Edge of Darkness: Drama Action Nanggung 14
Senin, 8 Feb '10 13:27
Film ini gagal untuk menjadi puncak dari kembalinya Mel Gibson setelah tujuh tahun absen dari dunia perfilman. Edge of Darkness membawa talenta Gibson seperti terjun bebas dari lantai 36 ke dasar jurang. eksekusi visualisasi dan skrip yang tanggung akhirnya membuat film ini terkesan sekadarnya. maksudnya, sekadar menghantarkan Gibson kembali ke layar perak itu sendiri.
Sebenarnya kalau saya mau kasih penilaian, supporting system yang mendukung talenta Gibson sama sekali tidak diolah dengan maksimal. Talenta Gibson juga tidak bisa dibilang mengalami peningkatan. ia cenderung memainkan karakter yang tidak jauh berbeda dengan film-film sebelumnya. Single fighter yang mencari rasa keadilan.
penonton mulanya dibawa dengan teka-teki kematian Emma yang ditembak di depan rumah Craven (Gibson). Kematian Emma ternyata terkait dengan persekongkolan bedebah korporasi sebuah perusahaan besar di amerika yang diamdiam tengah merancang sebuah mesin pembunuh massal anonim.
Nah! struktur ceritanya sepintas menarik, ada kejahatan korporasi yang melibatkan unsur pejabat politik lokal dan nasional, di tengah-tengahnya hadir sosok ayah dan sekaligus berprofesi sebagai detektif Boston. Kemudian disisipkan sosok makelar kasus, Jedburgh yang memiliki mata dan telinga di semua lini institusi penting Amerika Serikat.
Tapi sayang sekali, film ini tidak berhasil memberikan suguhan action yang ditunggu-tunggu oleh para penontonnya. Iya sih, efek menahan nafas beberapa kali muncul di tengah-tengah plot cerita. Yang bisa saya ingat pertama, ketika Emma ditembak di depan teras rumah Craven. Kedua, ketika whistle blower (si temannya Emma yang punya luggage shop) itu ditabrak sampai koma pas mau keluar dari pintu mobil sedan Craven.
Selebihnya sudah ditebak bagaimana rasa keadilan ala Mel Gibson di Edge of Darkness akan dieksekusi.
Tag: action, mel gibson
Terkait:
-
Mel Gibson Tua-Tua Keladi
Senin, 2 Nov '09 12:50 -
Mel Gibson Nyanyi?
Rabu, 19 Agu '09 22:28 -
Beladiri Silat dalam kaca mata bule
Jumat, 7 Agu '09 00:20
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Bieb: jadi penasaran
-
sofie: yoi banget
-
neofreko: yoi banget
-
Alderina: yoi banget
-
missmaharrani: nggak ada matinya
-
aji aditya junior: keren
-
Titiw : jadi penasaran


Komentar:
nyante aja emang
all for all, gw masih suka ma film ini. Mungkin ekspektasi purce terlalu tinggi makanya mengalami kekecewaan
mas kakilangit: anda terhibur dan saya sempat tertidur 15 menit
Kalo dibilang puncak kembalinya Mel Gibson sih memang gagal ya..
Tapi film ini cukup bagus menurutku..
Emosinya Gibson dapet banget
Dude....
Silahkan login untuk memberikan pendapat