Terjebak Dalam Cinta Kaum Muda, Tanya Kenapa...?? 2
Jumat, 12 Feb '10 15:55
Terjebak Dalam Cinta Kaum Muda. Tanya Kenapa ?
Oleh *Wahyu Eko Prasetyo*
"Kuberikan Kau Setangkai Kembang Pete Tanda Cinta Abadi Namun Kere". Itulah sebagaian bait dari lirik lagu Bang Iwan Fals. Pemahaman saya disini Bang Iwan telah gundah melihat pada cinta kaum muda masa kini. Yang secara enteng mengungkapkan arti cinta dengan sekoyong-konyong koder. Dengan mudahnya mengatakan "aku cinta kamu, hanya dirimu yang ada di hatiku" , kepada lawan jenisnya.
Dengan perkembangan zaman, cinta pun tak mau ketinggalan kembang. Sakit bisa jadi waras, yang waras bisa juga jadi gendheng (gila) dan atau sebaliknya. Dalam tesis saya, hidup adalah seni untuk mencintai (the art of loving), dengan cinta seseorang dapat meletakkan rasa manusiawinya yakni kasih sayang, namun dengan cinta pula manusia kadang berubah menjadi sadis, ambisius, egois dan bahkan gawat, mematikan.
Makanan Coklat adalah camilan ringan. Dengan berbasis kapitalisme coklat berubah menjadi istimewa. Produk Amerikana ini, dijadikan pemberian (barometer), rasa cinta terhadap lawan jenisnya. Penulis disini seyogyanya bukan pembenci cinta. Mencintai cinta adalah seni kehidupan. Tapi jatuh karena cinta adalah duka yang sangat lara. Pun ketika jatuh karena cinta berbarengan dengan terjebak dalam cinta, bagaikan melihat gajah di pelupuk mata tak ketara, melihat kuman di lautan se begitu nyatanya.
Secarik Peledoy Bang Kahlil yang Gibran.
Pada suatu hari Kahlil pulang ke kampung halamannya (Lebanon). Dia jatuh cinta terhadap gadis bunga desa yang bernama Salma Bin Faris Afandi. Salma pun memiliki rasa cinta terhadap Kahlil. Namun nasib cinta Kahlil merana, dengan di jodohkannya Salma dengan keponakan Uskup. Meskipun perjodohan tersebut hanya berdasarkan kepentingan-kepentingan semata.
Singkat cerita, Salma meninggal dengan sangat mengenaskan, ketika melahirkan anaknya. Di atas liang kubur Salma, Kahlil berkata "mungkin inilah jalan pertemuan kita, yang terpisahkan oleh takdir". Kahlil percaya bahwa pada suatu saat nanti dia akan dipersatukan dengan Salma, di alam lain, yang gelap dan penuh misteri. Dalam cerita ini Kahlil memanifeskan bahwa cinta adalah mesteri yang mana berada di alam penuh awan gelap.
Kahlil memang egois, dia mempunyai cara tersendiri untuk memilih kehidupan yang nuansa seni ini. Namun Kahlil tetaplah Gibaran karyanya banyak yang memuji dari pada yang mencaci. Bukan seperti Noor Din M. Top, yang kepalanya di hargai satu milyar oleh pemerintah Indonesai, dengan ekspresi teror bomnya.
Persembahan Pop Culture.
Berbeda dengan apa yang telah di guratkan Bang Iwan di atas. Sesama seniman ST12 dengan lirik lagunya yang bernafaskan romantisme, ala semisal "Biarkan Aku Jatuh cinta". Ini sudah jauh dari diskursi Bang Iwan. Pop Culture dengan nafas romantismenya mempopulerkan karyanya untuk ber iklan mari-mari kita berjatuh karena cinta. Gaya-gaya model pop culture, sangat mudah merangsek masuk dalam alam bawah sadar pikiran cinta kaum muda. Realita rambut edan yang di alibikan sopan melekat erat pada pikiran kaum muda, pakaian ala fatamorgana di jadikan bentuk alibi bahwa ini adalah seni. GAWAT lalu DARURAT !. Maka ketika terjebak dalam cinta kaum muda, yang timbul, Tanya kenapa??
Tag: iwan fals, cinta, kaum muda
Terkait:
-
Anna, Kenangan, dan Kenyataan
Kamis, 8 Jul '10 13:13 -
Kisah Cinta Klasik di Dear John
Selasa, 23 Feb '10 14:47 -
Love Happens - Obati Sedihmu
Senin, 8 Feb '10 14:54
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sofie: keren
-
fairyteeth: keren
-
Titiw : biasa
-
to Ra nt: biasa


Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat