Iklan Komersil: Mendidik & Menghibur? 7
Jumat, 5 Feb '10 00:45
Ada yang bilang, bikin iklan itu untuk menghibur bukan mendidik. Kalau saya sendiri berpendapat iklan itu selayaknya film atau media audio visual lainnya adalah media paling mudah diserap oleh penikmatnya. Jadi kalau mendidiknya 'menunggangi' menghiburnya, itu adalah iklan keren menurut saya. Oh, asal jangan mendidik konsumtif aja ya *gak mungkin ya? :D*
Perempuan, kabarnya adalah pasar yang mudah dibidik oleh produsen. Kata produsen, perempuan paling mudah untuk dipengaruhi dan mempengaruhi kelompok lainnya. Sayangnya, paling banyak iklan ya melanggengkan stereotype perempuan, alasannya sih karena 'menjual' . Misalnya tubuh seksi yang identik dengan langsing, putih dan menggoda laki-laki. Atau iklan sabun cuci, ya tokohnya perempuan, tapi kalau mesin cuci yang mempermudah pekerjaan mencuci-tokohnya laki-laki.
Dulu sekitar tahun 1998-an di bukunya Yasraf Amir Piliang, ada penelitian mengenai iklan dan perempuan yang menggambarkan kalau perempuan dalam iklan itu posisinya tidak jauh dengan dapur, kasur dan sumur. Coba perhatikan deh, sampai sekarang pun masih ada. Iklan teh dengan slogan 'mari bicara' itu misalnya, kesalahan ditimpakan pada si istri yang tidak pandai berbicara.
Sosok perempuan dalam iklan ini menarik ketika membahas iklannya Dove, dengan Real Bauty Campaign itu. Menggambarkan sosok perempuan dengan rambut keriting, bergelombang, kulit coklat, putih dan merah juga tidak hanya perempuan muda, rambut hitam atau beruban badan besar atau mungil, warna-warni deh. Kenapa oke? Karena memperkenalkan keberagaman dan menghargai apa yang sudah kita punya.
Selain itu pilihan kata yang digunakan oleh Dove yang menurut saya 'ramah perempuan' , iklan terakhir di menyebutkan Dove Sisterhood. Memperkenalkan kata perempuan kepala keluarga (dan bukan janda). Slogan-nya 'Look Good by Doing Good' ,meyakinkan bahwa fisik langsing putih rambut lurus adalah bukan segalanya, selain kampanye Self Esteem-nya.
Nah, jadi sebenarnya melalui iklan bisa mendidik dan menghibur kan? menurut teman-teman gimana?
Untuk tulisan mengenai iklan, bisa dilihat disini.
Video ini mungkin bisa mematahkan stereotype tentang perempuan cantik harus putih, langsing, tidak berjerawat, tinggi, berdada besar dan lain sebagainya. Oh,dan yang paling penting menghargai keberagaman ;), karena pengalaman individu satu dengan yang lainnya berbeda. Video lainnya bisa dilihat disini.
sumber gambar dari sini, sana, situ , sana lagi dan sini
Tag: Perempuan, iklan, kajian, dove
Terkait:
-
Jurnalis Perempuan: Antara Prinsip dan Kepentingan Dalam Nothing But The Truth
Jumat, 29 Jan '10 14:08 -
Saya Penasaran SAIA
Rabu, 27 Jan '10 19:29 -
Kenapa Kekerasan Seksual Diumbar?
Selasa, 12 Jan '10 17:05

Komentar:
Kata siapa cantik itu harus putih, kurus dan berambut lurus.
Semua perempuan cantik kok!
Pertamanya harus merasa sayang dan percaya diri sendiri.
aku nangiiiissss lihat videonya baik yang tentang cantik maupun yang self esteem, sangat menyentuh!
sebenernya lebih keren lagi, kalo ndak nunggangin produk... jadi iklan layanan masyarakat aja gituuu...
waduh, itu karena kulit sensitif atau kenapa? terus ke dokter gitu gak?
fairyteeth
dita, kalau gak nunggangin produk, kita akan bertemu dengan kesulitan lain,, yaitu pesannya sampai enggak? . sekarang kita lihat di indonesia iklan layanan masayarakat berapa yang pesannya tersampaikan dengan baik?
kalau soal produk, konsumennya yang mesti kritis , kl kita gak membutuhkan produknya, kita bantu kampanyenya, gimana?
Silahkan login untuk memberikan pendapat