, Inggris dan Perancis.

Buat yang suka film Before Sunset dan Before Sunrise, pasti suka sama film ini. Pemeran utama ceweknya adalah Julie Delpy, yang juga main di kedua film itu. Tapi di film ini dia berpasangan dengan mas Adam Goldberg yang meskipun gayanya cuek dan berantakan tapi tetap nggemesin. hihi.... Mbak Delpy bahasa Perancisnya cas cis cus sekali lho! (belakang saya tau dari mbah Google, ternyata dia aslinya emang orang Perancis. Pantesan..) Tapi dibandingin Before Sunset dan Before Sunrise, bagi saya rasanya film ini lebih personal. Mungkin karna ditulis, disutradarai, diperankan, dan diedit oleh mbak Delpy itu sendiri ya. Mungkin..

Nah, untuk bisa menikmati film ini sampai selesai, ada satu syarat yang harus dipenuhi: penonton harus rela jadi pendengar yang setia. Karena, nggak jauh beda sama dua film itu juga, 2 Days in Paris adalah film ngobrol. Ngobrol dalam arti sebenarnya. Penuh dengan dialog, dialog, cerita, monolog, cerita dan dialog lagi. Tapi obrolannya tampak sangat cerdas dan mengalir. Ritmenya cepat, kadang diselingi dengan topik-topik yang agak berisi dan berloncat-loncatan. Dari ngebahas eksibisi seni, lalu pindah ke blow job, pindah lagi ngebahas terorisme, flu burung, kondom, demokrasi, kucing gendut, alergi, hak-hak perempuan, sampe ke masalah perselingkuhan.Tapi semuanya tetap enak untuk disimak.

Saya sendiri merasa begitu terlibat dalam film ini. Ketika ada adegan di meja makan pada sebuah ruang keluarga, misalnya, saya merasa seolah-olah juga sedang duduk disitu bersama mereka. Menikmati makanan, menyimak setiap percakapan,dan ikut tertawa bersama mereka. Dan yang saya suka, semua pemain di film itu tampaknya sedang tidak berakting! Bahkan juga para figurannya. Mereka begitu luwes, santai dan mengalir. Seolah-olah tidak ada kamera yang sedang merekam setiap detil kejadian. Padahal hampir dalam semua scene para pemain ditampilkan secara close-up, bahkan beberapa diantaranya extreme close-up. Inilah yang menurut saya justru menjadikan tidak ada jarak antara penonton dengan pemainnya. Setiap adegan terasa begitu detil dan akrab.

Oh iya, film ini bersetting kota Paris. Tapi jangan harap akan ada adegan menye-menye di bawah menara Eiffel atau dinner di cafe Paris nan romantis ya. Nggak ada. Yang ada adalah detil-detil peristiwa, kedekatan yang santai, dan keeratan hubungan personal yang bahkan hampir nggak ada hubungannya dengan sex.

Setelah nonton film ini saya jadi berfikir kembali tentang konsep mempertahankan sebuah hubungan. Tentang bagaimana bertoleransi dan memahami orang lain. Serta tentang bagaimana kita menerima pasangan kita sebagai sosok yang tak lain adalah manusia yang sama seperti diri kita juga -tidak sempurna. Hmm..Pesan yang bagus, bukan?

Ah..saya suka film ini. Tonton sendiri deh. Tapi maaf ya, sepertinya akan membosankan bagi kamu yang suka film horor, gore atau action yang penuh darah dan baku tembak. Hehehe..

 

gambar diunduh dari sinih

 


Tag: Paris, Julie Delpy, hubungan personal, Adam Goldberg

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sofie 0 0
oooh Julie Delphy yang main ya? *dicatat dalam list nonton* : D
oelpha 0 0
seperti menarik... *masukin daftar buruan*
kwacii 0 0
hmm menarik kayaknya ; ))
aji aditya junior 0 0
Saya kenal film ini dari seseorang, sampe sekarang masih disimpen di laptop, review dari dia mirip2 dengan yang ditulis di sini
aji aditya junior 0 0
Saya kenal film ini dari seseorang, sampe sekarang masih disimpen di laptop, review dari dia mirip2 dengan yang ditulis di sini
Titiw 0 0
Set, dah lama bener gak liat julie delpy main sejak before sunrise sunset.. *catet di buku utang*
adestark 0 0
ayoo ayooo... ditonton... : D

@aji aditya junior : apakah saya kenal dengan orang itu, atau ini hanya kebetulan semata? : D
sari indah 0 0
saya suka before sunset dan sunrise.. kalau dari resensinya, pasti saya akan cari di rental VCD terdekat : )
aji aditya junior 0 0
kagak ada sari indah ni film di rental, karena termasuk "film idealis" dengan biaya indi banget. mungkin Jive yang bakal ngeluarin
aji aditya junior 0 0
adestark: entahlah, hidup itu terkadang rumit, kalo kata pesbuk mah, its complicated
shiftdelete 0 0
bsok gw downloaD!!!

Silahkan login untuk memberikan pendapat